Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
19


__ADS_3

Yi sao membuka mata nya dan tersenyum saat Ya ni melihat nya.


''Eh...,Kakak sudah bangun?'' kata Ya ni menghampiri Yi sao.


Yi sao hanya menganggukan kepala.


''Baiklah ayo bangun! sikat gigi dan cuci muka lalu sarapan! lihat aku bawa apa?'' kata nya mengangkat dua kantong plastik di tangan nya.


Yi sao pun melakukan apa yang di katakan Ya ni.


''Aku tau makanan di Rumah Sakit memang tidak enak, maka nya aku membelikan Kakak Susu kedelai juga roti isi sayur sumpah ini enak banget. Ayo makan! Aa....'' Ya ni menyuapi roti isi pada Yi sao yang baru duduk di sofa.


Yi sao seperti terhipnotis dan membuka mulut nya membiarkan Ya ni terus menyuapi nya lagi dan lagi, namun mata nya tak berkedip memandangi wanita berwajah manis ini.


''Bagaimana? enak kan?'' tanya Ya ni.


Yi sao hanya menganggukan kepala dan tersenyum.


''Baiklah habis kan ya, aku harus kembali ke atas dulu ya. Jangan lupa minum obat Kaka ya'' pamit nya berlalu.


''Ya ni'' panggil Yi sao.


''Ada apa Kak?'' tanya Ya ni menghentikan langkah nya.


''Terimakasih'' ucap Yi sao yang di balas senyuman manis di wajah Ya ni.


Yi sao mash tersenyum sendiri hingga Ken yang baru kembali setelah membeli sarapan pun tak di sadari nya.


''Wah...,ternyata Tuan sudah lebih dulu makan'' suara Ken menyadarkan Yi sao.

__ADS_1


''Apa gadis mungil itu yang membawakan nya?'' tanya Ken lagi, Yi sao hanya menganggukan kepala.


''Ken, cari tau semua tentang nya!'' ucap Yi sao.


''Baik Tuan''


''Makan lah sarapan mu, setelah itu kita harus mengurus sisa masalah semalam'' titah nya.


''Baik Tuan''


Flashback Off.


Pagi hari menjelang


Di salah satu kamar rumah sakit Ria yang tak sadar kan diri akhirnya membuka mata nya.


''Intan...'' panggil nya lirih merasakan kepalanya pusing.


''Aku di mana?''


''Di rumah sakit Mbak, semalam Mbak pingsang aku dan Dani sangat panik akhirnya kami membawa Mbak kemari'' jelas Intan.


''Dani? dia mana dia? sekarang pukul berapa?'' tanya Ria seolah mengingat sesuatu.


''Pukul 7....'' Intan belum sempat melanjutkan kata katanya, pintu terbuka terlihat Dani datang dengan beberapa kantong obat.


''Dani!'' panggil Ria.


''Iya mbak?''

__ADS_1


''Cepat pergi untuk memimpin Tour'' titah Ria.


''Tapi mbak.....''


''Tidak ada tapi! cepat pergi! kita tidak bisa mengecewakan mereka!'' potong Ria.


''.......''


Intan dan Dani saling melempar pandangan.


''Kalian jangan khawatir kan aku! cepat pergi!'' kata Ria lagi.


''Baik Mbak aku akan pergi biar Intan di sini menjaga mbak'' ucap Dani.


''Intan! pergi lah dan bantu Dani'' titah Ria.


''Tapi mbak.....'' Intan tidak melanjutkan kata kata nya setelah melihat tatapan tajam dari mata Ria.


''Ba...baik mbak! kami pergi dulu'' akhirnya pamit Intan.


''Hmz...hati hati'' jawab Ria.


Setelah kepergian Dani dan Intan, Ria mencoba mencari laptop nya dan sial seperti nya tertinggal di hotel.


''Pasti mereka tidak terpikir untuk membawa nya'' gumam nya lirih.


**Maaf ya alur ceritanya aku buat maju mundur, untuk yang beneran baca cerita nya dari awal pasti bisa di mengerti ya.


Untuk yang udah baca plis tolong jangan pelit untuk Like ya πŸ™

__ADS_1


Karena apresiasi dari kalian itu bener bener memotivasi aku banget.


Sekali lagi terimakasih ya πŸ™**


__ADS_2