Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
6


__ADS_3

Di Taiwan


Matahari pagi menyapa kesejukan musim dingin di Negara ini.


Negara yang ramah dan makmur.


Yang menyimpan banyak misteri dari dunia gelap yang tak terekspose dunia nya Mafia.


''Papa...'' panggil putri kecil Yi sao.


''Hah...,Siau Xin! Kau sudah bangun ya''


Siau Xin tersenyum lucu dan menggemaskan.


''Hari ini kita akan kemana Putri kecil ku'' tanya Yi sao mencubit pipi gembul sang putri.


Siau Xin hanya tersenyum.


''Cemalam Xin Xin mimpi'' celetuk Siau Xin dengan bibir mungil nya.


''Mimpi???...Mimpi apa sayang?''


''Beltemu Mama''


Yi sao tertegun mendengar celotehan putri kecil nya, harapan yang sama pun terbesit di hati nya.

__ADS_1


Oh Tuhan..., sungguh hukuman di tusuk pisau sampai mati itu adalah paling ringan bagi nya, dari pada menahan rasa rindu, bersalah dan penyesalan atas kesalahan yang ia perbuat.


Yani...,di mana kau sekarang? tidak kah hati mu merasakan apa yang ku rasa kan? aku sangat merindukan mu, maafkan aku Yani. Batin Yi sao


Ia mencium kening Siau Xin yang tersenyum gemas menampakan lesung pipi kanan nya.


''Ayo kita sarapan'' ajak Yi sao.


Siau xin Hanya menganggukkan dan membentangkan tangan tanda ingin duduk di pangkuan Sang Papa.


Di Indonesia


Matahari sudah menyapa pagi, namun seorang gadis masih terlelap dalam mimpi buruk nya.


Di tengah derasnya rintikan hujan yang mengguyur Kota di malam hari, kilatan petir mengilap menghiasi langit hitam malam itu di sertai gemuruh yang menggelegar.


''Tidak akan ku biar kan!! Li! cepat tusuk kan pisau itu! cepat Li!!!'' ucap wanita paruh baya.


''Jangan kak! jangan! ini anak kita! aku mohon!'' pinta wanita hamil itu melangkah mundur.


''Li!! cepat tusuk dia!!! atau kau ingin aku yang menusuk nya!!''


Seorang pemuda tampan melangkah mendekati wanita yang tengah hamil 7 bulan itu, dengan derai air mata yang tertutupi oleh tetesan air hujan, menahan sakit dan pilu tak tertahan, ia mengayun kan pisau itu ke perut sang wanita hamil**.


''Aakh!!! Tidak!!!! Anak ku!!!'' teriak Ria terbangun dari mimpi nya.

__ADS_1


Keringat dingin mengucur deras membasahi tubuh nya, air mata tak tertahan pun jatuh menetes di pipi.


***


Rasa kesedihan mendalam kembali mengungkit kenangan pahit di masa lalu, rasa cinta yang ada, telah tertutup dengan rasa kecewa atas penghianatan dan kesakitan.


Luka bekas tusukan pisau dan sayatan akibat operasi secar yang di lakukan mendadak masih membekas di tubuh nya.


Bahkan yang lebih menyakitkan adalah ketika Ayah dari Anak yang ia kandung lah yang telah menyakiti nya. Sungguh sangat pedih dan terluka saat mengetahui anak nya tak dapat tertolong, di tambah tanpa dapat melihat jasad sang Anak, Ria di paksa untuk pergi dan meninggal kan Negara Formosa itu.


Teriakan kesakitan menggema di ruangan, rasa hancur dan terluka hingga nyaris ia berniat untuk menghilangkan nyawa nya sendiri.


***


Ria menghapus air mata nya, mencoba menghilangkan kenangan pahit itu.


Bagaimana aku bisa ikut, jika Negara yang katanya Indah itu adalah Neraka bagi ku.


Batin nya.


Ria bangkit dari tidur nya melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setiap hari nya untuk berangkat kerja ia akan memilih berjalan kaki menuju stasiun LRT terdekat.


Sebagai Li Liang Xin / Siau xin.

__ADS_1



__ADS_2