
"Itulah kenapa pemimpin militer tiga klan berkumpul di sini pagi-pagi. kita sedang menyiapkan pertahanan. Si Tanpa Mahkota, bersama pasukan Tamus dan pasukan Fala-tara-nata |V akan menyerbu lokasi tempat bunga mekar. Dia akan memetik bunga itu sambil menyebutkan portal menuju lokasi pulau itu, tapi kekuatan unik, bunga matahari pertama mekar kemungkinan besar bisa menunjukkannya. Koalisi armada tempur tiga klan telah menunggu di Lembah anggrek bersiap 6 jam lalu.mereka menunggu di lokasi sesuai petunjuk terakhir untuk melindungi bunga matahari. hanya peserta kompetisi yang boleh memetiknya."
Sementara Miss Selena menjelaskan empat tim terlihat melesat di layar-layar hologram. di langit sana semburat merah mulai terbentuk. Cahaya matahari siap menyiram permukaan.
"Si Tanpa Mahkota akan muncul? sekarang?" Seli berseru dengan suara bergetar.
"Ya. dia akan muncul secara terbuka. semua orang akan menyaksikannya. kabar itu tidak bisa di tahan lagi. seluruh penduduk Klan Matahari akan tahu, menyusul Klan Bulan, dan Bintang, bahwa legenda dua ribu tahun lalu itu nyata." Miss Selena menjawab cepat.
"Apa....apa yang akan terjadi jika dia berhasil memetik bunga matahari?"Seli mengusap wajah.
"Kita tidak akan membiarkan dia memetiknya, Seli," Miss Selena menukas. "Koalisi armada tempur tiga klan ada di sini. kita akan mencegahnya."
"Tapi bukankah dia. kuat sekali…"
Sorak-sorai di stadion semakin membahana. dinding kedap suara kuasa menahannya."
"Tinggal tiga menit lagi, cahaya matahari akan muncul."Seorang peserta pertemuan berseru.
Suasana tegang menyelimuti ruangan.
"Dimana bunga itu akan muncul, Hyuga? kalian telah mendapatkan koordinat barunya?" Mala-tara-nata || balas berseru.
Hyuga menggeleng. Sejak tadi dia berusaha membuat interpolasi titik terbaru, tapi belum berhasil.
"Kita harus tahu dimana bunga itu akan muncul! jika tidak, kita tidak bisa melindunginya
__ADS_1
"Kemana arah empat tim menuju sekarang?" Av bertanya.
"Empat tim menuju stadion." Hyuga kali ini bisa menjawabnya.
"Stadion?"
Itu benar, empat tim saling mendahului menuju stadion. Layar-layar hologram menunjukkan posisi mereka yang berlarian di jalanan kota. Penduduk Kota |Iios yang sejak tadi hanya menonton dari layar hologram di rumah mereka kini keluar dari rumah, bersorak-sorai menyemangati sepanjang jalan. bagi mereka kompetisi ini adalah tradisi tahunan Festival Bunga Matahari yang seru. mereka tidak tahu bunga matahari itu memiliki kekuatan. Dulu, Fala-tara-tana |V, Ketua Konsil lama menguasai informasi tersebut sendirian. dia diam-diam menggunakan bunga itu untuk kepentingannya sendiri seperti mencari teknologi baru, menemukan kekuatan baru.
"Tidak salah lagi. bunga itu akan mekar di stadion!" Hyuga berseru, mengangkat layar transparan, menunjukkan titik terbaru.
"Dimana posisi koalisi armada tempur tiga Klan? suara Av terdengar cemas.
"Mereka siap bergerak kapanpun, tapi kita tidak bisa membuka portal raksasa di atas stadion karena itu akan membahayakan penonton. mereka harus bergerak manual, lima belas menit paling cepat."
"Lima belas menit? kita tidak punya waktu lagi. jika si Tanpa Mahkota datang, ada seratus ribu penonton di stadion yang harus di lindungi."
"Kita bertempur, Anak-anak!"
Ali ikut berdiri, juga seluruh peserta pertemuan. Aku menelan ludah, masih mengunyah informasi, masih mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Di luar sana, cahaya matahari menyiram rerumputan stadion, dari balik rumput hijau, batang bunga matahari itu muncul menyibak. Batang itu tumbuh cepat setinggi dua jengkal, lantas perlahan merekahkan bunga yang begitu menawan,begitu indah. Warnanya kuning keemasan, memantulkan cahaya matahari, berkilau seperti mutiara.
Empat tim melesat masuk ke dalam stadion, saling sikut saling mendahului.
Penonton bersorak-sorai menyemangati. ini kompetisi yang ketat. baru pertama kali ini ada empat tim yang nyaris tiba bersamaan. entah siapa yang bisa memetik bunga itu lebih dulu. dan batu kali ini, ternyata bunga itu justru mekar di Stadion Matahari di Kota |Iios. kejutan.
__ADS_1
BUUUM!!!!!
Terdengar dentuman keras. Lantai pualam bergetar hebat. kursi terbanting. Dinding kaca bergetar.
Jika koalisi armada tempur tiga klan tidak bisa, ada yang bisa, dan bersedia senang hati membuka portal besar di tengah stadion tanpa keselamatan penonton. Ribuan penonton terpelanting, rebah jimpah.
Sebuah portal besar telah terbuka di atas rumput. dari sana keluar ratusan pasukan Tamus dan Fala-tara-tana |V. informasi mata-mata itu akurat sekali, kecemasan itu terbukti, penyerbuan itu nyata. beberapa detik kemudian, dari dalam portal keluarlah Si Tanpa Mahkota. tubuhnya mengambang keluar, mendarat di rumput stadion.
Pemilik kekuatan besar dunia paralel itu muncul di tengah khalayak ramai. disaksikan jutaan penduduk Klan Matahari yang menonton siaran langsung festival dari rumah. Layar-layar hologram menunjukkan wajah tampan dengan usia tetap seperti baru empat puluh tahun. Entah teknik apa yang dia gunakan agar wajahnya tetap begitu setalah ribuan tahun di penjara. dia menggunakan jubah berwana abu-abu, rambutnya panjang hingga ke pundak, bergelombang mempesona. Matanya cemerlang, menatap tajam.
Si Tanpa Mahkota telah "mengumumkan" kemunculannya di festival terbesar di dunia paralel.
Faar melesat keluar dari ruang pertemuan di susul oleh Av, Panglima Tog, Miss Selena, Mala-tara-nata ||, Hyuga-gara-tara |||, Laksamana Laar dan pertemuan lainnya.
"Ayo, Raib, Seli !" Ali berseru.dia sudah separuh berlari menuju pintu tribun.
Seli masih berdiri di sebelahku, menghela napas. dia masih kaget dengan dentuman barusan, tapi tangannya sudah bercahaya. Seli sudah mengaktifkan sarung Tangan Matahari miliknya. Aku mengusap wajah yang kebas, mengigit bibir, jantungku berdetak kencang lebih cepat.
"Ayo! kalian berdua tunggu apa lagi?" Ali tertahan, meneriaki kami.
Cepat sekali suasana stadion yang penuh semangat dan kebahagiaan berubah menjadi kacau-balau. Teriakan panik terdengar dimana-mana. tidak terhitung penonton terluka akibat dentuman portal. belum usai kepanikan akibat hal tersebut, begitu empat tim tiba di dalam stadion, Tamus tanpa ampun menyerang dua tim paling depan dengan pukulan berdentum. Serangan tiba-tiba, tanpa persiapan tunggangan mereka tewas di tempat. Fala-tara-tana |V menghabisi dua tim di belakangnya, mengirim petir biru terang. nasib dua tim itu sama, tidak sempat membuat tameng apalagi menghindar.
Layar-layar hologram menunjukkan peserta kompetisi yang terkapar tidak berdaya dan penonton yang berlarian berusaha keluar stadion.
"Bentuk barikade!" Tamus berseru memberi perintah.
__ADS_1
Ratusan pasukan Tamus dan Fala-tara-tana |V segera membuat lingkaran menutup akses ke bunga matahari. wajah-wajah mereka buas, menggunakan pakaian berwarna gelap. beberapa membawa senjata khas Klan Matahari. entah dari mana pasukan ini, mereka tidak bisa di anggap enteng. mereka petarung dengan teknik tingkat tinggi dari dua klan.