
Ria POV
Kenapa?! kenapa aku harus bertemu dengan nya! Tuhan kenapa kau lakukan ini pada ku, melihat nya justru mengingat kan ku atas rasa sakit yang ku alami!
Luka 3 tahun lalu membuat ku terluka begitu dalam hingga nyaris ingin mengakhiri nyawa ini! Sekarang setelah aku bisa sedikit melupakan kenapa kau justru menghukum ku dengan pertemuan ini! kenapa Tuhan!
***
Ria mengunci diri di kamar mencoba meluapkan emosi yang ada, berteriak dan menjerit di sertai air mata hati, nya begitu tersayat perih.
Luka yang lama di sembunyikan kembali terlihat, kenyataan yang tak terbantah bahwa ia pernah jatuh cinta dan sangat mencintai Yi sao laki laki paling brengsek, tak punya hati dan menjijikan membuat Ria merasa muak dan malu pada diri sendiri. Hingga sampai saat ini rasa itu masih tersimpan jauh di lubuk hati yang tertutupi rasa marah dan kecewanya sendiri.
''Aarrggghttt!!!!! Kenapa!!! kenapa Kau begitu kejam! Tuhan!'' suara isak tangis Ria mengaum di kamar nya.
Tanpa ia sadari pecahan kaca melukai telapak tangan nya, namun luka ini tak berarti apa apa bagi nya.
Waktu menunjukan pukul 9 malam, namum Ria belum juga keluar kamar.
Di luar kamar Intan dan Dani saling melirik, saling menyuruh mengetuk kamar Ria.
''Kau saja!'' kata Intan.
''Tidak! kau saja!'' balas Dani.
__ADS_1
''Aku takut!'' jawab Intan.
Ketika Dani akhirnya memberanikan diri mencoba mengetuk pintu kamar Ria, bertepatan pintu itu terbuka.
''Ada apa?'' tanya Ria dengan wajah datar.
Intan melirik Dani.
''Mbak gak turun untuk makan malam?'' tanya Dani.
''Aku tidak lapar!'' jawab Ria meninggal kan Intan dan Dani tapi ia membiarkan pintu nya terbuka.
Dani dan Intan memberanikan diri untuk masuk ke kamar, alangkah terkejut nya mereka melihat penampakan kamar yang begitu berantakan.
''Mbak kenapa?'' tanya Intan dengan panik.
''....'' tidak ada jawaban.
''Tangan Mbak terluka'' ucap Intan memegang tangan Ria.
''....'' tidak ada jawaban.
''Mbak Ria kenapa? sakit?'' gantian Dani yang bertanya.
__ADS_1
''.....'' tidak ada jawaban.
''Apa karena Pemuda yang tadi ya? apa dia menyakiti Mbak? kenapa tangan Mbak sampai terluka? Apa Mbak punya masalah dengan nya? tapi kelihatannya Pemuda itu orang baik baik'' oceh Intan seraya membersihkan luka di tangan Ria.
Saat mendengar ocehan Intan yang mengatakan Pemuda itu terlihat orang baik, membuat Ria menyunggingkan senyum kecut di bibir nya.
''Terlihat baik? benar dia memang terlihat baik hingga kau akan tertipu dan terluka karena topeng nya!'' oceh Ria tanpa sadar.
''Hahahahaha...yah! dia baik dia sangat baik!'' racau nya lagi sambil bertepuk tangan.
Karena emosi yang tak stabil, rasa lelah menempuh perjalanan jauh, di tambah ia belum makan apa pun sedari pagi akhirnya membuat Ria jatuh tak sadar kan diri.
***
Yi sao masih duduk memandangi putri kecil nya yang sudah tertidur pulas, memandangi Siau xin dengan seksama memperhatikan wajah gembul menggemaskan itu.
Yani, sedang apa kau sekarang?
Apa kau baik baik saja?
Apa kau tidak ingin tau tentang putri kita? Dan kau tau? hari ini putri mu bercerita bertemu seorang wanita yang mengajak nya bermain bersama dia sangat bahagia. Apa kau tidak ingin mengajak nya bermain juga? Dia pasti juga akan sangat bahagia, benarkan?
Bisakah kau memaafkan ku? agar kita sekeluarga bisa berkumpul bersama?
__ADS_1
Gumam hati Yi sao.