Kisah Cinta Yang Tak Disengaja

Kisah Cinta Yang Tak Disengaja
#21 Hukuman 3


__ADS_3

Aliandra pov.


Aduuh perutku begah sekali rasanya.


Aku berjalan dengan sangat pelan menuju lift karena perutku yang terasa begitu begah sehingga membuatku sulit berjalan.


Saat menuju pintu lift aku berpapasan dengan Nora,


"Aliandra, mau kamu bawa kemana piring-piringnya?" Tanya Nora dengan heran melihat nampan yang berisi piring kotor itu di tanganku."


"Ini aku disuruh Zayn untuk mengantarkannya ke bawah" jawabku dengan nada kesal.


Tampak Nora menahan senyum, mungkin ia tahu kalau aku sedang dihukum lagi oleh bossnya itu.


"Yasudah, semangat ya. Aku mau ke mejaku dulu" Nora berkata sambil menunjuk ke arah mejanya yang berada didekat ruangan Zayn.


"Baiklah, aku juga mau mengantar ini" jawabku malas dengan mengangkat sedikit nampan tadi.


Nora pun berlalu meninggalkanku dan aku melanjutkan untuk berjalan menuju lift.


Sesampainya didepan pintu lift, aku memencet tombol yang bergambar panah kebawah itu. Tapi pintu tidak terbuka.


Loh kok nggak bisa?


apa mungkin lagi ada yang pake kali yaa.


Aku mengulang-ulang menekan tombol panah ke bawah itu tapi hasilnya nihil, pintu itu tak kunjung terbuka.


"Hei kau kenapa masih berdiri disitu?" Suara yang tak asing lagi di telingaku terdengar setengah berteriak dari arah belakangku.

__ADS_1


"Maaf, aku sedang menunggu liftnya, tapi tidak terbuka juga dari tadi" jelasku pada Zayn yang tak lain orang yang menyuruhku tadi.


"Kenapa kau bodoh sekali?" satu jitakan berhasil mendarat di kepalaku yang membuat aku meringis kesakitan.


"Aduuh. Sakit" Aku menggosok-gosok kepalaku yang terasa panas setelah di jitak oleh pria tak punya hati itu.


"Apa kau tidak lihat lampunya tidak menyala? itu artinya liftnya tidak berfungsi" Zayn berbicara denganku dengan nada malas sambil menunjuk tombol yang berada disamping pintu lift itu.


Astaga, kenapa aku tidak sadar dari tadi.


"Hmm.. Aku tidak memperhatikannya tadi" aku menjawab dengan jujur.


Zayn membalikkan bola matanya seakan-akan mengatakan bahwa aku bodoh sekali.


"Yasudah sana lewat tangga darurat saja" Zayn berkata dengan santai lalu berlalu meninggalkan ku yang masih mematung mendengar ucapannya barusan.


"Jangan banyak bicara" Zayn hanya menjawab dengan santai sambil melambaikan tangan ke arahku tanpa menoleh ke belekang.


Zaaaaayn. Dasar pria tak punya hati, selalu seenaknya saja kalau berbicara.


Baiklah, daripada kena masalah lagi


Aku mencoba menenangkan diriku sendiri yang sebenarnya hampir frustasi dengan sikap zayn setiap hari yang seenaknya padaku.


Aku mulai berjalan ke arah tangga darurat dengan langkah gontai karena lemas memikirkan akan menuruni anak tangga yang tak sedikit jumlahnya dengan kondisi perut yang masih begah.


Aku menuruni anak tangga satu-persatu dengan pelan sambil terus mengutuki pria itu.


Saat baru menuruni satu lantai rasanya kakiki sudah ingin patah dan perutku juga mulai terasa sakit sebelah. Bagaimana tidak, aku menuruni anak tangga dengan menggunakan high heels yang cukup tinggi dan kondisi perut yang masih sangat kenyang.

__ADS_1


Aku harus bisa dan aku pasti bisa.


Aku hanya bisa menyemangati diriku sendiri karena tidak ada yang bisa ku perbuat selain menuruti perintah konyol bossku itu.


Aku menanggalkan high heels ku dan menjijingnya dengan sebelah tangan, kemudian sebelah tangannya lagi masih memegangi nampan yang berisi piring kotor tadi.


Setelah sekian menit menuruni anak tangga, akhirnya aku sampai juga di lantai dimana kantin itu terletak. Nafasku masih belum beraturan namun aku merasa sangat lega karena sudah berhasil mencapai tempat ini.


Akhirnya sampai juga...


Aku bernafas lega sambil memakai kembali high heels yang sempat ku buka tadi.


Aku masuk ke kantin itu dengan bersemangat dan menaruh nampan tersebut di atas meja kosong yang berada tak jauh dari tempatku berdiri.


Aku berniat untuk beristirahat sebentar disini sambil memesan minuman dingin untuk menyapu tenggorokanku yang terasa kering karena menuruni anak tangga tadi.


Saat hendak memesan, ponselku berdering menandakan ada panggilan masuk. Aku langsung mengambil hpku dan melihat siapa yang menelepon dan ternyata itu telepon dari pria yang membuatku seperti ini.


Ada apa lagi dia meneleponku? Jangan bilang dia memintaku untuk segera kembali ke atas menggunakan tangga darurat.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like,comment dan vote nya ya readers.

__ADS_1


__ADS_2