
'Kalau begini, maka mau tidak mau harus tetap ada pembantu di rumah. Sebab jika perempuan itu terus keluar rumah dan tidak dihalangi oleh Putraku sendiri maka aku yang akan kelelahan di rumah serta uangku yang akan terkuras banyak!!!' kesal perempuan itu dalam hati lalu dia kembali menatap putranya.
"Kalau begitu, Ibu berubah berpikiran, Bagaimana kalau kita mencari pembantu lain saja?" Ucap Siska.
💥💥💥
Cecilia yang mendengar itu sangat terkejut, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan suaminya yang berbicara.
"Kalau begitu aku dan istriku akan mencarikannya," ucap Andika langsung diangguki oleh Siska.
Maka, setelah kedua orang itu meninggalkan rumah, Cecilia langsung menghubungi salah satu perusahaan penyedia jasa dan langsung menemukan seorang pembantu yang direkomendasikan oleh temannya yang bekerja di tempat itu.
"Sudah ada yang cocok?" Tanya Andika ketika Cecilia sudah mematikan panggilan teleponnya.
"Hm, temanku bekerja di sana, Jadi aku selalu percaya dengan rekomendasinya. Bibi yang kemarin bekerja di apartemenku juga rekomendasi darinya, Dan aku sangat puas dengan pekerjaannya." Ucap Cecilia.
__ADS_1
Andika langsung mengangguk setelah mendengarkan ucapan istrinya lalu pria itu kemudian menyerahkan kartu kredit pada Cecilia.
"Gunakan ini untuk membayar pembantu itu." Ucap pria itu langsung dijawab gelengan Cecilia.
"Kartu kredit yang kemarin kau berikan padaku belum pernah kugunakan, jadi aku akan menggunakan itu." Ucap Cecilia langsung membuat Andika mengerutkan keningnya menatap perempuan yang duduk di sampingnya.
"Kau membeli banyak barang, tapi kenapa kau tidak menggunakan kartu kredit yang kuberikan padamu?" Tanya Andika yang kemarin pernah melihat beberapa struk belanjaan yang dilempar Cecilia ke tempat sampah.
Dia bahkan sempat melihat nominal belanjaan yang tidak main-main di struk belanjaan itu, jadi Andika merasa tidak berguna menjadi seorang suami kalau uangnya tidak digunakan oleh istrinya untuk memenuhi kebutuhan perempuan itu.
Ucapan istrinya langsung membuat Andika menghela nafas lalu dia mengulurkan tangannya mengusap rambut halus milik istrinya sembari berkata, "jangan sungkan menggunakan kartu kredit yang kuberikan padamu, berapapun biaya bulanan istriku akan selalu kutanggung."
Ucapan suaminya benar-benar membuat Cecilia merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia, tetapi Tentu saja dia tidak ingin terlalu menghambur-hamburkan uang suaminya dan lebih baik uang itu ditabung untuk kebutuhan masa depan mereka.
Jadi, setelah berpisah dengan suaminya, Cecilia langsung pergi menemui temannya.
__ADS_1
"Cecilia!!!" Seru seorang perempuan bernama Miranda yang adalah teman Cecilia.
"Hei!!!" Ucap Cecilia mendekati Miranda yang sedang berdiri bersama dengan seorang perempuan.
Kedua perempuan itu kemudian saling berpelukan lalu Miranda memperkenalkan seorang perempuan yang berdiri di sampingnya.
"Kenalkan ini adalah Bu Nisa, dia yang aku rekomendasikan menjadi asisten rumah tanggamu, karena dia ini sangat lincah dalam bekerja dan terlebih semua orang yang pernah ia tempati bekerja memberikan ulasan yang sangat bagus." Ucap Miranda memperkenalkan perempuan bernama Bu Nisa.
Maka Lisa langsung berkenalan dengan perempuan itu lalu ketiganya memutuskan duduk di dalam sebuah cafe untuk membicarakan kontraknya.
"Sebenarnya aku ingin memperkerjakannya lama, tetapi situasi di keluargaku benar-benar buruk, jadi aku rasa aku hanya akan mengambil kontrak harian dulu. Nanti kalau aku melihat bahwa ibu mertuaku cocok dengannya maka aku akan memperpanjang kontraknya." Ucap Cecilia yang tidak mau menghambur-hamburkan uang Jika saja nanti Bu Nisa sudah mulai bekerja lalu akhirnya mertuanya berubah pikiran lagi.
Miranda sangat mengerti dengan persoalan mertua karena dia juga perempuan yang telah menikah, jadi dia langsung mengiyakan ucapan Lisa lalu mereka kemudian membuat kontrak.
Setelah menandatangani kontrak, Lisa kemudian sepakat bersama dengan asisten rumah tangga yang baru bahwa perempuan itu akan masuk bekerja pada keesokan harinya.
__ADS_1
'Enak saja ibu mertuaku sudah mau bebas hari ini, pokoknya aku tidak akan membiarkannya.' ucap Lisa dalam hati lalu perempuan itu segera berpisah dengan Miranda dan dia kembali ke apartemennya untuk mengerjakan pekerjaannya.