
Di dalam mobil, Cecilia merasa senang saat mendengar ucapan suaminya tadi jadi dia tidak tahan untuk terus tersenyum sepanjang perjalanan mereka.
"Pagi ini Kau tampak sangat bahagia, Coba ceritakan padaku Mengapa kau sangat bahagia," ucap Andika yang benar-benar penasaran tentang alasan istrinya terus tersenyum sepanjang sarapan hingga mereka meninggalkan rumah.
Cecilia semakin memperlebar senyumnya, "Hm,, aku rasa Aku wanita paling beruntung bisa menikah dengan suamiku." Ucap Cecilia langsung membuat Andika melirik perempuan itu.
"Aku juga merasa sebagai pria yang paling beruntung menikahimu, Oh ya, di mana aku akan menurunkanmu?" Tanya Andika.
"Di restoran xx," jawab Cecilia langsung diambil oleh Andika lalu pria itu segera mengantar istrinya ke restoran xx.
Setibanya di restoran xx, Cecilia langsung mencium bibir suaminya lalu perempuan itu berpamit dan melambaikan tangannya pada mobil suaminya yang sudah menjauh dari hadapannya.
Setelah mobil itu cukup jauh, maka Cecilia berjalan ke samping restoran itu di mana terdapat sebuah toko laundry besar yang terkenal dan sering dijadikan Cecilia tempat untuk melaundry bajunya.
Dia memberikan pakaian kotornya dan pakaian kotor suaminya pada tukang laundry tersebut lalu dia kemudian menahan taksi yang mengantarnya ke apartemennya.
__ADS_1
"Welcome home!!!" Ucap perempuan itu memasuki apartemennya lalu dia langsung meletakkan semua barang-barangnya di meja dan pergi ke dapur untuk membuat minuman yang akan menemaninya bekerja.
Dia terus berada di apartemennya sampai sore hari ketika menjelang jam pulang kantor, maka perempuan itu kembali ke toko laundry mengambil pakaian yang ia laundry lalu dia bergegas berjalan-jalan di sekitar alun-alun kota dan menelpon suaminya untuk menjemputnya di tempat itu.
Ketika Cecilia masih berjalan-jalan di alun-alun kota, perempuan itu tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika dia melihat adik iparnya sedang bersama dengan teman-temannya.
"Wah,,, Bukankah ini baju keluaran terbaru dari brand xx? Yang ini juga dari brand xk!!!"
"Hei,,, wangi lotion ini yang kau gunakan hari ini berbeda dengan yang kemarin."
"Parfummu juga berbeda, tapi aku pernah mencium ini ketika aku tuh duduk bersama tanteku, menanyakannya dan dia mengatakan satu botol parfum ini dihargai 800.000."
"Hehe,, kakakku tiba-tiba saja baik setelah dia menikah, jadi dia memberikanku banyak uang jajan sehingga aku bisa membeli semua barang-barang mewah yang kukenakan ini." Ucap Dinda dengan wajah yang terlihat penuh bahagia langsung membuat semua teman-temannya menjadi iri.
Sementara Cecilia yang berdiri tak jauh dari tempat itu, dia menggertakan giginya terlalu berbalik meninggalkan Dinda dan teman-temannya.
__ADS_1
'Memang benar, ternyata adik ipar yang mengambil semua barang-barangku. Tapi kemarin aku sudah mengunci kamar dan barang-barangku masih tetap hilang, kalau begitu mereka memiliki kunci yang lain untuk kamar kami. Apakah suamiku juga mengetahui hal ini?' ucap Cecilia dalam hati sembari melangkahkan kakinya semakin menjauhi Dinda dan teman-temannya.
Tak berapa lama berselang akhirnya mobil suaminya datang menjemputnya jadi Cecilia langsung tersenyum dan menaiki mobil suaminya.
Sesuai kebiasaan suaminya ketika menjemputnya, maka pria itu langsung menciumnya beberapa kali lalu melajukan mobil mereka meninggalkan alun-alun kota.
"Apa yang kau lakukan di alun-alun kota? Sendirian seperti itu membuatmu terlihat seperti orang yang sedang galau." Kata Andika sembari tersenyum menatap istrinya yang mana tampak perempuan itu tidak terasa bahagia ketika dia mengantarnya di pagi hari.
"Hah,, pekerjaan hari ini tidak berjalan terlalu baik, jadi Aku mencari angin segar di alun-alun kota. Oya, Aku ingin bertanya tentang kunci kamar kita, Apakah kuncinya memang hanya ada dua yaitu yang kupegang dan yang kau pegang saja?" Tanya Cecilia.
"Iya, tentu saja hanya ada 2, Memangnya siapa lagi yang bisa memegang kunci kamar kita berdua?" Tanya Andika langsung membuat Cecilia menganggukkan kepalanya.
'Ternyata suamiku tidak tahu kalau ada orang lain selain kami yang memiliki kunci kamar, kalau begitu mereka mungkin diam-diam menduplikat kuncinya.' ucap Cecilia dalam hati yang tetapannya kini mengkilap dan dia merasa sangat tidak suka dengan iparnya dan juga Ibu mertuanya.
Dia berusaha baik pada orang-orang itu, tapi bagaimana bisa mereka membalasnya dengan sangat buruk?
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!