
''Kata Papa tidak boleh ikut olang asing'' ucap Siau xin polos.
''Lucu sekali, siapa nama mu?'' tanya Ria gemas mencubit pipi gembul Siau xin.
''Xin xin''
''Wah nama yang indah, di mana Mama mu? kenapa bermain sendiri?'' tanya Ria lagi.
''Papa bilang, Mama sedang sekolah'' jawab nya polos.
Experesi Siau xin sungguh menggemaskan, sehingga memancing gelak tawa Intan.
Ria pun tersenyum mendengar jawaban Siau xin.
''Kenapa teltawa?'' tanya Siau xin polos.
''Tidak apa apa sayang'' ucap Ria mengusap atas kepala Siau xin.
Bersamaan dengan itu datang seorang wanita yang berkisar 40 tahun.
''Nona, anda tidak apa apa kan? maafkan saya Nona...'' katanya pada Siau xin.
Siau xin kecil hanya diam memandangi Bibi Lily yang terlihat begitu ketakutan.
Ria dan Intan pun menatap bingung, kenapa Bibi ini begitu merasa cemas.
''Maaf anda?'' tanya Ria.
''Eh...,saya Lily perawat Nona Siau xin'' jelas nya.
''Perawat?'' tanya Ria meyakinkan.
''Iya, dan anda?'' tegas Lily.
''Oh...,saya pemandu wisatawan dari Indonesia Ria'' ucap Ria sedikit menundukkan badan tanda ramah.
''Liya?'' ucap Lily sedikit sulit (Orang Taiwan sedikit sulit mengucap kan huruf R dengan benar)
__ADS_1
''Haha,,iya anda bisa panggil saya Li ya'' jawab Ria ramah dan penuh senyum.
Lily kemudian menundukkan badan tanda sopan.
''Bibi..., apa Papa sudah celesai?'' suara mungil Siau xin.
''Sepertinya belum Nona'' jawab Lily.
''Lama cekali'' gerutu Siau xin dengan wajah cemberut.
''Anak manis kau mau berenang?'' tanya Ria.
Dan Siau xin menganggukan kepala dengan cepat.
''Hmz begitu ya ini tidak baik, cuaca nya terlalu dingin bagaimana kalau kita bermain pemainan?'' tawar Ria.
Siau xin menatap bingung kemudian melirik Lily.
''Jangan takut Bibi Lily juga ikut, bagaimana kau mau?'' tanya Ria kembali.
Akhirnya mereka berempat menuju sebuah arena bermain yang ada di sekitar penginapan.
''Mbak Ria fasih sekali berbahasa Mandarin'' ucap kagum Intan.
Ria hanya tersenyum dan tanpa memalingkan pandangan nya dari Siau xin.
''Dia lucu sekali ya mbak'' kata Intan.
''Iya'' jawab Ria.
***
Sementara Ken yang melihat gerakan GPS dari sepatu Siau xin merasa heran, kenapa malah menuju ke arena permainan.
''Ta ke'' bisik nya.
''Ada apa'' tanya Yi sao.
__ADS_1
Ken menunjukan keberadaan Siau xin melalui GPS yang terhubung di Hp nya.
''Di mana itu?'' tanya Yi sao.
''Arena bermain''
''Apa?! cepat hubungi Lily! jangan sampai Siau xin terlalu lelah!'' perintah Yi sao.
Ia segera menyudahi pertemuan nya dan menuju di mana Siau xin berada.
***
''Maaf Nona Liya, Nona Siau xin tidak boleh terlalu lelah'' ucap Lily.
''Kenapa? tenang lah ia tidak akan bermain berlebihan'' ucap Ria.
Sesungguhnya permainan yang di pilihkan Ria adalah permainan yang tidak begitu membuat fisik Siau xin terasa lelah, terlihat Siau xin sangat bahagia menikmati nya senyum ceria terpancar jelas di wajah nya.
Ria yang menemani nya pun larut dalam keceriaan, hingga membuat Intan dan Lily tertegun melihat kebersamaan mereka yang menggambarkan seperti seorang Ibu dan Anak sesungguh nya.
Setelah beberapa puluh menit akhirnya Ria memutuskan untuk berhenti bermain.
''Baiklah, ayo kita pulang'' ajak Ria pada Siau xin.
''Tidak! xin xin masih mau main'' tolak Siau xin.
''Hem begitu ya? baiklah, tapi Xin xin bermain saja sendiri! Bibi tidak suka punya teman yang gak asyik!'' ucap Ria pura pura merajuk.
Ria melirik Siau xin.
''Bagaimana? masih mau bermain?'' tanya Ria dengan wajah kecewa.
''Tidak! tapi Bibi halus jadi teman Xin xin'' katanya polos.
''Baik Tuan Putri!'' jawab Ria tersenyum gemas.
Lily dan Intan tersenyum menyaksikan kedua nya.
__ADS_1