
Setelah dosen itu keluar kelas Fiona langsung mengintrogasi sahabatnya Aliandra.
"Hei, kenapa bisa terlambat begitu sih?" tanya Fiona penasaran.
"Aku sibuk memilih milih baju tadi, jadi lupa liat jam" jawab Aliandra dengan wajah memelas.
"Kau taukan pak Hendra itu seperti apa? dia bisa saja menggagalkan matakuliahmu dengannya" peringatan sekaligus ancaman.
"jelas saja aku tahu, untung dia masih memberi toleransi padaku" jawab Aliandra sambil membayangkan hal apa yang akan terjadi jika dosen tadi menggagalkan matakuliahnya.
"Aku lapar ayo ke kantin" ajak Aliandra kepada Fiona.
tanpa menunggu persetujuan, Aliandra langsung menarik tangan sahabatnya itu.
di kantin
"Kamu mau pesan apa? hari ini aku yang traktir deh" ucap Aliandra
"Waah, yang paling ditunggu tunggu nih" jawab Fiona sambil tersenyum sumringah. "Aku mau Pecel Lele sama jus jeruk aja deh" sambung Fiona sambil melihat lihat menu yang tertera.
"Oke, aku mau pesan dulu, kamu cari bangku kosong gih, keburu penuh ntar" Aliandra langsung mengantri untuk memesan makanan.
setelah beberapa menit, ia datang membawa nampan makanan yang mereka pesan ke meja dimana Fiona duduk.
"Akhirnya bisa makan" ucap Aliandra dengan penuh semangat dan senyum di wajahnya.
"kayak nggak makan makan setahun aja" jawab Fiona sambil menatap sahabatnya itu.
__ADS_1
tak ada jawaban dari Aliandra, ia sibuk dengan makanannya karena sudah sangat lapar.
whatever lah fio. yang penting gua makan. gumam Aliandra dalam hati.
Saat tengah makan, tiba-tiba masuk beberapa laki-laki yang menggunakan pakaian jas lengkap. semua orang yang ada di kantin memperhatikan mereka sambil berbisik bisik dengan temannya. Salah satu dari laki-laki itu bicara kepada pemilik kantin, dan hanya dibalas anggukan2 kecil oleh pemilik kantin tersebut.
Setelah itu, pemilik kantin meminta semua pelanggannya untuk keluar sambil meminta maaf.
Apa! disuruh keluar? aku kan masih ingin menikmati makananku, apalagi aku lapar sekali ucap Aliandra dalam hati.
Semua yang berada di kantin perlahan pergi meninggalkan meja meja mereka.
"Ayo kita keluar Al" ucap Fiona sambil berdiri
"Kenapa? kitakan bayar disini, bukan hanya makan gratis." jawab Aliandra dengan nada kesal.
"memangnya siapa sampai berani mengusir orang yang sedang makan?" tanya Aliandra dengan suara yang keras sehingga semua yang ada di kantin itu menatapnya.
Memangnya mereka siapa sih sudah seperti presiden dan menteri-menteri nya saja ucap Aliandra dalam hati sambil menatap tajam ke arah para lelaki yang juga sedang menatapnya.
Salah satu dari para lelaki itu berjalan mendekat ke arah Aliandra, yaitu lelaki yang sangat tampan diikuti oleh satu temannya dari belakang dengan muka datar.
"Jadi kamu tidak tau siapa saya?" Ucap laki-laki itu kepada Aliandra.
"jelas saja aku tau. Kau lelaki yang tidak memiliki hati sama sekali" ucap Aliandra dengan muka merah padam menahan amarahnya.
lelaki yang berada di belakang pria itu ingin menampar Aliandra, namun di cegah oleh pria tampan tadi.
__ADS_1
"berani beraninya kau menghinaku seperti itu" pria itu tersenyum sinis menatap Aliandra.
"Bukankah yang aku ucapkan itu benar adanya, kau datang tiba tiba dan mengusir semua orang yang sedang makan disini, apa kau pikir manusia yang memiliki hati akan melakukan itu?" jelas Aliandra masih dengan suara yang meninggi.
Laki laki itu mengepalkan tangannya menahan kesal atas ucapan gadis didepannya. tapi ia bisa mengendalikan dirinya.
"Pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan wajah jelekmu itu didepan ku lagi" jawab pria itu dengan wajah datar.
Apa! dia bilang wajah jelek, Ciih sombong sekali laki laki ini
"Memangnya kau siapa berani mengaturku?" menantang pria itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu lain kali, jadi pergilah dari sini" ucap pria itu sambil menunjuk ke arah pintu keluar tanpa menjawab pertanyaan Aliandra.
Aliandra semakin berapi api ingin menjawab perkataan sombong pria didepannya.
"Aku hitung sampai 10, jika pada hitungan kesepuluh kau masih berada didalam ruangan ini habis kau" kata pria itu sambil menunjuk ke wajah Aliandra.
Fiona yang sedari tadi hanya bersembunyi di belakang Aliandra, langsung menarik tangan Aliandra untuk keluar dari ruangan itu secepatnya.
Dasar pria sombong, ketampanannya hilang ditelan kesombongannya. ucap Aliandra berlalu meninggalkan pria itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...