Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
12.


__ADS_3

Begitu tiba di kamar, Siska duduk termenung memikirkan ucapan Cecilia yang mengatakan bahwa kalau dia tidak menyukai perempuan itu maka dia harus menyuruh putranya untuk menceraikannya.


"Sial!! Memangnya dia pikir aku berani berkata seperti itu pada Putraku sendiri? Kalau begitu, dia akan memanfaatkan kelemahanku ini untuk membuatku tidak bisa lagi memerintah memerintahnya. Tapi,, dia sudah menyewa pembantu itu selama satu minggu, kalau begitu aku harus mencegahnya agar dia tidak memperpanjang masa bekerja pembantu itu karena pembantu yang sebelumnya juga sudah ku pecat.


"Hah,, aku bersusah payah segera mengakhiri kontrak dengan pembantu sebelumnya supaya bisa menghemat uang dan menggunakannya untuk keperluan lain, tapi dia malah memboroskan uang Putraku lagi dengan menyewa pembantu lain. Dasar sialan!!!" Ucap Siska yang merasa sangat marah.


Bagaimanapun, putranya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta hanya digaji 20 juta per bulan.


Padahal gaji itu digunakan untuk banyak hal, seperti membayar kredit rumah mereka, juga biaya sekolah Dinda dan berbagai keperluan keperluan lainnya.


Sekarang bertambah satu lagi beban yang membuatnya merasa sangat kesal karena ternyata beban itu malah mencari beban-beban yang lainnya.


"Hah,, Aku butuh teh hijau untuk menenangkan diriku sendiri." Ucap Siska kemudian keluar dari kamar dan melihat rumah sudah selesai dibersihkan.

__ADS_1


'Pembantu itu cepat juga bekerja, Padahal aku baru duduk di dalam kamar sekitar 1 jam lebih.' ucap Siska sembari berjalan ke dapur lalu dia mulai menyeduh teh untuk dirinya sendiri.


Tak berapa lama, Cecilia kemudian datang menghampiri Bibi yang sedang membawa pakaian kotor untuk ia cuci.


"Bibi, ini daftar belanjaan yang harus dibeli nanti siang." Ucap Cecilia langsung membuat bibi itu mengambil catatan pada kertas yang dituliskan oleh Cecilia.


"Baik," jawab Snag Bibi.


"Bibi belanja di supermarket dan pastikan Bibi membeli sayuran dan buah organik. Pokoknya disesuaikan saja dengan apa yang sering saya beli ketika berada di apartemen." ucap Cecilia langsung membuat Siska menatap ke arah dua orang itu lalu dia tidak tahan untuk tetap berdiam diri saja.


Sang Bibi yang mendengar itu merasa kebingungan, jadi dia kembali menatap Cecilia, namun Cecilia hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu belanja di pasar saja," ucap Cecilia langsung diangguki oleh sang Bibi, lalu Cecilia kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Siska yang melihat itu merasa puas, jadi dia berjalan kembali untuk duduk di depan TV sembari menonton.


Sementara sang Bibi yang mengambil bahan belanjaan, Dia kemudian membaca semua bahan belanjaan yang ada di sana, lalu dia melihat poin terakhir yang mengejutkan nya.


*Ibu mertua saya akan bilang supaya Bibi belanja di pasar, tapi Bibi cukup mengiyakannya saja, tapi saat berbelanja tolong pergi ke supermarket.*


"Hah,, ternyata hubungan Nona Cecilia dengan mertuanya tidak terlalu baik." Ucap perempuan itu kemudian menyimpan suratnya ke sakunya lalu dia mulai mencuci.


Sementara Cecilia, dia yang berada di kamarnya memperhatikan seluruh skin care-nya yang telah menghilang jadi dia berniat untuk keluar membeli perawatan tubuhnya hingga dia mematikan iPadnya lalu dia keluar dari kamar.


Tetapi karena dia ingat bahwa terakhir kali ketika dia keluar dan lupa mengunci kamar dan barang-barangnya menghilang, maka perempuan itu kemudian mengunci kamar lalu dia meninggalkan rumah.


Tak jauh dari tempat itu, Siska memperhatikannya dengan seksama.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


__ADS_2