Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
16


__ADS_3

Tidak lama berselang di tengah asyik nya obrolan mereka berdua Ken datang menghampiri, ketika Ken mulai mendekat maka akting Yi sao di mulai.


Awal mula semua luka akan tercipta karena kebohongan dan sandiwara yang ia buat.


''Lau pan (Bos) maaf saya tidak berhasil menangkap pencuri tas anda tadi'' ucap Yi sao sembari mengedipkan mata nya.


Ken yang bingung hanya memilih diam dengan wajah bengong.


Yani yang seolah mengerti situasi membantu Yi sao berbicara.


''Dia Bos mu?'' tanya Yani lugu pada Yi sao.


Yi sao menganggukan kepala dan membisikan sesuatu.


''Iya aku sopir nya kau harus bantu aku! dia sangat galak, jangan biarkan dia membawaku!'' bisik nya pada Yani.


Ken masih tetap seperti pertama kali datang penuh kebingungan.


Sementara Yani menghampiri Ken dan menelentangkan kedua tangan nya seolah menahan Ken untuk tidak membawa Yi sao.


''Stop! anda tidak boleh memarahi nya!''


''Aku? memarahi nya?'' ucap Ken tak mengerti.


Sedangkan Yi sao tersenyum bahagia.


''Iya! saya tau dia sopir anda Tuan'' kata Yani lagi.


''Sopir???'' Ken makin tidak mengerti.


Yi sao kelepasan tertawa dan pura pura merasa sakit saat Yani berbalik melihat nya.

__ADS_1


''Haha...,auww...aduh...'' raung Yi sao.


''Tuan Li Yi Sao, anda kenapa?'' tanya Yani menghampiri ''Apa sangat sakit?'' katanya lagi.


Yi sao melirik Ken memberi kode untuk meninggal kan nya.


''Baiklah karena anda, hm...maksud saya kau sedang terluka. Maka saya akan memberi kau cuti kerja beberapa hari'' ucap Ken.


Saat Ken hendak meninggalkan ruangan Yani menghentikan nya.


''Tunggu Tuan!'' tegur Yani yang sudah berada di hadapan Ken.


''Ada apa lagi?'' tanya Ken menatap tubuh mungil gadis di hadapan nya.


''Bayar dulu tagihan rumah sakit dan perawatan nya, anda kan bos nya jadi anda yang harus menanggung nya!'' ucap Yani.


Ken menoleh dan kembali mendapat kode dari mata Yi sao.


Setelah Ken keluar ruangan Yani menghampiri Yi sao.


''Sekarang kau bisa istirahat, jangan takut Bos mu sudah pergi'' ucap Yani ramah penuh senyuman.


Tolonglah bahkan Yi sao tidak pernah memiliki ketakutan sama sekali, Yani sungguh terlalu lugu dan polos.


Yi sao tersenyum mendengar ucapan Yani.


''Terimakasih Ya ni''


''Sama sama..., baik lah aku tinggal ya'' pamit Ya ni.


Namun sebelum Yani berlalu tangan Yi sao dengan cepat menahan nya.

__ADS_1


''Kau mau kemana?'' tanya Yi sao.


''Aku harus kembali ke atas menjaga pasien''


''Kau Suster?'' tanya Yi sao


''Bukan Tuan, aku salah satu perawat di Panti Jompo'' jawab Ya ni.


''Panggil Kakak saja, jangan Tuan'' ucap Yi sao.


''Kakak?'' tanya Ya ni meyakinkan.


''Hmz...,usia mu berapa?'' tanya Yi sao.


''Er se i sue (21 tahun)'' jawab nya polos.


Apa? 21 tahun? beda 5 tahun dari ku, wajar saja dia begitu polos dan lugu. pikir Yi sao.


''Kak? hey? kau kenapa?'' tanya Ya ni melihat Yi sao tampak melamun.


''Tidak...tidak apa apa'' jawab Yi sao tersenyum.


''Ya sudah aku tinggal ya, istirahat la besok aku akan kembali menjenguk mu'' ucap Ya ni sambil berlalu.


Yi sao hanya tersenyum melihat Ya ni pergi meninggal kan ruangan, dan tanpa ia sadari Ken sudah berada di tepat di hadapan nya.


''Tuan, apa kah anda akan terus tersenyum seperti ini?'' tanya Ken mengagetkan Yi sao.


Ken tersenyum melihat wajah bodoh sang Bos nya yang terkenal bengis dan kejam ternyata bisa bersikap begitu menggelikan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2