
Rasanya belum puas bagi Zayn untuk mengerjai Aliandra. Zayn pun mulai berpikir rencana selanjutnya untuk menyiksa gadis itu.
Kenapa aku menjadi candu begini mengerjai gadis gila ini. Zayn cekikikan sendiri setelah mendapatkan ide untuk mengerjai Aliandra.
"Hei kau pikir aku mempekerjakanmu sebagai boss disini?" Zayn melihat ke arah Aliandra yang tengah bersandar disofa karena masih merasa kekenyangan.
"Ti.. tidak" jawab Aliandra gugup bercampur takut
Kenapa dia bertanya seperti itu? apa aku salah lagi? Tanya Aliandra dalam hati.
"Lalu apa namanya?" tanya Zayn sambil terus menatap Aliandra.
Aliandra menjadi salah tingkah dan bingung karena tidak tahu apa yang dimaksud dengan Zayn.
"Maksudnya apa? aku tidak mengerti ucapanmu" Aliandra menjawab cuek agar terlihat biasa-biasa saja padahal jantungnya terasa ingin melompat keluar.
"Kau seenaknya datang terlambat kemudian makan-makan seenaknya setelah itu kau malah malas-malasan di sofa. Itu apa namanya? apa ada babu yang seperti dirimu?" Zayn berbicara panjang lebar yang membuat Aliandra semakin tersudut dan tidak dapat menjawab ucapan Zayn.
"Maaf" Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Aliandra.
Melihat raut wajah Aliandra yang merasa begitu bersalah membuat Zayn semakin bersemangat untuk menyiksa wanita itu.
"Senang sekali menjadi dirimu, membuat kesalahan kemudian meminta maaf setelahnya membuat kesalahan baru lagi dan meminta maaf lagi begitu saja seterusnya" Zayn semakin memojokkan Aliandra.
__ADS_1
Lalu aku harus bagaimana? Tanya Aliandra dengan nada malas.
Bukannya kau yang membuatku seperti ini? lalu kenapa malah menyalahkanku. Dasar aneh
Mendengar pertanyaan Aliandra, Zayn langsung tersenyum lebar karena merasa aksinya sebentar lagi selesai.
"Cepat kau antar piring-piring itu ke bawah" Kali ini Zayn tidak menoleh ke arah Aliandra, ia sibuk mengotak-atik laptopnya yang sebenarnya tidak menyala.
"Tapi bukannya biasanya di jemput ya?" Tanya Aliandra.
Aliandra merasa sangat malas untuk bergerak karena masih kekenyangan.
"Waah sepertinya dirimu memang ingin menjadi boss ya disini?" Tanya Zayn sambil bertepuk tangan.
"Yasudah" Zayn menjawab singkat tanpa menoleh ke arah Aliandra sambil mengibaskan tangannya menyuruh Aliandra segera pergi.
Dasar laki-laki tak punya hati. Mentang-mentang boss seenaknya saja memerintah orang.
Aliandra langsung bangkit dan berjalan membawa nampan berisi piring kotor di kedua tangannya. Ia melihat Zayn sambil tak berhenti menggerutu di dalam hati.
Saat Aliandra sudah keluar dari ruangan, Zayn langsung menelepon staff yang mengurusi bagian lift untuk memberhentikan fungsi lift sampai ia meneleponnya kembali.
(Matikan fungsi liftnya sekarang sampai aku meneleponmu lagi) Zayn berbicara dengan orang yang mengangkat telepon di seberang sana tanpa menunggu jawaban dari staff tersebut, Zayn mematikan teleponnya seketika.
__ADS_1
Zayn terkekeh kecil setelah mematikan telepon.
Rasain kamu cewek gila.
"Anda memang orang nomor satu dalam hal menyiksa orang tuan muda" Celvin berbicara pada Zayn dengan tertawa.
"Aku hanya menyiksa orang-orang yang mencoba mencari masalah denganku" balas Zayn sambil tersenyum sinis.
Ya ya terserah kau saja tuan muda.
Celvinpun mengiyakan ucapan tuan mudanya karena ia tidak mau menjadi orang yang dalam kategori mencari masalah dengannya.
.
.
.
Bersambung...
Hallo para readers maaf ya aku upnya lamaaa banget, karena akhir-akhir ini aku disibukkan dengan urusan kuliah dan sekarang urusan kuliahku sudah selesai, insyaallah aku akan up setiap harinya. Jangan bosan yaa baca dan nantikan episode berikutnya.
jangan lupa like, comment dan vote cerita aku. Byee sampai jumpa di next episode.
__ADS_1