
Aliandra mengangkat telepon dari Zayn dengan malas beserta cemas.
(Ya hallo?) ~Aliandra
(Kenapa lama sekali? cepat kembali sekarang!) ~Zayn
(Hei aku baru saja sampai disini, lalu kau menyuruhku untuk segera kembali ke atas?) ~Aliandra
(Jangan banyak tanya, dalam 10 menit kau harus sudah sampai disini kalau tidak aku tidak akan memberikan gajimu yang artinya hutangmu belum lunas) ~Zayn.
(Tidak bisa begitu. Aku haus sekali, aku mau pesan minum dulu) ~Aliandra
(Aku tidak mau tahu, yang penting kau sampai disini 10 menit dari sekarang) ~Zayn
Setelah mengatakan itu, Zayn mematikan telepon tanpa mau mendengar protes Aliandra.
"Benar-benar lelaki sialan" Aliandra merungut sendir di meja itu.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri Aliandra dan memberikan buku menu.
"Tidak usah" Aliandra bangkit dari duduknya dan berjalan dengan tergesa-gesa ke tangga darurat.
Pelayan yang melihat sikap Aliandra hanya menggeleng-gelengkan kepala dan mengangkat kedua bahunya, kemudian kembali ke tempatnya.
"Apa semua orang harus mendengarkan perintah semena-mena nya ini?" Aliandra menaiki anak tangga dengan cepat sambil terus menggerutu.
"Bisa-bisa aku mati kalau lama-lama bekerja disini"
"Lelaki sialan"
__ADS_1
"Setelah hutangku selesai aku akan pergi jauh dari sini agar tidak bertemu dia lagi"
Bruuk
Aliandra hampir terjatuh setelah disenggol dengan tubuh seseorang yang kekar.
Aliandra cepat memegang pengaman tangga tersebut agar dirinya tidak jatuh dan ia merasakan ada yang menahan tubuhnya dari belakang.
"Maaf, Aku tidak sengaja, aku terburu-buru tadi. Apa kau baik-baik saja?"
Pria yang menolong Aliandra itupun terdengar sangat khawatir.
"Aku tidak apa-apa" Aliandra berdiri tegap kembali sambil menoleh ke orang yang menyenggolnya tadi sekaligus yang menolongnya juga.
Aliandra sangat terkejut saat ia tahu bahwa yang menolongnya adalah orang yang ia hindari beberapa hari yang lalu yaitu Ricko mantannya.
"Aliandra" Ricko juga tampak terkejut ketika melihat wanita yang ia tabrak tadi ialah Aliandra mantannya saat masa sekolah dulu.
Aliandra berusaha agar terlihat biasa-biasa saja.
"Aku habis bertemu dengan Zayn untuk membicarakan kerja sama dengannya. Kau sendiri kenapa ada disini?" Ricko balik bertanya ke Aliandra.
"Ooh A Aku... Aku juga sedang ada urusan dengan Zayn. Ibuku tidak sempat, makanya aku yang diutus kesini". Aliandra menjawab pertanyaan Ricko dengan gugup.
"Ooh begitu. Apa aku boleh meminta nomor ponselmu?" Ricko bertanya dengan senyuman diwajahnya.
"Apa!" Aliandra berteriak karena terkejut.
"Mmm.. maksudku untuk apa?" Aliandra memelankan suaranya dan seketika pipinya pun merona karena menahan malu.
__ADS_1
"Untuk apalagi kalau bukan untuk menghubungimu" Ricko menjawab enteng sambil tertawa kecil melihat tingkah Aliandra.
"Hehe.. Baiklah sini ponselmu" pinta Aliandra sambil menyodorkan tangannya ke arah Ricko.
Ricko pun langsung memberikan hpnya sambil terus menatap Aliandra kagum karena Aliandra tampak lebih cantik dari sebelumnya.
"Nih udah aku catet nomornya" Aliandra menyodorkan hp Ricko kembali.
"Eeh iya, makasih ya. Nanti aku hubungi" ucapan Aliandra menyadarkan Ricko dari lamunannya.
"Ok" Aliandra menjawab singkat sambil tersenyum.
"Yaudah, Aku buru-buru mau balik ke kantor, 30 menit lagi aku ada meeting" Ricko berbicara kepada Aliandra seraya melihat ke arah jam tangannya.
"Oh iya, Aku juga harus buru-buru" Aliandra baru sadar kalau tadi ia sedang berburu dengan waktu untuk kembali ke ruangan Zayn.
"Aku duluan, bye" Aliandra langsung berbalik dan kembali menaiki anak tangga dengan cepat.
"Hei pelan-pelan Al" Ricko berteriak kepada Aliandra karena khawatir kalau ia akan jatuh lagi.
Aliandra yang mendengar itu hanya mengacungkan jempolnya ke atas tanpa menoleh ke arah Ricko.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan votenya ya readers. Love you All