
Pintu lift terbuka, Zayn langsung keluar dan diikuti oleh Aliandra. Tampak sebuah pintu yang berada di sudut ruangan tersebut.
Zayn melangkahkan kakinya ke arah ruangan itu di ikuti Aliandra yang celingak celinguk melihat ruangan lantai teratas itu, ia memandang dengan sangat takjub.
*Kreek*
Zayn membuka pintu tersebut tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Aliandra yang melihatnya langsung kesal dengan tindakan yang ia anggap tidak sopan itu.
"Heii apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan orang?" pekik Aliandra
"Kenapa aku harus mengetuk pintu?" tanya Zayn masih berdiri didepan pintu sambil memegang handle pintu.
"Kalau mau masuk ke ruangan orang lain kau memang harus mengetuk pintu dulu, apa kau tidak tau sopan santun? tanya Aliandra sambil menyunggingkan senyuman.
"Ini perusahaan milikku dan ini ruanganku kalau kau belum tau jadi, aku tidak harus mengetuk pintu dulu" jelas Zayn dan masuk ke ruangan.
Ciih sombong sekali. Tapi kenapa aku bisa sampai sebodoh ini tidak ingat kalau gedung ini punya pria yang tidak punya hati itu. Aliandra menggerutu dalam hati sambil mengikuti Zayn masuk ke ruangan.
Saat didalam ruangan, Aliandra melihat sosok pria yang juga ia temui waktu dikantin dulu saat pertama kali bertemu dengan Zayn.
Ganteng juga pria itu. Kenapa dulu aku tidak menyadarinya ya? Mata Aliandra tak lepas dari pria yang sedang sibuk didepan laptop itu.
"Apa semua baik baik saja?" tanya Zayn pada pria itu sambil mendudukkan dirinya di atas sofa.
"Tentu saja. aku sudah mengawasi semuanya" jawab Celvin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
Celvin tidak meyadari kehadiran Aliandra dari tadi.
Aliandra tampak bertanya tanya tentang siapa pria yang duduk di kursi itu.
Bukankah pria yang bersamaku ini boss nya? kenapa seperti laki laki itu yang jadi boss nya? Tapi memang lebih cocok pria tampan ini sih yang jadi bossnya. hihi
Aliandra tampak menahan senyum dan Zayn memperhatikan nya daritadi.
"Dia Celvin Sekretarisku, tapi lebih tepat dibilang pembantuku sih" ucap Zayn tertawa.
Ooo jadi namanya Celvin. Nama yang bagus sesuai dengan wajahnya yang tampan. Batin Aliandra tanpa menjawab omongan Zayn.
Sedangkan Celvin tampak menahan kesal karena dibilang pembantu oleh Zayn.
Kalau tidak karena bantuanku mungkin perusahaan ini sudah lama bangkrut ditangan mu tuan muda. Batin Celvin.
" Kenapa kau diam saja? apa kau tidak mendengarku?" tanya Zayn pada Aliandra
"Ma-maaf aku melamun tadi" jawab Aliandra terkejut
"Apa kau memikirkan kalau dia lebih pantas jadi bossnya daripada aku?" tanya Zayn sambil menunjuk ke arah Celvin
"Tidak, Bagaimana bisa aku berpikir seperti itu." jawab Aliandra sekenanya.
__ADS_1
Bagaimana dia bisa tahu apa yang aku pikirkan? Apa dia bisa membaca pikiran orang? hah tidak mungkin
"Aku lelah sekali, cepat bukakan sepatuku, aku mau tidur sebentar" perintah Zayn kepada Aliandra.
"Kalau mau tidur ya tidur saja, kau punya tangan untuk membuka sepatumu sendiri" Jawab Aliandra
"kau sekarang adalah budakku kalau kau lupa" jawab Zayn memejamkan mata sambil menggoyangkan kakinya menyuruh Aliandra membuka sepatunya.
" Baiklah" Jawab Aliandra sambil memutar bola matanya dan berjalan ke arah Zayn.
Aliandra membungkuk didepan kaki Zayn dan membuka sepatunya dengan paksa.
"Apa kau tidak suka? atau kau mau aku menambah hukumanmu?" tanya Zayn melihat ke arah Aliandra.
"Tidak, Aku hanya kesulitan saja membukanya" jawab Aliandra berbohong.
"Buka kaos kakiku juga" perintah Zayn lagi
"Apa? Tidak mau." jawab Aliandra memelototkan bola matanya ke arah Zayn.
"Kalau begitu hukumanmu ku tambah menjadi..."
"baik baik. Aku akan membukakannya untuk tuan raja" jawab Aliandra memotong ucapan Zayn.
Aliandra medengus kesal sambil membuka kaos Zayn dan membuangnya ke sembarang arah.
"Ooo jadi kau tidak ikhlas ya?" senyum jahat Zayn mulai muncul
"Anak yang pintar" ucap Zayn sambil tersenyum licik ke arah Aliandra.
Zayn pun memejamkan matanya dan tertidur. Celvin yang sedari tadi memperhatikan tingkah dua orang manusia didepannya itu hanya menggelengkan kepala saja dan melanjutkan pekerjaanya.
"Apa kau tidak pernah berniat untuk bunuh diri?" Tanya Aliandra membuka percakapan
Celvinpun tertawa dan menutup Laptopnya.
"Kenapa anda bertanya seperti itu nona?" dengan senyum yang masih mengambang di bibirnya.
"Bertemu dengan lelaki seperti bossmu itu setiap hari apa tidak membuatmu frustasi?" tanya Aliandra kembali
Celvin hanya membalas pertanyaan Aliandra dengan tertawa.
"Kenapa kau tertawa saja? apa kau sudah gila juga sama seperti boss mu?" tanya Aliandra lagi
"Apa aku terlihat seperti orang gila?" dibalas bertanya oleh Celvin.
Aliandra hanya mendengus kesal saja karena ia rasa percuma berbicara dengan laki laki yang ternyata sama saja dengan bossnya itu.
Apa mereka memang ditakdirkan bersama sehingga memiliki watak yang sama? membuatku tambah kesal saja berlama lama disini.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Zayn pun bangun dan merasakan perutnya sangat lapar. karena memang jam makan siang sudah masuk.
"Aku lapar sekali, cepat masakkan aku mie instant" perintah Zayn pada Aliandra sambil bangun dari tidurnya.
"Apa disini tidak ada kantin sampai menyuruhku masak segala." Ucap Aliandra
"Aku hanya ingin memanfaatkan budakku. Percuma saja kau ku bawa kesini kalau kau tidak melakukan apa apa." Jawab Zayn.
Aliandra bangkit dan berjalan ke arah pintu hendak keluar.
"Hei kau mau kemana?" tanya Zayn
"Maaf tuan raja bukankah anda menyuruh saya untuk membuatkan mie instant?" tanya Aliandra dengan senyum yang dibuat buat.
"Iya, tapi kenapa kau malah keluar? dapurnya disana" tunjuk Zayn pada sebuah pintu di sudut ruangan itu.
Kenapa tidak bilang daritadi. Dia pikir aku tahu apa ruangan di kantor ini. Batin Aliandra
Aliandra langsung berjalan ke arah pintu yang ditunjuk Zayn tadi dan di ikuti oleh Celvin.
"Ini kuncinya." Ucap Celvin sambil menyodorkan sebuah kunci dengan gantungan menara Eiffel.
Aliandra mengambil kunci itu tanpa mengatakan sepatah katapun.
Pikiran Jail Celvinpun mulai muncul untuk membuat Aliandra semakin kesal.
Celvin mengikuti Aliandra ke dapur.
"Tuan muda biasanya memasukkan garam 1 sendok penuh saat membuat mie" ucap Celvin setengah berbisik pada Aliandra.
"Apa kau mau membohongiku?" tanya Aliandra dengan menyipitkan kedua matanya tak percaya.
"Ya sudah kalau kau tidak mau aku beritahu. Lihat saja nanti tuan muda akan menyuruhmu memasak lagi." jawab Celvin dengan wajah serius dan meninggalkan Aliandra.
Saat sudah keluar dari dapur, Celvin pun terkekeh memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
Apa benar yang di ucapkan oleh Sekretaris itu? tapi dia tidak terlihat sedang mengerjaiku. Aah sudah lah, ikuti saja, mungkin memang benar. monster itu kan memang aneh, tidak heran juga kalau makanannya pun aneh.
Aliandra memasakkan mie instant yang sudah tersedia di dapur itu dengan menambahkan sesendok penuh garam.
"Akhirnya selesai juga" ucap Aliandra pelan dan melangkahkan kakinya keluar dapur dengan membawa mie instant di tangannya.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like,comment dan votenya yaa dan terus ikuti kisahnya.