
Zayn melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Hei kau mau bawa aku kemana?" Tanya Aliandra kesal
"Lihat saja nanti. Jangan banyak tanya" ketus Zayn sambil terus fokus melajukan mobilnya
" Awas kalau kau mau menculikku, aku tak akan takut melaporkan kejahatanmu ini" Aliandra memperingati Zayn sambil menunjuk ke arahnya.
"Tidak usah berkhayal. Siapa juga yang mau menculik gadis jorok sepertimu" tanpa melihat ke Aliandra
"Kau benMmmm mmm" Aliandra mencoba menepis tangan zayn yang menutup mulutnya.
" Kau terlalu banyak bicara, apa kau mau aku menambah hukumanmu?" tanya Zayn sambil melepaskan tangannya dan mengusapkannya ke bahu Aliandra jijik.
"Ti tidak. aku akan diam" ucap Aliandra mulai pucat dan menatap ke depan.
Mobil Zayn terus melaju tanpa ada percakapan lagi.
---
---
Mobil Zayn masuk ke sebuah kawasan gedung pencakar langit "Alaska Investment Company" sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi yang merupakan perusahaan terbesar di Indonesia.
Zayn memasuki kawasan parkir AIC setelah memarkirkan mobilnya ia pun keluar tetapi Aliandra masih tak bergeming.
tok tok tok
__ADS_1
Zayn mengetuk kaca mobilnya dan melihat Aliandra sangat lelap. Ia pun membuka pintu dan mengangkat wanita itu keluar.
"Hei apa yang kau lakukan, turunkan aku" teriak Aliandra sambil menggoyang goyangkan kakinya.
Zayn menurunkan tubuh Aliandra dengan kasar sehingga membuat wanita itu hampir terjatuh.
"Apa kau tidak bisa pelan pelan ha?" Aliandra sangat kesal dengan perlakuan Zayn barusan.
"Bukankah kau yang memintaku menurunkan mu nona?" jawab Zayn sambil menaikkan salah satu alisnya menatap Aliandra.
Aliandra hanya menggerutu kesal tanpa berani berdebat lagi.
Laki laki ini benar benar tidak punya perasaan sama sekali.
"Sudahlah jangan mengumpati ku terus nanti kau jatuh cinta lagi denganku" ucap Zayn sambil berlalu meninggalkan Aliandra
Kemudian Aliandra baru sadar akan satu hal. ia tidak tau sekarang ia sedang dimana karena memang ia tertidur diperjalanan tadi. Ia pun mulai panik.
"Kita sekarang dimana? kau tidak sedang membawaku ke hotelkan?" tanya Aliandra panik
Zayn membalikkan tubuhnya dan menatap Aliandra. reflek Aliandra menutupi dada nya dengan kedua tangan. Zayn langsung tertawa dan berjalan lagi.
"Hei kenapa kau malah tertawa? jawab aku" Aliandra tak memelankan suaranya
"Lihat saja nanti" jawab Zayn santai
Saat sampai di front office Aliandra baru lega karena ia tidak sedang di hotel melainkan di AIC.
__ADS_1
Aku tarik kembali perkataanku tadi. Aku sangat malu. Aaaa bagaimana ini. pasti dia menganggapku terlalu berharap kalau ia menyukai tubuhku. Bodoh sekali aku. Aliandra tak henti hentinya mengutuki dirinya sendiri atas kecerobohannya.
Semua orang yang mereka lewati terlihat dengan wajah penuh tanya dan wanita wanita disana juga terlihat seperti ingin menyerang Aliandra.
Sebelumnya Zayn tidak pernah membawa wanita ke kantornya sehingga ini merupakan pemandangan yang langka bagi semua orang di gedung itu.
Setelah tiba didepan lift, Zayn masuk yg diikuti oleh Aliandra. Zayn memencet tombol ke ruang kerjanya.
"Kenapa kau tidak berkicau lagi?" tanya Zayn menggoda. " Aaa kau pasti sangat menyesal dan malu setelah mengucapkan pertanyaan tadi kan?" Zayn menatap ke wajah Aliandra
"Kau pikir aku burung apa yang berkicau" Muka Aliandra tampak sudah memerah karena menahan malu, ia tidak ingin membahas soal itu.
" Kenapa wajahmu jadi merah begitu, apa kau sedang sakit?" tanya Zayn berpura pura tidak tahu
"Sepertinya Aku mau demam" bohong Aliandra.
Zayn pun hanya tersenyum jail mendengar jawaban Aliandra yang penuh kebohongan itu. Ia tidak ingin membuat wajah itu lebih merah lagi.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like, comment dan vote nya ya readers
__ADS_1