
Setelah beberapa pekerjaan Aliandra selesai di kantor kemarin ia memutuskan untuk pulang, sesampainya dirumah ia langsung terlelap saking lelahnya hari itu.
Pagi ini Aliandra kembali lagi melakukan rutinitas nya yang ia jalankan selama 3 minggu ke belakang, ya berangkat ke kantor Zayn.
Meskipun tidak ada Zayn di sana pagi ini ia tetap datang tepat waktu seperti biasanya karena Zayn telah meninggalkan sebongkah pekerjaan untuk Aliandra selama dia berada diluar kota.
Kalo ditinggalin sebongkah berlian sih nggak apa-apa, ini malah ninggalin sebongkah pekerjaan. Huft!! Aliandra bergumam sendiri dalam hatinya saat melajukan mobilnya ke kantor Zayn.
------
Setibanya di kantor Aliandra langsung menuju ke ruangan Zayn, tak lupa ia menyapa Nora yang sudah lebih dulu datang.
"Selamat pagi mbak, semangat ya" Aliandra menggoda Nora.
"Selamat pagi Aliandra. Selamat berjuang" goda Nora kembali.
Aliandra hanya tersenyum sambil mengangkat salah satu tangannya semangat.
"Baik, aku mulai dari mana ya?" Aliandra bertanya pada diri sendiri.
"Ok. menata ulang dapur boss gila itu" Aliandra kemudian memutuskan pilihannya.
Setelah selang satu jam, Aliandra selesai dengan pekerjaannya di dapur.
"Saatnya menata ulang kamar tidur"
Aliandra beranjak ke kamar Zayn untuk menata ulang kamar itu.
__ADS_1
Saat masuk ke ruangan itu, Aliandra tiba-tiba ingat pada sosok Zayn.
Benarkah aku merindukannya? Aliandra bergumam dalam hati.
Ia merasa ada yang kurang tanpa adanya sosok Zayn disana meskipun Zayn kerap kali mengerjainya.
Karena lelah, Aliandra tidak sengaja tertidur di atas ranjang Zayn.
"Oo jadi ini kerjaanmu saat aku tidak ada?" Aliandra di kagetkan dengan suara pria yang sudah sangat ia hapal akhir-akhir ini.
Aliandra terperanjat dan langsung duduk saat mengetahui Zayn berada disana.
"Kau kenapa cepat sekali pulang?" Aliandra malah balik bertanya kepada Zayn.
"Terserahku, kan aku bossnya" jawab Zayn dengan nada sombong.
"Kau seperti nya nyaman sekali di ranjangku" Zayn menatap ke arah Aliandra dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.
Sontak Aliandra berdiri dan keluar dari kamar tersebut.
"Siapa bilang? aku hanya lelah saja melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal darimu itu" Aliandra berkata sambil meninggalkan Zayn dikamar itu.
Mendengar itu Zayn hanya tersenyum puas dan geleng-geleng.
"Rupanya kau sudah sangat berani ya menentangku?" entah kenapa Zayn senang sekali menggoda Aliandra dan melihat wajah kesal wanita itu.
"Bu bukan begitu, tapi kau kan bisa memanggil office boy untuk mengerjakan semua itu. Kenapa harus menyuruh ku?"
__ADS_1
Aliandra menjawab dengan sedikit gugup karena takut pria gila itu menghukumnya dan juga kesal karena harus mengerjakan pekerjaan yang ia sendiri tak pernah kerjakan dirumahnya.
"Kalau aku memanggil OB untuk melakukan semua itu lantas kau mau kerjakan apa lagi?" jawab Zayn
Benar juga ya. Dalam hati Aliandra membetulkan ucapan Zayn.
tapi tetap saja Aliandra kesal dengan Zayn.
Entah kenapa ada rasa senang ketika mendengar suara boss nya itu lagi meskipun isi ucapannya hanya membuat Aliandra kesal saja.
Aku tidak mungkin benar-benar merindukan nya kan?
Aliandra membuang jauh-jauh pikiran nya itu dan memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena ia terlelap tadi. Sedangkan Zayn memilih untuk beristirahat di sofa sambil menunggu Aliandra selesai membersihkan kamarnya.
Saat Aliandra keluar dari kamar itu, ia melihat Zayn yang sudah terlelap di sofa dengan dengkuran halus.
Saat tidur terlihat tampan, kalo bangun kayak singa. Aliandra cekikikan sendiri dengan pikirannya.
.
.
.
Bersambung...
jangan lupa like, comment and vote ya readers.
__ADS_1