
Ali menutup buku tersebut. aku menelan ludah, menatap Ali lamat-lamat. apa maksud sajak itu? atau tepatnya,itu hanya sajak, kan? bagaimana mungkin Ali percaya begitu saja?
"Aku tahu yang di pikirkan Ra. aku juga awalnya hanya menganggap saja ini omong kosong. tapi buku inilah yang menulis tentang teknik Makhluk cahaya yang digunakan oleh Faar saat mengiris keramik yang merangkap magma bumi. jika buku ini secara akurat menulis teknik itu, berarti sajak ini tidak main-main. inilah halaman yang membuat tentang Klan Komet. buku inilah yang dulu di cari oleh Tanpa Mahkota. jika si Tanpa Mahkota pernah membaca buku ini,berarti dia juga tahu soal Klan Komet. aku bisa memastikan dia sedang berada di Klan Matahari,,, sekarang, mencari pulau kecil itu."
"Tapi apa maksud sajak ini?"aku masih penasaran.
"Sajak ini tidak rumit di artikan. sengaja dibuat sederhana, agar yang membacanya justru mengira sebaliknya,atau menyangka nya hanya sajak main-main.apa maksudnya? Klan Komet adalah dunia paralel yang terus bergerak, portal ada di Klan Matahari, di sebuah pulau kecil di tengah lautan biru dengan tumbuhan aneh. tempat itu menyimpan pusaka hebat. dugaan ku, itulah kenapa si Tanpa Mahkota mencarinya.dugaan pusaka itu dia akan menjadi tak terkalahkan, bahkan jika penduduk tiga klan bersekutu melawannya."
aku terdiam, menatap lantai di sekeliling ku. sepertinya aku mulai tahu apa yang dilakukan Ali.
"Sejak membaca sajak itu, aku mengubah basement ini menjadi peta raksasa, Ra. aku membersikan semua peralatan eksperimen. ILY menyimpan data peta Klan Matahari. lalu ILY membuat proyeksi digital tiga dimensi peta di lantai basement. kita harus menemukan lebih dulu. kalau sampai si Tanpa Mahkota yang lebih dulu menemukannya, kita akan kehilangan kesempatan menang melawannya.
aku sudah. mengirim informasi ini kepada Av lewat I|o, via kurir dunia paralel. mungkin mereka sedang membacanya sekarang, menimbang apa langkah berikutnya. mungkin juga Av sekarang memikirkan hukuman bagiku karena membuat portal dunia paralel tanpa izin.
sementara itu, sejak semalam aku dan ILY terus memeriksa peta ini. setiap jengkalnya, setiap titik koordinatnya,kami mencari dimana pulau kecil itu tersebut. tapi tidak kutemukan."
Aku berkata pelan,"itulah yang membuat mu tidak masuk sekolah hari ini."
Ali nyengir lebar, menggaruk kepalanya yng tidak gatal. dia tidak merasa bersalah sama sekali.
"Kmu sudah delapan hari tidak masuk sejak tahun ajaran baru, Ali."
"Eh, bagaimana kamu tahu persis aku sudah delapan hari tidak masuk? aku saja lupa sudah beberapa hari tidak masuk sekolah."
Seli tertawa kecil." tentu saja Raib selalu mencatatnya Ali. dia sangat perhatian dengan mu.
Wajahku menghangat. aku segera menyikut lengan Seli, menyuruhnya diam.
"Meski datang marah-marah, sebenarnya Raib juga hendak bilang terima kasih kamu selalu mencari novel dari kota Tishri. Raib suka membacanya……" Seli malah melanjutkannya, mengarang-ngarang sesuatu.
__ADS_1
"Hentikan,Seli!"
Seli memegang perutnya, menahan tawa. ILY juga ikut tertawa, mendesing terbang di samping kami. Kapsul perak itu ikut menyebalkan sejak Ali memberikannya teknologi suara.
Plop! terdengar suara seperti gelembung air meletus. kami bertiga menoleh ke arah sumber suara, yang ternyata berasal dari kurir dunia paralel. sesuatu keluar
dari sana.sepucuk surat jatuh ke atas meja. syukurlah, itu membuat Seli dan ILY berhenti mengganggu ku. perhatian mereka kini pindah ke surat yang baru saja datang.
"Jawaban dari Av. tidak salah lagi!" Ali berseru antusias meraih surat itu.
...****...
Isi surat itu singkat, padat, dan jelas. Tapi itu membuat aku, Seli,dan Ali harus segera bersiap-siap. ini menjadi awal petualangan baru.
Ali,
Aku tidak tahu harus berkomentar apa lagi atas kegeniusan mu menemukan informasi sepenting ini.sangat brilian. Beritahu Raib dan Seli, segera berkumpul di rumah Seli besok pagi-pagi. Miss Selena akan tunggu di sana. menemani kalian menuju Klan Matahari. kita harus segera menemukan Klan Komet sebelum si Tanpa Mahkota melakukannya. aku juga punya informasi lain yang mengkhawatirkan, kita harus mendiskusikan soal ini. perwakilan tiga klan akan bertemu di kota |Iios kalian ikut serta izin sekolah kalian beberapa hari akan di urus oleh Miss Selena.
Av.
P.S. setelah masalah Klan Komet ini selesai, kamu harus menemukan Komite Teknologi Klan Bulan, apalagi portal antarklan-- meskipun itu hanya untuk mengirim dokumen--harus mendaftarkan. atau mereka akan menutupnya dengan paksa.
Kami bertiga saling tatap.
"Yes!"Ali mengepalkan tangan. memang itu yang dia inginkan, kembali bertualang di dunia paralel. seolah itu hanya jalan-jalan seru atau hobi yang menyenangkan.
Seli mengusap wajah, tidak berkomentar banyak. aku menghela napas perlahan.
"Bagaimana pulau kecil itu tetap tidak di temukan?"Seli bertanya.
__ADS_1
"Kita akan menemukannya, Seli. sekali kita tiba di kota |Iios, akan ada puluhan ilmuwan atau akademis Klan Matahari yang membantu kita menyisir setiap jengkal peta dengan lebih baik. mereka lebih tahu tentang klan tersebut. kalian harus sebaiknya pulang---eh, bukan berarti aku mengusir. tapi kalian harus bersiap-siap, sekaligus bilang kepada orang tua kalian soal perjalanan besok pagi. aku juga harus mengirim kabar ke orang tua ku di luar negeri, minta izin."
"Kamu mau mengarang apa, Ali? bilang ke mereka ada study tour keluar kota?"
Ali tertawa seraya menggeleng." aku tidak pernah mengarang alasan, Seli. aku selalu jujur kepada orang tua ku. aku akan bilang bahwa aku pergi ke dunia paralel beberapa hari."
memangnya mereka percaya?"
Ali mengangkat bahu." Mereka terlalu sibuk mengurus bisnis untuk mendengarkan detail penjelasan."
aku menghembuskan napas panjang. Ali benar, aku dan Seli sebaiknya segera pulang. aku harus segera memberitahukan soal ini kepada Papa dan Mama. waktunya sempit sekali, karena besok pagi, aku, putri satu-satunya mereka, akan kembali bertualang ke dunia yang terlalu sulit untuk di bayangkan.
...******...
Aku tiba di rumah satu jam kemudian. Si putih, kucing ku, berlari-lari menyambut ku saat aku melepas sepatu di depan rumah.
"Hei, Put." aku tersenyum.
Kucing itu lompat ke tanganku seraya mengeluarkan meong pelan. aku melangkah masuk sambil menggendong si Putih.
"Kamu sudah pulang, Ra?" Mama bertanya dari arah ruang belakang.
"Iya, Ma!" aku balas
saat kelas satu SD, selalu itu kalimat Mama menyambut ku pulang. ganti baju,makan siang, cuci tangan,dan makan siang. aku menuju ke belakang. Mama sedang sibuk menyetrika baju. tumpukan baju terlihat di sebelahnya. untuk urusan pekerjaan rumah, tak ada yang bisa mengalahkan kegesitan Mama.
"Mau Ra bantu Ma?" aku menawarkan diri.
"Aduh, kamu segera ganti baju,cuci tangan dan makan siang deh. Kucingmu itu, si Putih atau si Hitam, taro aja dulu. Mama masak sup kesukaan mu."
__ADS_1
Aku menurut.