
"Mencari sesuatu?" aku menatap Ali. rasa kesal ku berkurang, bergantian menjadi penasaran.
"Aku mencari Komet."
"Komet?" aku tidak mengerti.
"Klan Komet tepatnya.
"Kamu mencari Klan Komet?" aku menyeka dahi. ada banyak sekali informasi baru yang ku terima dari percakapan tiga puluh detik terakhir.
"Yap, portal menuju portal Komet."
"Portal menuju Klan Komet?" bagaimana kamu tahu portal itu ada di Klan Matahari?"
Ali tertawa-tawa yang berarti dia memang pintar, tak susah baginya. Seli disebelahku ikut tertawa-tawa yang berarti dia setuju betapa kepintaran Ali. aku hampir menjitak dua sahabat ku itu. mereka membiarkan ku bingung sejak tadi.
"Kamu lihat buku-buku diatas meja." Ali menunjuk meja.
Aku menoleh. sejak tadi aku tahu ada buku-buku diatas meja. Tapi kali ini aku sungguhan memperhatikannya. sepertinya aku juga kenal buku-buku itu. tidak salah lagi, ini buku-buku tua yang dulu di simpan oleh penjaga senior. Padang Sampah di Klan Bintang. Zaaderedaaz. buku-buku ini usianya ribuan tahun. Zaad merawatnya sejak Dewan Kota Zaramaraz melarang peredaran segala buku yang berisi tentang para pemilik kekuatan.
"Bagaimana kamu mendapatkan buku-buku ini?
"Si kembar Bhaar dan Baar yang mengirimkannya."
"Bagaimana mereka mengirimkannya?"Aku tidak mengerti.
"Kurir dunia paralel." Ali menjawab santai, sambil terus menekan remote control, membuat peta raksasa terus bergeser dia berkonsentrasi penuh menatap lantai basement."
"Kurir dunia paralel apa?"
Gerakan tangan Ali tiba-tiba berhenti. matanya tertuju ke depan, seperti melihat sesuatu yang menarik. Dia segera melangkah maju. Seli ikut maju. Aku mendengus kesal karena pertanyaan ku tidak dijawab Ali, tapi aku ikut melangkah maju.
Ali memperhatikan dengan seksama sebuah pulau kecil yang ada di depan kami. Luasnya hanya sebesar lapangan bola, dengan pantai pasir. ada beberapa pohon kelapa di sana. pulau itu persis di tengah samudra luas Klan Matahari, antah-berantah. Ali berseru," Periksa pulau itu ILY!"
ILY mendesing mendekat, Selarik cahaya keluar dari kapsul itu, memindai pulau kecil. Lima detik kemudian, ILY menyampaikan,"Menurut data yang kumiliki, kecil kemungkinan ini pulaunya, Ali semua tumbuhan di pulau ini aku
__ADS_1
kecuali, tidak ada yang ganjil."
Ali bergumam kecewa" Terima kasih ILY. yng ini juga tidak mungkin."
"Apanya yang tidak mungkin?" sergahku,
. aku kesal Ali tidak menghiraukan." Dan apa maksud dunia paralel itu? kamu membuka portal antarklan, kan?"
"Untuk orang yang datang mau marah-marah, pertanyaan mu banyak sekali, Ra." Ali nyengir, kembali melangkah ke meja.
"Jawab,Ali!" Aku melotot marah luar biasa.
"Baik, akan ku jawab. tidak perlu memperlihatkan wajah bagai purnama bersinar itu, Ra. akan ku jelaskan." Ali melambaikan tangan.
Seli tertawa melihat ekspresi wajahku dan wajah Ali. dia seperti menonton pasangan tokoh utama dalam drama Korea yang sedang bertengkar.
"Kamu benar, Ra. aku memang membuka portal antarklan. aku mempelajari teknologi Klan Bintang.dan fakta bahwa portal kecil antarklan bisa di buat tanpa membahayakan dunia paralel." Ali mengetuk meja di dekat kami. dia mengaktifkan sesuatu, kesiur angin terdengar pelan,lantas, plop! seperti suara gelembung air meletus, sebuah lubang hitam. dengan ukuran sejengkal terbentuk.
Aku menatap heran. bentuknya persis seperti portal yang bisa dibuka oleh Buku Kehidupan milikku, tapi dalam skala jauh lebih kecil.
aku meminta Bhaar dan Baar mengirimkan buku-buku tua yang diwariskan Zaad kepada kita.
"Soal portal ini, Apakah Av dan Miss Selena sudah tahu?" Aku teringat sesuatu, jadi bertanya khawatir.
"Belum," jawab Ali santai," tapi mereka akan segera tahu, karena pintu portal yang satu lagi. dibuka di ruang tengah rumah I|o. aku mengirimkan informasi menarik kepada I|o agar dapat disampaikan kepada Av dan Miss Selena segera.aku menunggu jawaban.
"Portal ini bisa membahayakan dunia paralel, Ali. bagaimana jika diketahui pihak lain? dimanfaatkan oleh orang-orang jahat?"
"Kamu tidak pernah mendengar kalimatku dengan baik, Ra." Ali menatapku jengkel." aku sudah bilang portal ini tidak membahayakan dunia paralel. hanya aku yang bisa mengaktifkan nya, dan portal ini hanya untuk mengirim benda-benda kecil seperti dokumen, buku, atau novel. lagipula,ini sangat bermanfaat untuk berkomunikasi lebih cepat antar dunia paralel. Av bum menghubungi kita sejak kejadian Batozar, Miss Selena juga entah sedang sibuk apa. kita harus menunggu. kita sudah tahu selentingan kabar bahwa si Tanpa Mahkota sedang mencari Komet.
suasana terasa canggung saat nama itu disebutkan. Ali diam sebentar, meletakkan remote control di meja. Seli di sebelahku menahan napas. selalu seram setiap kali nama si Tanpa Mahkota di dengar. lebih-lebih kami menyaksikan dia meloloskan diri dari penjara abadi, penjara Bayangan di bawah Bayangan.
" Nah apa itu komet ?" Ali melanjutkan bicara. bahkan Av yang memegang kunci Perpustakaan Sentral Klan Bulan tidak tahu apa itu komet. Tapi jika si Tanpa Mahkota mencarinya, itu berarti penting sekali. Si Tanpa Mahkota menunda menyerang dunia paralel, mendahulukan misi mencari komet. aku memikirkannya terus-menerus sejak kembali Bor-O-Bdur, setelah kita tahu ada banyak dunia paralel di luar sana selain Bumi, Bulan, Bintang, dan Matahari.
"Aku berpikir, sepertinya ada satu cara untuk mengetahui apa itu komet. Buku-buku tua milik Zaad usianya ribuan tahun. Satu-dua memang berisi imajinasi, hanya dongeng, tapi banyak di antara buku tua itu yang mencatat sesuatu yang nyata. petunjuk atas dunia paralel yang misterius. aku lantas meminta Bhaar dan Baar mengirimkannya. itulah kenapa aku membuat kurir dunia paralel, karena Av atau Miss Selena jelas melarang kita kembali ke Klan Bintang hanya untuk mengambil buku-buku itu.
__ADS_1
"Setelah membacanya berhari-hari, memeriksa semua buku, aku akhirnya tahu apa sebenernya komet. Komet itu adalah nama klan, salah satu dunia paralel yang amat unik, misterius. Klan itu tidak stabil seperti Klan Bulan, Matahari, atau Bumi. klan itu selalu bergerak, melintas, persis seperti komet yang melintas. karena sifatnya itu, susah sekali mengetahui di mana posisi pastinya. tapi salah satu buku, portal menuju Klan Komet ada di Klan Matahari."
Ali meraih sebuah buku, membuka cepat halaman yang telah dia tandai. buku itu di tulis dengan huruf paling tua di dunia paralel. Ali meletakkan lembar transparan penerjemah otomatis lalu mulai membacanya. itu sebuah sajak.
*Hei, jangan!
Jangan bertanya padaku.
aku juga tidak tahu.
Ayahku tidak tahu
Leluhur ku juga tidak tahu
Hanya terbetik sebuah kabar
Di sebuah pulau Klan Matahari
Di tengah lautan biru
Sebuah pohon aneh telah tumbuh
Tunggulah di sana saat ranum buahnya
Maka akan datang sesuatu
Pintu menuju tempat itu akan terbuka
Menuju dunia yang terus bergerak dan bergerak
Tempat berada pusaka Peripurna
Hei, jangan!
Jangan bertanya kepadaku*
__ADS_1