Kisah Cinta Yang Tak Disengaja

Kisah Cinta Yang Tak Disengaja
#14 Dia?


__ADS_3

Suara hp Aliandra berdering sangat keras, hal itu membangunkan Aliandra dan membuatnya buru-buru mengangkat teleponnya.


"Hmm?" Aliandra masih sangat mengantuk, ia mengangkat hpnya tanpa melihat nama yang tertera di layarnya.


"Aliandra apa kau masih tidur jam segini?" suara wanita diseberang sana membuat Aliandra langsung melebarkan matanya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Eeh iya ma. Aku mengantuk sekali mungkin karena kelelahan kemarin" jawab Aliandra


"Memangnya apa yang kau lakukan sampai membuatmu lelah sekali?"tanya ibu Aliandra.


"Hmm.. aku berkeliling bersama Fiona untuk melihat-lihat baju untuk wisuda nanti ma." jawab Aliandra asal, ia tidak mau ibunya mengetahui masalah nya dengan Zayn.


"Ooh, ya sudah bangun sana, jangan lupa sarapan. Mama cuma mau bilang kalau mama sudah sampai di kota XX" terang ibu Aliandra


"Mama kenapa tidak meneleponku kemarin untuk memberitahuku kalau mama ada meeting diluar kota hari ini?" Aliandra bertanya seperti menuntut akan penjelasan ibunya.


l


" Maafin mama sayang, mama kemarin buru-buru dan mama takut kalau kau sedang kuliah" jelas ibu Aliandra.


"Yasudah ma, jangan lama-lama disana yaa, dan jangan lupa oleh-oleh untukku" jawab Aliandra setengah merajuk.


"Iya sayang, setelah urusan mama selesai, mama akan langsung pulang dan membawakanmu oleh-oleh yang banyak ya." bujuk ibu Aliandra


"Baiklah ma, terimakasih. Love you ma" seketika Aliandra langsung merasa senang setelah mendengar perkataan ibunya.


"Iya sayang, Love you" balas ibu Aliandra.


Aliandra mematikan teleponnya dan beranjak ke kamar mandi. Ia langsung mandi karena tidak ingin dikatakan gadis jorok lagi oleh Zayn seperti kemarin.


Setelah selesai mandi, Aliandra merapikan ranjangnya dan berlalu keluar kamar untuk sarapan.


" Bi Inah, hari ini masak apa?" tanya Aliandra sambil menuruni anak tangga.


"Bibi masak kepiting Saus dan beberapa menu lainnya" ucap bi Inah yang tengah menyiapkan sarapan di meja.


"Waah, bibi tahu saja kesukaanku" Aliandra langsung berlari ke meja makan dan menarik kursi untuknya duduk.


Setelah sarapan, Aliandra langsung kembali ke kamar dan mengecek hpnya.

__ADS_1


Astaga sudah 13 panggilan tak terjawab. ucap Aliandra membelalakkan matanya melihat layar ponsel miliknya itu.


Tak lama kemudian hp Aliandra kembali berbunyi dan Aliandra segera mengangkat teleponnya.


(Ada apa kau memanggilku pagi-pagi?) Aliandra langsung bertanya dengan sinis.


(Apa kau lupa kalau kau harus bekerja untukku hari ini?) suara diseberang sana terdengar lebih sinis lagi.


(Tapi aku sama sekali belum menyetujui ucapanmu kemarin) kesal Aliandra.


(Sudah kukatakan aku tak butuh persetujuanmu. Cepat ke kantorku) ketus Zayn


(Kenapa kau selalu seenaknya seperti ini?) tanya Aliandra.


(Jangan banyak bertanya, atau kau mau aku memberitahu ibumu dan meminta ganti uangnya pada ibumu?) Ancam Zayn.


(Jangan lakukan itu, aku akan segera ke kantormu) Aliandra menjawab dengan cemas.


(Baiklah ku tunggu) Zayn mematikan sambungannya sebelum Aliandra sempat berbicara.


"Aaaa kenapa aku harus berurusan dengan pria gila itu" teriak Aliandra sambil melemparkan hpnya ke atas sofa.


Aliandra langsung melajukan mobilnya ke kantor Zayn sendirian, ia tidak mau pak Hendra curiga padanya karena pergi ke kantor AIC itu.


Diperjalanan tak henti-hentinya Aliandra mengutuki Zayn. Sampai ia tiba di area parkir kantor AIC.


Aliandra melangkahkan kakinya masuk ke gedung dan memasuki lift. Saat di dalam lift ia bertemu dengan Celvin.


"Bagus aku bertemu denganmu disini" ucap Aliandra tajam pada Celvin


"Memangnya kenapa nona?" tanya Celvin dengan ekspresi datar seolah olah tak tahu maksud Aliandra.


"Hei kau sudah membohongiku kemarin dan membuatku terjebak pada boss gilamu itu" ucap Aliandra mulai berapi-api.


"Maaf nona, tapi kau saja yang terlalu bodoh untuk mempercayai perkataanku" ucap Celvin dengan menyunggingkan senyuman mautnya.


"Apa! kau berbicara manis sekali" sindir Aliandra sambil berpura-pura tersenyum manis.


"Terimakasih atas pujiannya nona" Celvin menjawab serius.

__ADS_1


"Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, kau sudah memasukkan ku ke neraka" Kesal Aliandra


"Tapi nona, aku sama sekali tidak membunuhmu, bagaimana bisa kau masuk neraka sebelum kau mati?" Celvin masih menjawab dengan wajah tenang.


"Kau dan boss mu itu sama-sama menjengkelkan saja" ucap Aliandra menahan kesal. Ia merasa tak perlu menghabiskan tenaga untuk berdebat dengan pria yang ada di sebelahnya itu.


Tak lama kemudian, pintu lift terbuka. Aliandra langsung keluar mendahului Celvin dan berjalan ke arah pintu ruangan kerja Zayn. Staff yang melihat hal itu hendak menegur Aliandra, karena hanya orang-orang yang sudah membuat janji lah yang boleh masuk ke ruang itu.


Namun, niat staff itu langsung dihentikan oleh Celvin yang mengayunkan tangannya menyuruh staff itu bekerja kembali.


tok tok tok..


"Masuk" ucap pria didalam sana dengan dingin


Aliandra langsung membuka pintu dan berdiri didepan meja kerja Zayn. Sementara Celvin mengikutinya dari belakang.


" Kau sudah datang rupanya" ucap Zayn sambil menutup layar laptopnya


"Katakan saja apa yang harus aku kerjakan" Aliandra tak menanggapi ucapan Zayn sebelumnya.


"Tidak ada hal yang terlalu penting, hanya saja kau harus mengikuti semua perintahku. Apapun itu" ucap Zayn dengan menekankan kata terakhirnya.


"Apa tak ada kontrak kerja yang harus aku tandatangani sebelum mulai bekerja?" tanya Aliandra bingung.


"Tidak ada, kau hanya menjadi budakku disini" ucap Zayn seenaknya.


Tak lama kemudian pintu kerja Zayn terbuka, dan Aliandra refleks melihat ke arah pintu dan betapa terkejutnya Aliandra melihat orang yang berdiri didepan pintu itu.


Dia...


.


.


.


Bersambung...


jangan lupa like, comment dan votenya yaa readers.

__ADS_1


__ADS_2