Kisah Cinta Yang Tak Disengaja

Kisah Cinta Yang Tak Disengaja
#13 tawaran


__ADS_3

Setelah dari restaurant, Zayn mengantarkan Aliandra kembali ke kampusnya karena memang tadi mereka bertemu di kampus. Setelahnya Aliandra di jemput oleh pak Hendra untuk pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah Aliandra tidak melihat ibunya. Ia pun mencari ke segala ruangan, tapi hasilnya nihil.


Aliandra bertemu dengan bi Inah dan menanyakan kebaradaan ibunya.


" Bi, mama kemana? kok nggak ada."


tanya Aliandra sambil masih celingak celinguk.


"Ooh, nyonya ada keperluan ke luar kota untuk beberapa hari nak Aliandra." jelas bi Inah


"Kok nggak ngabarin aku sih?" Aliandra tampak kecewa.


"Beliau ada meeting mendadak katanya besok pagi, jadi harus buru buru berangkat supaya nggak telat" terang bi Inah.


"yaudah deh bi, aku ke kamar dulu ya" ucap Aliandra sambil berlalu pergi meninggalkan bi Inah


Bi Inah pun menundukkan kepala sedikit dan berlalu pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya.


---

__ADS_1


---


"Aaaa kenapa hari ini aku sial sekali sih" Aliandra berteriak saat sudah masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya kasar ke tempat tidur.


"Apa ini kutukan untukku? tapi apa kesalahanku sampai sial seperti ini bertemu dengan lelaki tak punya hati" Aliandra berkata lagi sambil mengacak ngacak rambutnya frustasi.


"Bagaimana aku bisa membayar uang lelaki sialan itu. Nggak mungkinkan aku harus bilang ke mama" Aliandra berpikir keras.


Sesaat kemudian hp Aliandra berdering dan Aliandra pun duduk untuk menggapai tasnya yang tergeletak di pinggir kasur.


Saat melihat layar ponselnya, Aliandra langsung meletakkan hpnya kembali dan tidak menghiraukan panggilan itu


Ponsel Aliandra tak berhenti berdering, Akhirnya dengan terpaksa ia mengangkat telepom dari Zayn yang dari tadi menerrornya.


"Sorry aku lagi dikamar mandi tadi jadi tidak bisa mengangkat teleponmu" ucap Aliandra berbohong agar tidak menimbulkan masalah baru.


"Kapan kau akan mengganti uangnya?" Zayn yang tanpa basa basi langsung bertanya pada intinya.


"Aku akan mencari pekerjaan dulu untuk mengganti uangmu" ucap Aliandra pelan.


"Kalau begitu bekerjalah untukku" ucap Zayn antara memberi solusi dan perintah.

__ADS_1


"Hmm.. aku tidak bisa memberi keputusan sekarang. Besok aku akan menghubungimu lagi" jawab Aliandra


"Kau pikir aku akan menunggumu? ini sebuh perintah, maka kau harus penuhi" Zayn berbicara seenaknya lagi.


"Tapi aku harus mempertimbangkannya dulu, karena aku tidak mau malah mengganggu kuliahku" Aliandra mencoba memberi alasan.


"Bukankah kau hanya menunggu jadwal sidang saja? sudahlah jangan banyak beralasan." Zayn mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Aliandra.


"Kenapa kau selalu seenaknya seperti ini? kau pikir aku ini budakmu apa?" Aliandra menggerutu kesal atas sikap Zayn.


"Huuh, tapi untuk sebulan kedepan aku memang budaknya sih." Aliandra berkata dengan lirih


"Baiklah, semakin cepat aku melunasi hutangku, semakin cepat pula aku terbebas dari lelaki sialan itu" Aliandra mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Aliandra masuk ke kamar mandi dan berendam di bath up yang sudah diisi dengan air hangat dan cairan aroma terapi untuk melepas penatnya.


Aaahh rasanya benar benar segar sekali. Aliandra memejamkan matanya dan menghirup wanginya aroma terapi yang menguap bersama dengan uap air yang memanjakan penciumannya itu.


Setelah selesai Aliandra mengenakan piyamanya dan beranjak ke tempat tidur, ia mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur yang berada di tepi ranjangnya.


Tak membutuhkan waktu lama, Aliandra pun tenggelam dalam tidur nyenyaknya.

__ADS_1


__ADS_2