
Aliandra langsung mengalihkan pandangannya saat yakin bahwa laki-laki yang berdiri didepan pintu itu adalah Ricko mantannya.
"Kenapa kau berdiri saja disitu? Ayo kemari" ucap Zayn kepada Ricko.
Ricko pun tersenyum dan langsung berjalan ke arah Zayn, Ricko tidak menyadari kalau wanita yang berdiri didepan Zayn adalah mantannya dulu saat SMA.
"Apa kabar lo tengik?" Sapa Ricko pada Zayn sambil tertawa.
"Cuma lo yang berani pake panggilan itu ke gue" ucap Zayn sambil tersenyum sinis.
"Haha, Bro kita kan udah temenan dari masih jadi janin di perut nyokap kita dulu" Ricko tertawa renyah.
"Ada-ada aja lu tong" jawab Zayn menimpali candaan sahabat dari kecilnya itu.
Ricko melihat ke arah Aliandra, namun karena Aliandra menunduk, Ricko tidak mengenalinya.
"Ini pacar lu bro? Udah gede ya lo sekarang udah bisa pacaran" Goda Ricko.
"Enak aja lu kalo ngomong, dia budak gue" jawab Zayn sambil melihat ke arah Aliandra.
"Apa? Cewek cantik gitu lo jadiin budak? Seharusnya lo jadiin istri bro" ucap Ricko sambil memandangi Aliandra.
"Enak aja, gue nggak mau punya istri kayak dia." Sanggah Zayn
"Ntar lama-lama cinta lo sama dia" Ricko terus saja menggoda Zayn.
"Udah lah, ngapain juga bahas itu" Zayn mulai kesal dengan ocehan sahabat nya itu.
"Haha, lu dari dulu pasti selalu gitu, setiap bahas cewek pasti langsung ganti topik. Curiga gue sama lo" ucap Ricko sambil menyipitkan matanya pada Zayn.
"Curiga apa? Gue laki-laki normal ya" Zayn langsung tahu kemana arah pembicaraan Ricko.
Ricko hanya tertawa terpingkal-pingkal saat melihat ekspresi kesal Zayn.
"Eeh lo ngapain nunduk aja disitu?" Tanya Zayn pada Aliandra.
"Ehm. Nggak papa." Jawab Aliandra singkat.
"Cepat buatkan kopi untuk tamu ku " perintah Zayn pada Aliandra.
Aliandra langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi, ia tidak mau kalau sampai Ricko mengenalinya.
/Kenapa harus ketemu dia disini sih? Mau tarok dimana nih muka kalo sampai Ricko tau kalo ini aku.
Kok Ricko makin ganteng aja sih? Nyesal gue mutusin dia dulu./ Aliandra bergumam dalam hati selama membuatkan kopi untuk Zayn dan Ricko.
Setelah selesai, Aliandra tidak langsung mengantarkan kopi itu keluar. Ia terlalu gugup untuk bertemu pandang dengan Ricko.
Ricko dan Zayn asyik berbincang-bincang di sofa sambil sesekali terdengar gelak tawa yang pecah diantara mereka. Sedangkan Celvin sibuk mengotak-atik laptopnya, mungkin ia tengah mengerjakan sesuatu.
Aliandra memberanikan diri untuk meletakkan kopi itu, ia perlahan melangkah keluar dapur. Namun, saat Aliandra masih berjalan ke arah sofa, tiba-tiba ponsel Ricko berbunyi dan ia pun permisi keluar pada Zayn.
/Syukurlah aku nggak harus beradu pandang sama dia./
__ADS_1
Aliandra berjalan dengan cepat ke meja didekat sofa, dan meletakkan kopi tersebut di depan Zayn.
"Kenapa kau berkeringat seperti itu? Apa kau kepanasan?" Tanya Zayn pada Aliandra saat melihat peluh di dahi Aliandra.
"Tidak" jawab Aliandra singkat.
Zayn pun langsung meletakkan tangannya di dahi Aliandra.
"Kau juga tidak demam" ucap Zayn sambil menurunkan tagannya kembali.
" Aku hanya kurang enak badan saja, tidak sampai demam" Aliandra mencoba mencari alasan agar Zayn tidak mencurigainya.
"Baiklah, kau istirahatlah dulu. Jangan merepotkan ku" ucap Zayn sambil mengibaskan tangannya pada Aliandra menyuruh Aliandra pergi.
"Baiklah, aku mau ke dapur dulu membuat teh" ucap Aliandra sambil berlalu pergi meninggalkan Zayn.
Saat Aliandra berbalik dan berjalan beberapa langkah, Ricko pun masuk dan duduk di sofa tadi bersama Zayn.
/Huft.. untung aku cepat pergi, kalaur tidak Ricko pasti melihat ku/
Aliandra masuk ke dapur dan menutup pintunya. Ia hanya duduk di meja sambil memejamkan matanya.
Tak terasa iapun benar-benar tertidur.
---
---
"Usaha lo udah berkembang pesat kayaknya. Makin jago aja lo bisnis" ucap Zayn kepada Ricko
"Ya semua orang pasti ngalamin lah, nggak ada yang berjalan mulus dari awal sampai akhir. Pasti ada rintangannya" sahut Zayn.
"Iya, perusahaan lo juga makin maju juga, pasti omsetnya juga makin gede lah ya" goda Ricko
"Ini kan punya papa gue, gue cuma nerusin doang." Ucap Zayn
"Gue pengen punya usaha sendiri kayak lo yang mulai dari nol" sambung Zayn.
"Lo udah di kasih hidup enak tinggal nikmatin doang malah pengen susah. Gila lo" ucap Ricko sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya gue juga pengen nikmatin hasil dari jerih payah sendiri. Gue nggak mau dibilang anak manja sama orang-orang" ucap Zayn sambil mengerutkan keningnya.
Ricko pun tertawa mendengar pernyataan Zayn sahabat nya itu.
"Lo buktiin dong ke semua orang kalo lo bukan anak manja" Ricko menyemangati Zayn.
"Iya, tapi nanti tunggu gue nikah dulu aja" jawab Zayn serius.
"Apa? Lo mau nikah? Seriusan lo? Sama siapa?" Ricko meneror Zayn dengan beberapa pertanyaan.
"Nggak tau, papa udah pilihin calon istri buat gue. Tapi papa nggak bilangin siapa orangnya, dia cuma bilang dia cewek yang baik" jelas Zayn panjang lebar.
"Ya elah bro, emang masih zaman ya pake di jodoh-jodohin segala." Ricko tertawa sambil menepuk pundak Zayn.
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi. Gue selalu nggak bisa nolak permintaan papa. Lo kan tahu sendiri" jawab Zayn.
"Iya sih, tapi gue yakin papa lo nggak mungkin pilih sembarang orang buat jadi menantu alias istri anak manjanya ini" Ricko sangat suka menggodai sahabat nya itu.
"Udah gue bilang, gue bukan anak manja" kesal Zayn
"Iya-iya becanda doang kali" jawab Ricko sambil tertawa.
Tak lama kemudian, Ricko pun berpamitan pulang pada Zayn karena ia masih memiliki urusan di restaurant miliknya.
Setelah Ricko pergi, Zayn beranjak ke dapur menemui Aliandra. Ia mendapati Aliandra tertidur pulas didapur.
/Dasar cewek gila, didapur aja tidurnya bisa senyenyak itu apalagi di kasur/ Zayn terkekeh membayangkannya.
Aliandra yang mendengar suara Zayn langsung bangun dan berdiri sambil merapikan pakaian dan rambutnya. Tak lupa ia menyeka sudut bibirnya takut ada sungai yang mengalir disana.
"Heh, aku menggajimu untuk membantu pekerjaanku bukan untuk tidur" ketus Zayn
Aliandra langsung pucat dan gemetar takut Zayn menghukumnya.
"Ma-maaf aku tidak sengaja tertidur." Ucap Aliandra
"Ayo pulang, sepertinya kau benar- benar sakit. Aku tidak mau kau mati di ruanganku" ucap Zayn sambil berjalan keluar dapur.
"Tapi aku kan menyetir mobil sendiri kesini" jawab Aliandra
"Sudah jangan banyak bicara, biar Celvin yang mengantar mobilmu pulang"
Aliandra hanya mengikuti langkah Zayn tanpa berkata apapun.
Celvin mendekati Aliandra dan berbisik
"Hati-hati tuan muda akan menghukummu dengan kejam" Celvin berbisik di telinga Aliandra sehingga membuat wanita itu menjadi semakin takut dan merinding.
Selama diperjalanan, Aliandra hanya diam saja.
"Apa kau mengenal Ricko?" Tanya Zayn pada Aliandra
"Ti-tidak. Aku tidak mengenalinya" jawab Aliandra gugup
"Lalu kenapa kau sepertinya menghindar untuk bertemu dengan Ricko tadi?" Zayn mulai penasaran dan menyipitkan matanya ke arah Aliandra.
"Tidak, mungkin hanya perasaanmu saja" Aliandra tak berani menatap Zayn. Ia lebih memilih untuk melihat ke arah depan.
"Hmm.. mungkin" jawab Zayn sambil kembali fokus ke jalanan.
Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi sampai mereka tiba di depan rumah Aliandra.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, comment dan vote nya agar author juga semangat menulis dan melanjutkan ceritanya.