Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
17


__ADS_3

Waktu berjalan menunjukkan pukul 00.02 dan malam semakin larut namun Yi sao belum bisa memejamkan mata nya, pikiran melayang menampilkan wajah gadis berlesung pipi.


Ken sudah tertidur lelap di atas sofa, Yi sao merasa bosan dan memutuskan untuk mencari tau keberadaan Ya ni.


Saat ia melewati koridor rumah sakit tidak sengaja Yi sao melihat gadis yang ia cari keluar dari dapur umum dengan membawa sebuah tremos air panas.


Yi sao dengan cepat mengikuti nya.


''Ya ni...'' panggil Yi sao.


''Tuan Li Yi sao?'' Ya ni memberhentikan langkah nya.


''Kan sudah ku bilang jangan panggil Tuan'' protes Yi sao.


''Hehe maaf Tu... eh Kakak maksud nya'' Ya ni tersenyum.


Kemudian mereka berjalan beriringan.


''Sedang apa kau jam segini dari dapur?'' tanya Yi sao.


''Mengambil air panas'' jawab nya singkat.


''Untuk apa?'' tanya Yi sao penasaran.


''Untuk merendam susu nutrisi agar terasa lebih hangat sebelum di minum kan ke pasien'' jelas Ya ni.


''Kakak sendiri ngapain malam malam berkeliaran?'' tanya Ya ni.


''Tidak bisa tidur''

__ADS_1


Ya ni hanya manggut manggut.


''Kakak mau ikut aku?'' tanya Ya ni.


''Kemana?''


''Ke kamar pasien ku'' jawab Ya ni tersenyum.


Yi sao hanya memberi isyarat mau tanpa suara.


Mereka berjalan beriringan wajah Ya ni terlihat cantik alami dan enak di pandang, membuat getaran di dada Yi sao yang sulit di artikan nya.


Yi sao memperhatikan bagaimana telaten nya Ya ni saat menyuapi susu untuk pasien nya melalu selang yang di pasang pada hidung pasien.


''Apa kakak sudah memberi kabar pada orang tua kakak?'' tanya Ya ni di sela kesibukan nya.


''Mereka sedang berada di Jepang'' jawab Yi sao.


''Di rumah majikan'' jawab Yi sao.


''Oh...begitu''


''Kau di sini sudah berapa lama?'' tanya Yi sao.


''Hampir 1 tahun kak'' jawab Ya ni sembari menyudahi pekerjaan nya.


Setelah pekerjaan nya selesai Ya ni membenahi selimut pasien nya, mengecek infus dan sebelum mengecek pampers pasien nya Ya ni menarik tutup tirai.


''Beres deh'' ucap nya saat membuka tirai, mengulet merenggangkan otot otot nya.

__ADS_1


Yi sao tak pernah berpaling dari pandangan nya, ia tersenyum melihat tingkah lucu Ya ni.


''Apa kau setiap malam seperti ini?'' tanya Yi sao.


''Iya kak'' jawab nya polos.


Ya ni menarik tangan Yi sao agar mengikuti nya berjalan menuju balkon.


''Aahhkkggg....!!!'' pekik nya melepaskan penat.


''Segar nya..., lihat lah bintang di langit itu! indah bukan?'' ucap menunjuk bintang bintang di langit.


Yi sao memperhatikan raut wajah Ya ni, memancarkan kesedihan.


Dan tanpa Ya ni sadari air mata nya sudah jatuh membasahi pipi.


Sungguh menjadi TKI adalah pilihan yang berat, di saat rasa rindu pada orang terkasih maka air mata lah yang akan jadi penawar yang ampuh.


Yi sao merasa sesak di dada nya saat melihat Ya ni menitihkan air mata.


''Kenapa kau menangis?'' tanya Yi sao.


''.....'' tidak ada jawaban.


''Apa kau rindu orang tua mu? kau bisa telepon mereka, jangan menangis aku jadi merasa sedih'' ucap Yi sao.


Ya ni men terlentang kan tubuh nya, mengangkat tangan nya seolah ingin menggapai sesuatu.


''Tidak bisa...'' ucap Ya ni lirih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2