
Tak lama kemudian Nora pun datang membawa sarapan dan juga kopi untuk Zayn dan ia meletakkannya di atas meja yang dekat sofa.
"Tolong bawakan sarapan untuk 3 porsi lagi" Ucap Zayn pada Nora
Nora tampak mengernyitkan dahinya mendengar perintah atasannya itu namun sepertinya ia tak ingin mendapat masalah denga banyak bertanya.
"Baik pak. Saya akan ambilkan dulu" ucapnya sedikit mengangguk untuk berpamitan.
Sepertinya dia sedang berbaik hati tidak menghukumku karena kesalahan tadi pagi. Aliandra pun tersenyum.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Zayn pada Aliandra.
"Tidak apa-apa" jawabku santai.
Zayn tampa masih memperhatikan Aliandra. ia heran kenapa wanita itu tiba-tiba tersenyum tidak jelas.
Zayn beranjak duduk di sofa dan menyeruput kopinya yang sempat dibawakan oleh Nora tadi.
Tak lama kemudian, Nora pun kembali dengan membawakan sarapan dengan 3 porsi dan meletakkannya ke meja tadi.
Setelah berpamitan, Nora pun keluar dari ruang kerja milik Zayn
Huuft.. leganya setelah keluar dari ruangan itu. Ucap Nora dalam hati sambil menutup pintu ruangan Zayn.
"Aliandra" panggil Zayn dengan suara yang dilembut-lembutkan
Sontak Aliandra dan Celvin kaget mendengarnya.
Kenapa dia memanggilku dengan lembut sekali? gumam Aliandra
Apa yang sedang ia rencanakan? kenapa dia berbicara begitu pada wanita ini. gumam Celvin.
"Iya tuan. Ada apa?" tanya Aliandra dengan wajah kebingungan.
"Kau pasti belum sarapankan? ayo makan saja sarapannya" ucap Zayn sambil melirik ke arah makanan yang dibawa Nora tadi.
Melihat makanan yang tampak lezat, Aliandra langsung mengangguk semangat.
"Terimakasih tuan" ucap Aliandra sambil berjalan ke meja dan langsung duduk di sofa tersebut.
__ADS_1
Aliandra tak segan-segan langsung menyantap makanan itu dengan lahap. Melihat tingkah Aliandra, Zayn dan Celvinpun tersenyum geli sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Tidak butuh waktu lama, Aliandra sudah mengosongkan satu piring yang berisi sarapan tadi, ia merasa sudah kenyang karena tadi pagi memang ia hanya sarapan sedikit saja karena terlambat.
Aliandra mengelap mulutnya dengan tissue yang memang sudah ada di meja itu. Setelah itu ia bersandar di sofa.
"Hei kenapa kau berhenti makan? apa kau tidak lihat makanannya masih bersisa." Tunjuk Zayn pada piring-piring yang berada didepan Aliandra.
"Bersisa apanya? Apa kau tidak lihat piring ku sudah bersih" jawab Aliandra sambil membetulkan duduknya.
"Kau hanya baru makan satu piring, lalu yang 2 piringnya lagi mau kau kemana kan? tanya Zayn.
"Apa kau gila menyuruhku makan 3 porsi untuk sarapan?" tanya Aliandra sambil menyatukan alisnya.
"Jangan banyak bicara, habiskan saja. Tidak baik membuang-buang makanan" ketus Zayn
"Tapi kau bisa menghabiskan makanan itu dan kau juga bisa" jawab Aliandra sambil menoleh ke arah Celvin.
Celvin yang diam saja dari tadi pun berbicara
"Maaf nona, tapi saya sudah sarapan" jawab Celvin dengan datar dan tanpa menoleh ke arah Aliandra.
"Aku juga sudah sarapan" Jawab Zayn saat Aliandra menoleh padanya.
"Aku tidak mau tau, kau harus habiskan makanannya." Jawab Zayn.
Aliandra hanya memperhatikan makanan itu tanpa berniat untuk menyentuhnya.
"Kenapa kau hanya memperhatikannya saja? cepat makan atau kau mau aku suapi ya? Tanya Zayn dengan seyum sinisnya.
"Tidak. Aku bisa makan sendiri" Jawab Aliandra sambil memegang sendok dan garpu.
Aliandra pun menghabiskan makanan satu piring lagi, ia merasa sudah sangat kenyang.
"Habiskan yang berikutnya" ucap Zayn tanpa menoleh ke arah Aliandra
"Hei apa kau mau membunuhku dengan makan sebanyak ini?" ucap Aliandra dengan suara berar karena kekenyangan.
"Aku tidak pernah mendengar orang mati karena kenyang. Yang ada orang mati karena kelaparan" jawab Zayn sambil mengernyitksn dahinya.
__ADS_1
"Tapi aku sudah sangat kenyang, sudah tidak muat lagi" jawab Aliandra
"Habiskan atau aku akan memecatmu dan meminta ganti uangku pada ibumu." Zayn berkata dengan ancaman.
"Kenapa kau selalu saja seenaknya padaku?" Tanya Aliandra menahan kesal.
"Aku tidak akan berbicara hal yang sama untuk kedua kalinya" Zayn menjawab dengan cuek.
Mendengar itu Aliandra dengan sangat terpaksa memakan makanan ronde ketiga. Ia merasa sangat kenyang dan muak dengan makanan itu. Tapi ia tidak mau sampai Zayn melakukan hal yang ia ucapkan tadi.
Dengan bersusah payah Aliandra menghabiskan makanan itu, akhirnya makanan yang dipiring ketiga habis juga.
Aliandra bersendawa dan menyandarkan tubuhnya di sofa karena ia merasa perutnya sangat begah.
"Kau jorok sekali" Ucap Zayn sambil melihat sinis ke arah Aliandra
"Maaf, aku tidak sengaja karena aku sudah sangat kekenyangan" Balas Aliandra tanpa menoleh ke arah Zayn.
"Itu hukuman untukmu karena datang terlambat pagi ini" ucap Zayn dengan menampakkan senyum menyeringai di wajahnya.
Aliandra langsung duduk dengan tegap dan melotot ke arah Zayn.
"Kau..." Ucap Aliandra sambil menahan kesal kepada Zayn.
Zayn hanya tertawa melihat ekspresi Aliandra dan berlalu ke meja kerjanya. Celvin yang sedari tadi melihat bagaimana Aliandra menghabiskan makanan untuk 3 orang sekaligus hanya menggeleng-gelengkan kepala menatap tak percaya kepada Aliandra.
Gadis ini meskipun kecil ternyata makannya bisa sebanyak itu. Apa lambungnya itu seperti karet yang bisa melebar? Gumam Celvin dalam hati.
Kemudian Celvin pun tertawa cekikikan mengingat bagaimana Aliandra menghabiskan 3 porsi makanan tadi.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa Like, Comment dan Vote yaa readers.
__ADS_1
Maaf upnya terlalu lama karena sedang sibuk dengan tugas-tugas didunia nyata. Hehe
Jangan bosan nungguin kelanjutannya yaa.