
"Jangan bergerak dulu, Faar."aku segera mengeluarkan teknik penyembuhan.
Faar menggeleng, menggenggam erat tongkatnya, berusaha melanjutkan pertarungan
soal daya tahan, Faar adalah yang terbaik, tapi dia sedang melawan seorang----
"Halo, Nona kecil." Si Tanpa Mahkota lebih dulu menyapa. dia melihatku.
Aku mengangkat wajah. terpisah lima langkah
aku bisa melihat dengan jelas sosok dalam legenda dua ribu tahun tersebut.
"Kita bertemu lagi. Raib, bukankah itu namamu?
Aku tidak menjawab. tangan kananku diam-diam mengirim teknik penyembuhan kepada Faar, penyembuhan kepada Faar, memulihkan kondisinya.
"Wahai, Aku selalu ingin menguasai teknik penyembuhan itu" Si Tanpa Mahkota berkata pelan. dia tahu apa yang kulakukan, bahkan dia membiarkanku melakukannya." tapi teknik itu tak pernah berjodoh denganku. bertahun-tahun aku mempelajarinya, tetap tidak pernah
ku kuasai. kamu beruntung sekali menguasainya.
__ADS_1
"Bantu Faar dan Raib!" Av berseru di luar barikade.
Panglima Tog, Laksamana Laar, dan Panglima Pasukan Bayangan menyerbu lagi dari sisi kanan, berusaha menembus barikade, tapi Fala-tara-tana |V menahan mereka. sementara di sisi kiri, Ali mengamuk menghadapi Tamus dan pasukannya. dia dibantu Seli, Miss Selena, dan Hyuga-gara-tara |||. pertempuran di dua front kembali membara.
"Kamu jelas bukan gadis remaja biasa, Nona kecil." Si Tanpa Mahkota menatapku dengan mata cemerlang miliknya." sedikit penduduk Klan Bulan yang menguasai teknik tersebut, sekaligus bertarung sama baiknya. keturunan murni Klan Bulan mengalir di darahmu."
aku hampir selesai menyulam luka-luka di tubuh Faar. tetap diam.
Beberapa detik kemudian Faar kembali pulih. dia menggenggam erat tongkat peraknya.aku ikut berdiri di sebelahnya, memasang kuda-kuda.
Dua lawan satu Suasana tegang menyelimuti. jantungku berdetak kencang belum pernah aku menghadapi lawan sebesar ini. Si Tanpa Mahkota bahkan belum menggerakkan tangannya, tapi aura kekuatannya terasa mencengkram, membuat sesak.
Itu benar. Hanya soal waktu si Tanpa Mahkota akan maju, dan kami berdua tidak akan sanggup menahannya tapi kami harus melakukannya.
"Hancurkan bunganya, Raib! aku akan mengalihkan perhatiannya!" Faar tiba-tiba berseru, memutuskan menyerang lebih dulu.
BUM! pukulan berdentum melesat dari tongkat perak milik Faar menuju si Tanpa Mahkota.
Aku mengangguk. di waktu bersamaan, tubuhku segera lompat ke belakang mengambang persis di atas bunga matahari, berusaha menghancurkannya. gerakan ku cepat, tidak mungkin bisa dihentikan. Lagi pula, si Tanpa Mahkota harus memasang tameng transparan untuk menahan pukulan berdentum Faar.
__ADS_1
Namun, aku keliru. ada yang bisa bergerak lebih cepat. teknik teleportasi yang hebat. Tubuh si Tanpa Mahkota menghilang, Pukulan berdentum Faar mengenai udara kosong. seperseribu detik kemudian, si Tanpa Mahkota muncul lebih dulu di dekat bunga itu sebelum pukulan ku mengenainya.
BUM! Pukulan ku mengenai rumput kosong membentuk lubang sedalam setengah meter.
Sekejap, si Tanpa Mahkota sudah berdiri menggenggam bunga berwarna kuning keemasan yang berpendar-pendar di timpa cahaya matahari pagi. dia telah berhasil memetiknya. Aku dan Faar gagal menghalanginya.
"Buka portal menuju pulau dengan tumbuhan aneh itu berada!" Si Tanpa Mahkota mengangkat bunga itu, memberi perintah.
Bunga matahari itu memiliki kekuatan misterius, hadiah bagi Klan Matahari setiap tahun. Kesiur angin kencang terdengar. Selarik cahaya keluar dari bunga matahari dan membentuk lingkaran kecil yang terus membesar di atas rerumputan. hanya dalam hitungan detik, lingkaran itu telah sempurna. Sebuah portal entah menuju ke mana telah terbuka. Tanpa menunggu lagi, si Tanpa Mahkota lompat ke dalamnya.
Dia telah berhasil mencapai misinya.
Faar berseru marah hendak menahan, mengirim pukulan berdentum,tapi sia-sia. si Tanpa Mahkota sudah menghilang. AV, Mala-tara-nata |||, serta Laksamana Laar, walaupun berhasil menembus barikade, mereka tidak bisa menghentikan si Tanpa Mahkota.
Astaga! apa yang dilakukan Ali? dia menyusul si Tanpa Mahkota?
Aku tidak sempat berpikir panjang. demi melihat hal tersebut, tubuhku juga loncat masuk kedalam portal. aku tidak akan membiarkan Ali sendirian. gerakan ku berbarengan dengan Seli yang juga nekat melakukannya. kami selalu bertiga, apapun yang terjadi kami akan tetap bertiga, bahkan jika itu harus mengejar si Tanpa Mahkota ke lubang mematikan.
"Ali! Seli! Raib!" Sempat kudengar Miss Selena berseru panik. Faar juga berusaha ikut masuk, tapi lingkaran hitam itu menghilang. Portal telah kembali menutup.
__ADS_1
Kami telah pergi.