Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
23


__ADS_3

Detik menit jam berlalu Ria dan Robi masih tetap dengan kebisuan mereka masing masing. Hingga akhirnya waktu menunjukan pukul 12 siang, dengan ragu Robi memulai percakapan se biasa mungkin.


''Ria...sepertinya sudah waktu nya makan siang'' ucap Robi hati hati.


Ria menatap Robi,


''Robi, boleh aku minta sesuatu?'' tanya Ria.


''Tentu! katakan aku akan belikan makanan yang kau mau'' jawab Robi antusias.


Ria menggeleng.


''Tidak!'' Ria berhenti sebentar.


''Aku ingin kau tidak berharap terlalu jauh, kau tau jelas hubungan kita tidak lebih....


''Ria!'' potong Robi.


Ria memandang tajam Robi.


Robi mencoba tersenyum.


''Anggap aku tidak pernah mengatakan nya, lupakan. Oke?'' lanjut nya berusaha tenang dan tersenyum.


Ria dapat melihat tatapan kekecewaan dalam mata Robi.


''Baiklah aku keluar untuk membeli makanan dulu'' ucap Robi berbalik.


Ria menatap dengan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


''Maaf...'' ucap Ria lirih.


Robi memalingkan wajah ke samping dan mengukir senyum sebelum ia benar benar keluar dari kamar Ria.


***


Sementara di ruang pemeriksaan Siau xin, Yi sao sedang berbincang dengan Dokter yang menangani Putri tercinta nya.


''Bagaimana Dok?''


''Cukup baik'' jawab Dokter ''Tapi...'' lanjut nya.


''Tapi apa Dok?'' tanya Yi sao dengan wajah penuh ke cemasan.


''Apakah Ibu Siau xin sudah kembali?'' tanya Dokter dengan hati hati.


Yi sao hanya menatap tak mengerti.


''Jadi Operasi pencangkokan ginjalnya harus di percepat?'' tanya Yi sao.


''Iya...Tuan benar''


''Apa ada cara untuk sedikit membantu Siau xin bertahan beberapa waktu?'' tanya Yi sao penuh penekanan dan keputusasaan.


''Kami akan berusaha semaksimal mungkin Tuan'' jawab Dokter.


Sungguh hancur perasaan Yi sao saat mengetahui Putri tercinta nya sedang bertaruh dengan kematian di tambah sikap Ya ni yang benar benar sudah sangat membenci nya.


Semua itu membuat nya kehilangan akal ia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan maaf Ya ni. Apa pun! meski harus mengorbankan Nyawa nya sendiri.

__ADS_1


''Ken...'' panggil Yi sao menatap dengan tatapan yang hanya bisa di mengerti Ken.


Yi sao seolah mengisyaratkan apa yang harus di lakukan nya.


''Baik Tuan!'' ucap Ken memberi hormat lalu pergi, meninggalkan Yi sao yang masih terpaku dalam kekacauan pikiran nya sendiri.


Maafkan aku Ya ni.


Batin nya.


''Papa...'' suara mungil Siau xin menyadarkan nya dari lamunan.


Yi sao memandang penuh kepiluan.


''Papa kenapa? kenapa menangis?'' tanya Siau xin memperhatikan mata berkaca Yi sao.


Yi sao tersenyum kemudian memeluk tubuh mungil Siau xin.


''Mama mu akan kembali'' bisik nya di telinga Siau xin.


''Benalkah?'' tanya Siau xin dengan senyum berbinar.


Yi sao menganggukan kepala nya sambil tersenyum.


''Ye! Mama ku akan datang, Mama akan datang!'' ucap Siau xin penuh dengan kebahagian.


Tidak lah berlebihan jika Siau xin sangat menantikan pertemuan pertama dengan Mama nya.


Siau xin memang tidak pernah melihat foto Mama nya, karena Yi sao tak bisa menyelamat kan semua benda kenangan bersama Istri nya setelah kejadian itu, semua hangus terbakar.

__ADS_1


(Habis Episode ini aku akan kembali nulis Flashback nya, Sebenarnya apa sih yang terjadi di masa lalu hingga membuat Ya ni dan Yi sao berpisah? dan bagaimana dengan Siau xin? Yang kepo Boleh kasih Like dan Comment ya, biar aku makin semangat! Terimakasih sebelum nya ๐Ÿ™)


__ADS_2