
Setelah sampai didepan rumahnya, Aliandra langsung turun dan berterima kasih kepada Zayn.
Tak lama kemudian Celvin pun datang dari arah belakang, Aliandra langsung menghampiri Celvin.
"Turunlah!"perintah Aliandra dari luar kaca mobil.
"Tanpa kau suruh juga aku akan turun" Celvin membuka pintu mobil dengan cepat, sehingga mengenai kepala Aliandra.
"Aduuh, kau tidak lihat apa aku berdiri disini" kesal Aliandra
"Tentu saja nona" jawab Celvin dengan datar
"Lalu kenapa kau membuka pintu sekeras itu, sakit tahu" gerutu Aliandra sambil mengelus-elus keningnya yang memerah.
"Salah kau saja, kenapa kau berdiri disitu" Celvin menjawab sambil tersenyum sinis.
"Tapi kau bisa pelan-pelan atau memintaku untuk minggir terlebih dahulu"
"Bukankah kau yang menyuruhku untuk keluar dari mobilmu tadi?" Celvin bertanya sambil menatap ke arah Aliandra.
Aliandra hendak menjawab pertanyaan Celvin itu tapi Zayn mengurungkan niatnya.
Tiit.. tiit.. tiiit
Zayn membunyikan klakson mobilnya memanggil Celvin.
Celvin yang mengerti hal itu langsung bergegas ke mobil Zayn dan meninggalkab Aliandra begitu saja yang masih menahan kesal.
__ADS_1
Zayn keluar dari pintu mobilnya dan berjalan memutari mobil untuk pindah ke bangku sebelah supir. Celvinpun langsung masuk ke dalam mobil Zayn dan melajukan mobilnya perlahan.
Dasar pria-pria gila. Boss dan sekretaris sama saja sifatnya gerutu Aliandra sambil masuk kedalam mobilnya.
Aliandra masuk ke gerbang rumahnya dan memarkirkan mobilnya di garasi.
Aliandra langsung bergegas masuk ke dalam rumah karena ia merasa sangat lapar.
"Bii.. aku pulang. Apa bibi masak untuk makan malam?" Teriak Aliandra sambil berjalan ke ruang makan.
"Iya nak, bibi sudah menyiapkan makan malam" ucap bi Inah sambil bergegas ke meja makan untuk menemui Aliandra.
"Baiklah, kalau begitu tolong hidangkan ya bi, aku mau mandi dulu ke atas" ucap Aliandra pada bi Inah.
"Baik nak Aliandra" balas bi Inah sambil kembali ke dapur untuk menghidangkan makanan yang baru selesai ia buat tadi.
----
----
"Apa kau melihat tingkah aneh wanita itu saat melihat Ricko?" Tanya Zayn pada Celvin.
"Iya tuan, seperti nya Aliandra mengenal Ricko sebelumnya" jawab Celvin sekenanya.
"Kalau begitu kau cari tahu kebenarannya" balas Zayn sambil tetap melihat ke arah depan.
"Baik Tuan muda" jawab Celvin sambil menganggukkan kepalanya meskipun Zayn tidak melihat itu.
__ADS_1
Setelah itu tidak ada percakapan di antara mereka berdua sampai mereka tiba dirumah Zayn.
Celvin keluar dari mobil dan bergegas membuka kan pintu mobil untuk tuan mudanya.
Zayn keluat mobil dan berlalu meninggalkan Celvin yang menunduk tanda hormat kepada tuan mudanya itu.
Zayn tidak melihat ada penghuni rumah yang bangun kecuali pelayan yang membukakan pintu untuknya tadi.
Zayn langsung menuju ke kamar tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah keluar kamar mandi dan mengenakan pakaian tidurnya, Zayn pun mangambil hp nya untuk sekedar melihat notifikasi di hpnya.
(Pak Bambang ingin bertemu untuk membahas masalah kerja sama, apakah tuan bisa bertemu dengannya besok?) Staff kantor AIC
(Suruh dia menemuiku besok) Zayn
(Baik tuan) staff
Zayn membaca semua pesan yang masuk di hpnya hari ini dan membalas beberapa pesan yang di anggap perlu.
Tak lama kemudian ia merasa mengantuk dan tertidur dengan masih menggenggam hp di tangannya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like,komentar dan votenya ya readers