Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
22


__ADS_3

Suara dering Hp yang tiba tiba berbunyi mengagetkan Ya ni di tengah lamunan nya.


''Nomor tak di kenal'' nama tampilan di layar Hp.


''Sebentar ya sayang, Bibi angkat telepon dulu'' ijin nya pada Siau xin.


Siau xin menganggukan kepala.


Ya ni : Wei(halo)?


: Halo? Ria!


Ya ni seperti mengenali suara laki laki di seberang telepon.


Ya ni : Robi?


Robi : Iya, ini aku. Kau di mana? aku di kamar mu.


Ya ni : Di kamar ku? (tanya Ria tak mengerti).


Robi : Semalam Dani menghubungiku saat kau masuk rumah sakit, Apa kau baik baik saja?


Ya ni : Aku baik, tapi tunggu jangan bilang kalau kau sudah ada di Taiwan?!


Robi : Iya, aku baru sampai dan langsung ke Rumah sakit tempat kau di rawat tapi kau tidak ada di kamar.


Ya ni : Astaga! apa kau gila?!!


Tut...tut...tut...


Sambungan di putus oleh Robi.

__ADS_1


''Sial kenapa sampai harus datang kemari'' umpat nya pelan.


Lily dan Siau xin menatap penuh rasa heran.


''Xin xin Bibi harus pergi, semoga kita bertemu lagi'' ucap Ya ni mencium kening Siau xin.


''Mbak Lily sebaiknya ajak Siau xin kembali, hari sudah mulai siang'' anjur Ya ni pada Lily.


''Baik Nona''


''Sampai jumpa'' lambai tangan Ya ni sambil berlari kecil.


Setelah kepergian Ya ni, Lily mendorong kursi roda Siau xin mencari keberadaan Yi sao.


***


Sementara Ya ni sudah sampai di depan kamar dan benar saja saat ia membuka pintu Robi ternyata sedang duduk di sofa menunggu nya.


''Apa yang kau lakukan Rob?'' tanya Ya ni tak mengerti.


Jelas saja Robi datang karena khawatir dan rasa cinta yang mendalam pada Ria, Robi takut terjadi sesuatu yang buruk pada Ria wanita yang di cintai nya.


''.....'' tidak ada jawaban dari Robi.


''Rob....'' belum sempat Ya ni meneruskan kata kata nya Robi dengan cepat memeluk tubuh mungil Ria masuk dalam dekapan nya.


''Apa yang kau lakukan Robi'' kata Ria mencoba melepaskan pelukan Robi.


''Sebentar saja..., sebentar saja Ria. Apa kau tau betapa khawatirnya aku?'' ucap Robi masih dengan pelukan nya.


''Robi...,lepaskan dulu! aku tau tapi kau bisa lihat aku baik baik saja''

__ADS_1


Robi melepaskan pelukan nya berganti memegangi kedua bahu Ya ni.


''Aku mencintai mu Ria'' akhirnya kata yang lama tersimpan di lubuk hati nya berhasil ia ucapkan.


Ria tertegun mendengar apa yang baru saja di kata kan Robi.


Mereka saling tukar pandangan, Robi hanyut dalam perasaan mencoba mendekat kan bibirnya untuk mencium bibir mungil Ria. Tapi Ria menolak dengan cepat memalingkan wajah nya, dan melepaskan cengkraman di bahu nya.


Robi merasakan kecewa di hati nya.


''Robi... aku...''


''Tidak apa apa Ria, kau tidak perlu menjawabnya sekarang'' potong Robi.


Hening...


Robi POV


Apa tidak ada kah sedikit pun tempat untuk ku di hati mu? apa kah tak bisa merasakan ketulusan ku? Ria aku sangat mencintai mu! aku berjanji akan selalu menunggu mu.


Ria POV


Kau pria yang baik Rob... bahkan terlalu baik.


Tapi maafkan aku.


Aku tidak bisa membalas cinta mu, mungkin nanti kau akan sadar dan menyerah dengan sendiri nya.


Aku sungguh tidak pantas untuk mu.


Maafkan aku...

__ADS_1


__ADS_2