Kisah Cinta Yang Tak Disengaja

Kisah Cinta Yang Tak Disengaja
#12 Kesal


__ADS_3

Aliandra berjalan dengan senyuman diwajahnya, ia sama sekali tak curiga kalau ia sedang dijaili oleh Celvin.


Celvin tampak menahan tawa saat melihat Aliandra keluar dengan wajah tanpa dosa.


Wanita ini benar benar polos sekali. Lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Celvin.


Aliandra meletakkan mie instant itu diatas meja di depan Zayn dengan hati-hati. Zayn yang memang sudah lapar dari tadi langsung memegang sendok dan garpu, lalu meniup sebentar mie tersebut kemudian langsung melahapnya.


Tiba-tiba wajah Zayn langsung berubah menjadi merah dan menyemburkan mie yang ada didalam mulutnya dan berlari ke toilet.


Aliandra yang daritadi memperhatikan Zayn pun terkejut, ia sama sekali belum menyadari apa yang terjadi.


Apa yang salah? apa mie nya masih terlalu panas atau garamnya masih kurang? Tanya Aliandra dalam hati.


Celvin langsung terkekeh melihat ekspresi Aliandra yang bingung.


Tidak lama kemudian Zayn keluar dari toilet dengan muka masih merah padam.


"Apa kau mau mencoba membunuhku lagi?" Zayn bertanya pada Aliandra dengan sangat kesal.


"Maksudmu apa? aku sama sekali tidak mengerti" jawab Aliandra polos


"Kau sengaja kan menambahkan banyak garam kedalam mie itu?" tuduh Zayn dengan menyipitkan kedua matanya.


"iya, bukankah kau menyukai nya?" taya Aliandra polos.


"Apa? siapa yang menyukai mie dengan garam sebanyak itu. Kau benar benar ingin membunuhku rupanya." kesal Zayn.


"Tapi.." Aliandra hendak mengatakan kalau Celvin yang memberitahunya tadi.


"Maaf tuan muda, sepertinya wanita ini benar benar ingin melukai anda" Celvin langsung memotong pembicaraan Aliandra.


"Lihat saja, Aku akan membuatmu menyesal seumur hidup karena sudah berencana membunuhku" Zayn menunjuk tepat ke arah wajah Aliandra.


Aliandra hanya menunduk ketakutan dengan kemarahan Zayn dan menahan kesal pada Celvin yang sudah membohonginya.


"Aku akan membuatkan mu lagi kalau kau mau" ucap Aliandra


"sudah tidak nafsu" ketus Zayn


Zayn menarik tangan Aliandra dengan kasar keluar ruangannya.


"Hei lepaskan tanganku, Sakiit" Aliandra mencoba melepaskan tangannya, tapi karena genggaman Zayn yang sangat erat, Aliandra tidak bisa melepaskan tangannya.


"Sudah diam saja jangan banyak bicara" Zayn masih memegang tangan Aliandra dan menekan tombol lift.


Tidak lama kemudian pintu lift terbuka, Zayn menarik Aliandra masuk.


Zayn menyandarkan tubuh Aliandra di dinding lift.


Apa yang akan dia lakukan? dia tidak akan macam macamkan. Aliandra memejamkan matanya karena menyadari kalau wajah Zayn semakin mendekat ke wajahnya


"Kalau kau mencoba membunuhku lagi kau akan lihat hidupmu akan hancur di tanganku" ucap Zayn berbisik ditelinga Aliandra.

__ADS_1


Aliandra gemetar mendengar ucapan Zayn dan juga sedikit lega karena Zayn tidak melakukan apa apa padanya.


Pintu lift terbuka, Zayn keluar terlebih dahulu dan berjalan dengan cepat menuju ke area parkir sedangkan Aliandra berusaha untuk mengikuti langkah Zayn dengan sedikit berlari.


Sesampainya di mobil Zayn dan Aliandra pergi meninggalkan gedung AIC, tak ada percakapan didalam mobil hanya terdengar suara klakson dari pengguna jalan lainnya.


Aliandra tidak tahu Zayn mau membawanya kemana lagi tapi ia juga tidak punya keberanian untuk menanyakannya pada Zayn karena tampak dari mimik wajahnya Zayn masih kesal.


Apa aku akan di bawa ke tempat sepi dan dibunuh dengan sadis disana tanpa bisa berteriak minta tolong? Aliandra sibuk dengan pikirannya.


Tak lama kemudian Zayn membelokkan mobilnya ke sebuah restaurant bintang 5. Aliandra langsung bernafas lega.


"Kenapa kau bernafas seperti itu?" tanya Zayn dengan memandang ke arah Aliandra.


"Tidak, aku hanya agak sesak saja tadi mungkin karena banyak debu di sepanjang jalan tadi" Aliandra beralasan agar Zayn tidak tahu apa yang ia pikirkan dari tadi.


"Benarkah?" tanya Zayn kembali sambil menyunggingkan senyuman


Aliandra hanya mengangguk.


"Kita kan pakai AC. mana mungkin kau bisa mencium bau debu" Zayn tertawa kecil. "Apa kau pikir aku akan membawamu ke suatu tempat sepi dan membunuhmu disana?" tanya Zayn lagi


Aliandra membelalakkan matanya mendengar pertanyaan dari Zayn.


Kenapa dia selalu bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan? dia benar benar makhluk yang aneh.


"Mana mungkin aku berpikir seperti itu" jawab Aliandra sambil tertawa dibuat buat. "Sudahlah, kau laparkan? sana masuk dan makanlah." Ucap Aliandra tak ingin memperpanjang masalah.


"Apa kau tidak makan?" tanya Zayn


"Aku tidak mau kau mati konyol karena kelaparan. Ayo cepat keluar!" Perintah Zayn.


Mau tidak mau Aliandra pun ikut dengan Zayn masuk ke restaurant. Ia tampak cemas dan Zayn menyadari hal itu.


Seorang pelayan menghampiri meja Zayn dan Aliandra.


"Ini daftar menunya tuan dan nona. Jika sudah selesai memilih tinggal tekan tombol yang berwarna hijau di sudut meja. Kami akan datang lagi." Ucap pelayan restaurant tersebut dengan sopan dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Zayn sudah selesai memilih menunya lalu menyodorkan daftar menu kepada Aliandra.


"Cepat pilihlah" sambil menyodorkan daftar menu


Aliandra tampak ragu mengambilnya.


"Aku yang bayar" ucap Zayn singkat


mata Aliandra langsung berbinar dan ia dengan semangat menulis menu menu yang akan ia santap.


mumpung di bayarin, pilih yang banyak dan mahal aah. Hitung-hitung untuk balas dendam atas perlakuan kasarnya padaku. Itulah yang ada dipikiran Aliandra


"Udah" ucap Aliandra menyerahkan daftar list makanan yang ia pesan dan daftar menu.


Zayn terkejut melihat banyaknya makanan yang dipesan Aliandra dengan harga yang mahal-mahal pula.

__ADS_1


Zayn menekan tombol hijau tanpa berkata sepatahpun pada Aliandra.


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Aliandra menyantap makanannya dengan lahap sedangkan Zayn terus memperhatikan tingkah Aliandra yang aneh itu sambil menyuap makanannya.


Kau pasti mau mengerjaiku kan. Lihat saja, aku yang akan balik mengerjaimu. hahaha


Setelah selesai makan. Zayn menekan tombol berwarna kuning untuk membayar makanannya.


Tak lama kemudian salah satu pelayan datang ke meja Zayn dan Aliandra.


"Total semuanya lima juta enam ratus ribu tuan" pelayan itu menyerahkan sebuah struk pesanan kepada Zayn.


Zayn langsung mengeluarkan kartu kreditnya dengan ekspresi biasa saja.


Kenapa dia tidak terkejut? Batin Aliandra


Setelah selesai dengan pembayaran, Zayn dan Aliandra pun keluar dan kembali masuk ke mobil.


Zayn menyerahkan struk tadi pada Aliandra.


"Kau berhutang 5 juta padaku" ucap Zayn santai


Aliandra langsung terkejut dan menelan ludahnya kasar.


"Tapi kau bilang kau yang membayar nya" ucap Aliandra mengingatkan Zayn


"Ya, memang aku yang bayar pakai uangku dulu, tapi bukan berarti aku mentraktirmu" ucap Zayn santai dan melihat ekspresi Aliandra.


"Kenapa kau tidak bilang daritadi, aku pasti tidak akan memesan makanan sebanyak itu" sesal Aliandra


"Oo jadi kau pikir aku mau mentraktirmu ya?" tanya Zayn sambil tertawa.


"Kau terlalu percaya diri sekali menganggapku mentraktirmu" tambah Zayn.


Aaaa bagaimana ini, aku harus bayar dengan apa? aku tidak punya uang sebanyak itu. Lagian kenapa aku bodoh sekali berpikir seperti itu tadi. Aliandra tampak panik.


"Jangan bilang kau tidak punya uang untuk membayar makananmu tadi" tebak Zayn


"I iya. Aku tidak punya uang sebanyak itu" jawab Aliandra jujur dengan gugup bercampur malu.


"Hahaha.. Kalau kau tidak punya uang kenapa memesan sebanyak itu?" Zayn tertawa terbahak bahak.


Aliandra hanya menunduk malu sekaligus bingung bagaimana ia bisa membayar hutangnya itu.


Meskipun Aliandra berasal dari keluarga yang bisa dibilang berada, tapi ia tidak pernah meminta uang untuk sekedar berfoya-foya.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan votenya ya readers :)


__ADS_2