
Flashback On by Ria
Akhirnya setelah perjuangan nya meminta ijin dari Bu Susi untuk menjadi TKI, Ria benar benar berangkat dan terbang ke Negara Formosa.
Ria tiba di Taiwan pada sore hari setelah kurang lebih 5 jam penerbangan.
Sungguh tidak pernah terbayangkan oleh nya untuk berada di Negara Asing bermayoritas cina.
Apalagi dengan bahasa asing yang sangat sulit di mengerti dan di ucapkan, setiap kosa kata ada nada dan ketukan yang berbeda jika salah ketukan makan akan berbeda dengan nada dan juga berbeda artinya.
Seperti untuk kata 'Se' yang berarti 4, 10, mati/meninggal, masalah, hanya di bedakan dengan nada dan cara pengucapan.
Di saat akan berkata angka 4 tapi nada yang di keluarkan ternyata untuk angka 10, sungguh rasa putus asa hampir membuat Ria menyerah.
Tapi ia tetap bertahan mempelajari setiap kosa kata hingga ia bisa menulis dan mengucapkan dengan fasih bahasa Mandarin.
Perjuangan 3 bulan di Agensi membuahkan hasil yang memuaskan.
Ria di tempat kan di rumah Panti Jompo yang terdapat di Ibu Kota Taiwan, yaitu Taipe.
Kota yang sibuk setiap waktu dan setiap hari, tapi akan berubah menjadi Kota Mati ketika perayaan Imlek tiba karena Mayoritas yang tinggal di Taipe adalah orang rantauan dari berbagai Kota dan Daerah lain nya di Taiwan.
__ADS_1
Sudah hampir 6 bulan Ria di Taiwan, setiap gaji yang ia terima selalu ia kirim kan ke Panti Asuhan Harapan Mulia.
''Ama...cau an (Nenek selamat pagi)'' sapa ramah Ria.
''Cau an (Pagi)'' dengan senyum ramah seorang Nenek pada cucu nya.
Ria terbilang gadis yang ramah dan ceria, sehingga para penghuni Panti Jompo sangat menyukai nya.
Yang Ria pelajari di Negara ini adalah orang orang di sini sangat menyukai keramah tamah an para TKI terutama Indonesia.
Mereka berpendapat bahwa Negara Indonesia sangat beragam dan memiliki banyak pulau.
''Meimei ni yo che cau can ma? (adik perempuan kamu sudah sarapan?)'' tanya salah satu perawat di Panti Jompo.
Seperti itu lah hari hari yang di lalui Ria, bangun pagi, membantu memandikan pasien, menyuapi sarapan, memberikan obat, mengobrol dan mengajak mereka berjalan jalan berjemur matahari pagi dan sore hari.
Flashback Off
Waktu masih menunjukan pukul 5 pagi hari, tapi salah satu kamar kosan di lantai 2 sudah di hebohkan oleh kicauan salah satu penghuninya.
''Mbak..., aku pakai baju apa ya? di sana lagi musim apa ya?'' suara Intan.
__ADS_1
Ria yang masih malas memilih menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.
''Mbak..., kenapa malah tidur lagi? nanti kita kesiangan lho...''
''Ini masih terlalu pagi ntan'' ucap serak suara Ria di balik selimut.
''Mbak! mbak Ria, di sana lagi musim apa ya? aku harus pakai jaket atau tidak? Mbak Ria! Mbak Ria!'' Intan menggoyangkan tubuh Rian.
Ria yang mencoba menahan sabar akhir duduk dan menatap Intan dengan tatapan kesal.
''Dani akan menjemput kita jam 10 Intan! ini masih jam 5 dan kau sudah heboh sekali!'' ucap Ria dengan kesal.
Intan hanya cengar cengir kuda.
''Hehe maaf Mbak..., maaf... ya udah Mbak tidur lagi ya... tidur la lagi'' ucap Intan sambil menepuk bantal yang di tiduri Ria tadi.
Ria dengan kesal memutuskan kembali tidur membelakangi Intan.
''Hufs...'' suara Intan menarik nafas lega, sambil mengelus dadanya.
Untung Mbak Ria gak marah beneran, kalau sampai marah beneran kan aku jadi takut gak di ajak. Batin Intan.
__ADS_1
Foto tokoh sebagai Intan.