
Astaga! aku hampir berseru melihatnya.
Faar. dia berdiri menyambut ku. tongkat miliknya mengambang mengikuti tuannya. selalu hebat melihat tongkat itu bergerak seperti makhluk hidup.
Seli lebih dulu berlari memeluk Faar. berseru riang. aku ikut memeluknya. Ali hanya berdiri,menggeleng, tidak mau di peluk.
Faar tertawa." untuk remaja enam belas tahun, kamu terlalu gengsi memeluk nenek-nenek usia seribu tahun, Ali. atau itu akan merusak reputasi mu yang katanya sok cool itu." Wajah Ali memerah. Dia tetap tidak mau di peluk siapapun. tampaknya Ali juga agak kaget karena Faar menggunakan bahasa remaja di kota kami.
Ini kejutan besar. aku tidak menduga Faar akan jauh-jauh datang dari kota Zaramaz ke sini,ke kota I|ios ibu kota Matahari. kapan dia datang? bagaimana caranya?apa kabar kota Zaramaz? bagaimana kondisi terakhir pasak bumi yang hendak diruntuhkan sekretaris dewan kota lama?apakah Dewan kota baru sudah terpilih? banyak sekali yang kutanyakan.
"Baik, anak-anak, Av sudah bilang waktu kita terbatas. kita tidak perlu berlama-lama beramah-tamah. ayo, semua ambil masing-masing. kota harus segera membicarakan perkara pelik ini."Faar melangkah kembali ke kursinya di ujung meja.
Tanpa di suruh dua kali, kami segera duduk. di kursi-kursi sekeliling meja itu ada, Panglima Tog pemimpin tertinggi Pasukan Bayangan, mengangguk kepadaku. dia di temani Panglima Timur dan beberapa Panglima Pasukan Bayangan lain.juga ada Panglima Pasukan Matahari, Hyuga-gara-tara |||, juga di temani oleh perwira tinggi Pasukan Matahari. di seberang meja ada Laksamana Laar, Pemimpin Armada Kedua Kota Zaramaz, mengangguk ke arah ku. aku balas mengangguk. tampaknya posisi Laksmana Laar telah di pulihkan, sekaligus dipromosikan menjadi pemimpin seluruh Armada Perang Kota Zaramaz. dia di temani dua perwira tinggi Klan Bintang. ini pertemuan serius, lebih tepatnya, ini seperti persiapan perang. Petinggi militer tiga klan ada di sini.
Juga ada |Io duduk di seberang tersenyum. aku hendak bertanya apa kabar Vey dan Ou, tapi tidak ada waktu untuk saling menyapa. Faar telah memulai diskusi.
"Ali, terima kasih banyak telah memecahkan misteri itu. sekarang kita tahu komet adalah sebuah klan. sebuah dunia paralel." suara serak Faar terdengar, wajah tuanya terlihat tegas dan serius.
"Menyusul informasi tersebut, pemimpin tiga klan, Bulan, Matahari, dan Bintang memutuskan membentuk koalisi, minus Klan Bumi Av menyarankan bijak tidak melibatkan Klan Bumi yang memiliki level teknologi paling rendah dalam pertempuran ini. itu hanya akan menimbulkan kepanikan besar di kota-kota mereka. aku menyetujui pendapat Av,kita tidak mengundang pemimpin Klan Bumi."
|Io menoleh kepada Ali---Ali satu-satunya dari Klan Bumi.
"Sekarang mari kita bahas masalah pelik ini. setelah kita meninggalkan runtuhnya pasak bumi, si Tanpa Mahkota menghilang tanpa jejak bersama Thamus dan Fala-tara-tana |V. tidak ada yang tahu dimana mereka berada, situasi terlihat damai.
__ADS_1
"Tapi mata-mata tiga klan telah memastikan, terjadi sesuatu di balik situasi tenang tersebut. Thamus di laporkan mulai merekrut banyak pasukan sekutu di Klan Bulan, sementara Fala-tara-tana |V diam-diam mengumpulkan pasukan yang masih setia kepadanya kepadanya saat dia menjadi Ketua Konsil Matahari. dua orang ini bekerja untuk si Tanpa Mahkota dan mulai menyusun kekuatan. Selena sebagai pengintai menemukan jejak si Thamus hampir di setiap titik penting Klan Bulan, termasuk akademi Bayangan Tingkat Tinggi. mata-mata Klan Matahari juga melaporkan aktivitas kapsul terbang tidak di kenal di sekitar |Iios dan kota-kota lain,di duga milik Fala-tara-tana |V dan pengikutnya yang setia.
"Dan kabar paling serius adalah, si Tanpa Mahkota sedang mencari komet. kita tidak pernah apa itu sebenarnya komet, bertanya-tanya, informasinya terbatas. Tapi jika merujuk informasi dari Ali, tempat itu klan, sebuah dunia paralel.tempat itu menyimpan pusaka yang akan menggenapkan kekuatan si Tanpa Mahkota, dengan pulau kecil bertumbuhan aneh sebagai pembuka pintu portal menuju---"
"Apakah si Tanpa Mahkota sudah tahu lokasi pasti pulau kecil itu?" Ali memotong penjelasan Faar.
Aku dan Seli hampir menyikut Ali. aduh, bagaimana mungkin dia bicara begitu saja di tengah orang-orang penting. bahkan memotong kalimat Faar. seharusnya Ali mengacungkan tangan dulu atau menunggu dia diminta bicara.
Tapi Faar tidak keberatan."Belum, Ali. kemungkinan besar dia belum tahu."
"Apakah kalian sudah memeriksa peta Klan Matahari? mencari tahu dimana pulau?" Ali menoleh ke peserta pertemuan.
Mala-tara-nata ||, Ketua Konsil Matahari, yang menjawab."kami sudah melakukannya. sejak informasi itu kami peroleh dari Av, satu divisi khusus, dengan anggota puluhan orang memeriksa seluruh peta Klan Matahari. setiap jengkalnya, setiap sentinya, tapi nihil. Pulau itu tidak terlihat di manapun, atau barangkali teknologi Klan Matahari tidak mampu mendeteksi keberadaannya."
"Masalahnya tidak sederhana itu, Ali. si Tanpa Mahkota merencanakan sesuatu.itulah kenapa kita berkumpul di sini."Av menggeleng.
"Apa yang dia rencana?"
"Lihat layar hologram." Panglima Tog lebih dulu berkata, menunjuk ke layar.
Kepala-kepala tertoleh. ada kabar terbaru di layar hologram, breaking news, dari arena kompetisi mencari bunga matahari pertama terbit.
"Besarkan volumenya!" Hyuga-gara-tara ||| berseru. salah satu peserta membesarkan volume suara.
__ADS_1
"Astaga! Ini mengejutkan! Empat tim mendadak mengubah arah hewan mereka. sepertinya mereka baru saja mendapat petunjuk terakhir. ini sungguh seru. Lima belas menit sebelum matahari terbit, mereka mengubah arah!" Pemandu acar di stadion berseru serak, di susul sorakan antusias penonton.
"Bukankah seharusnya mereka menuju Lembah Anggrek, dua puluh kilometer Utara Kota |Iios?"
"Tidak. mereka mengubah arah."
"Ke mana tujuan mereka sekarang?"Mala-tara-nata || bertanya.
"Kota |Iios." Hyuga-gara-tara ||| yang menjawab. dia melihat layar kecil di meja, sepertinya dia mengawasi penuh kompetisi ini.
"Kota |Iios?" Av menahan napas.
"Tidak salah. Bunga itu akan mekar di Kota |Iios
bukan di lembah anggrek seperti perkiraan terakhir. kita salah membaca petunjuknya." Hyuga-gara-tara ||| berseru.
"Ini bisa menjadi bencana besar. perintahkan koalisi armada perang tiga klan menuju langit-langit Kota |Iios." Av langsung berdiri.
"Apa yang terjadi?" Aku bertanya. Aku tidak mengerti. suasana di stadion terlihat sangat ramai,seru, semangat, antusias tapi di ruangan pertemuan ini sebaliknya. Wajah-wajah mendadak terlihat tegang. Kontras sekali, seperti sebuah bencana besar akan terjadi.
"Si Tanpa Mahkota diduga akan menggunakan bunga matahari pertama mekar itu untuk membuka jalan menuju pulau kecil itu, Raib. itulah yang sedang dia rencanakan, dan itu yang akan terjadi," Miss Selena menjawab cepat.
"Apa!" Seli berseru. bahkan Ali turut bangkit dari kursinya.
__ADS_1