
Aliandra masih ngos-ngosan saat tiba di depan pintu ruangan Zayn. Nora yang melihat itu hanya tersenyum kecil saja karena ia tahu pasti bossnya itu yang membuat Aliandra sampai seperti itu.
Aliandra langsung membuka ganggang pintu dan masuk dengan nafas yang mulai teratur.
Zayn yang melihat Aliandra berdiri di pintu tidak langsung berbicara, ia hanya melihat jam di tangannya.
"Masih tersisa 15 detik" ucapnya santai tanpa menoleh ke arah Aliandra
"Kau belum terlambat jadi tidak ada hukuman" sambung Zayn.
Aliandra langsung membuang nafas dengan kasar ia merasa sangat lega karena ia tidak membuat pria didepannya itu menghukumnya lagi dengan semena-mena.
"Kenapa kau memanggilku?" tanya Aliandra dengan nada malas.
" Tidak ada " jawab Zayn santai.
Aliandra langsung membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Zayn tadi. Kemudian wajahnya mulai memerah menahan kesal.
"Jika tidak ada lalu kenapa kau menyuruhku tergesa-gesa kemari?" Tanya Aliandra dengan nada kesalnya dan kening yang mengkerut.
"Aku hanya tidak ingin kau bersenang-senang didalam masa hukumanmu" Zayn menjawab dengan senyuman sinis di wajahnya.
Aliandra yang mendengar itu hanya bisa menelan ludah dengan kasar karena ia tidak bisa berkata lagi dan tidak ingin menambah masalah baru. Toh ia juga tidak bisa menuntut apa-apa.
"Kenapa kau hanya berdiri disitu?" Zayn mengangkat satu alisnya.
__ADS_1
"Duduklah" perintah Zayn.
Tanpa menjawab Aliandra langsung beranjak ke sofa dan melemparkan tubuhnya dengan kasar disana.
Rasanya kakiku benar-benar ingin copot
Aliandra memijat betisnya sendiri yang terasa sangat pegal itu. Bagaimana tidak ia harus bolak balik berlari menuruni dan menaiki anak tangga dengan cepat dan heels yang tinggi.
Zayn yang melihat itu hanya tersenyum puas karena ia berhasil mengerjai Aliandra.
"Kenapa kakimu?" tanya Zayn dengan cuek
"Kau masih saja bertanya, apa kau tidak lihat aku menuruni dan menaiki anak tangga 4 lantai, tentu saja itu membuat kaki ku terasa ingin lepas" Aliandra menjawab dengan nada berapi-rapi.
"Lagian siapa suruh kau kembali dengan menaiki tangga darurat" jawab Zayn santai.
"Bukankah liftnya mati?" tanya Aliandra meyakinkan.
"siapa bilang, apa kau sudah mencoba nya?" tanya Zayn dengan senyuman yang tidak bisa di artikan.
Aliandra menelan ludah dengan kasar karena ia merasa bodoh sekali tidak mencoba naik lift tadi. Namun kemudian matanya memicing tajam ke arah Zayn.
"Apa kau sengaja mematikan liftnya?"
tanya Aliandra curiga
__ADS_1
"Kau pikir aku punya banyak waktu untuk melakukan itu?" Zayn balik bertanya dengan nada santai.
Aliandra mendengus kesal karena ia masih merasa di kerjai oleh Zayn tapi ia juga tak punya bukti jika itu memang kelakuan pria gila didepannya itu.
Pasti kau yang melakukannya pria gila. Apa yang tidak bisa kau lakukan dengan kekuasaanmu itu? Ciih
Melihat ekspresi Aliandra membuat Zayn menahan tawa karena ia benar-benar berhasil mengerjai wanita itu.
"Ada minuman dingin di kulkas, ambil saja kalau kau mau. Kau pasti sangat haus kan?" Zayn mengatakannya dengan nada mengejek.
"Benarkah?" mata Aliandra langsung berbinar, karena ia merasa menemukan air di tengah padang pasir yang tandus.
"Lihat saja kalau kau tidak percaya"
ketus Zayn
Sebelum Zayn selesai menjawab pertanyaan Aliandra, wanita itu sudah bergegas ke dapur mencari air dingin.
Melihat hal itu Zayn hanya menggelengkan kepala.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like,comment dan vote ya readers