Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
17.


__ADS_3

Saat makan malam, Cecilia kembali mendapati bahwa semua makan malam telah diberi air perasan daun kemangi yang membuatnya merasa begitu kesal dalam hati.


'Sebenarnya aku sangat ingin menghormati ibu mertuaku ini, tapi bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu jika dia terus saja menindasku?' kesal Cecilia dalam hati sembari menghela nafas dan lanjut memakan makanan tersebut.


Setelah selesai makan malam, Cecilia dan suaminya langsung pergi ke kamar dan Cecilia mengunci pintu kamar lalu berbaring di ranjang sembari menatap suaminya yang sedang sibuk mengatur foto pernikahan mereka di dinding kamar.


"Kapan kau mencetak foto sebesar itu?" Tanya Cecilia yang tadinya dia tidak melihat suaminya membawa foto itu ke dalam kamar.


"Begitu selesai menikah aku sudah menyuruh seseorang untuk mencetaknya, tapi baru sempat menghubungi mereka tadi siang supaya mengirimnya ke rumah." Ucap Andika.


Setelah selesai menata foto itu, pria itu kemudian naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya sembari mendaratkan beberapa ciuman di wajah perempuan itu.


Sembari mencium wajah istrinya, dia memperhatikan wajah polos itu dan dalam hatinya dia berpikir, 'perempuan sepolos ini tidak mungkin berkata kasar pada Ibuku, mereka pasti hanya salah paham saja. Tapi aku juga tidak bisa membicarakan masalah itu dengannya karena dia pasti akan tersinggung. Dan aku tidak mau disuruh untuk memilih antara Ibu dan istriku karena mereka berdua sama-sama penting di hidupku.'

__ADS_1


Setelah itu, Andika kemudian tidur memeluk Cecilia dan keesokan paginya Cecilia bangun bersamanya lalu mereka mandi bersama dan berganti baju bersama.


"Apakah kau akan keluar?" Tanya Andika.


Cecilia langsung menganggukkan kepalanya, "Hari ini aku akan bertemu dengan produser yang akan mencetak salah satu buku komik ku. Beberapa waktu ke depan juga akan ada banyak pertemuan karena novelku hendak dikontrak oleh salah satu penerbit." Ucap Cecilia yang sebenarnya berpikir untuk menghindari Ibu mertuanya dengan berdalih tentang pekerjaan.


Andika yang mendengar ucapan istrinya langsung menganggukkan kepalanya lalu dia kembali mencium bibir perempuan itu, "jangan bekerja terlalu lelah, kamu ingat bahwa saat ini kita sedang memprogramkan untuk memiliki seorang anak." Ucap Andika mengingatkan istrinya karena dia takut kalau perempuan itu sampai kelelahan.


Cecilia tersenyum, "Jangan khawatir, aku akan menjaga diriku dengan baik karena tubuhku ini adalah milik suamiku!!!" Ucap Cecilia langsung membuat Andika dengan gemas mencubit pelan pipi istrinya lalu kembali mencium istrinya.


Sembari duduk untuk sarapan, Siska kemudian menatap Cecilia sambil berkata, "Kenapa pembantu yang kau sewa itu belum datang juga?"


Cecilia yang mendengar itu langsung menatap Ibu mertuanya dan berkata, "Bukankah Ibu bilang kalau tidak perlu menyewa pembantu karena akan menghambur-hamburkan uang? Jadi aku sudah memutuskan kontrak kerjasamanya dan untungnya mereka masih berbaik hati untuk mengembalikan semua uang yang telah ku bayar."

__ADS_1


"Ahh, bagus, pokoknya mulai hari ini tidak perlu ada pembantu lagi karena Ibu bisa mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini selama seminggu ke depan. Lebih baik uang yang digunakan untuk menyewa pembantu digunakan saja untuk hal-hal lain. Adik kalian masih bersekolah dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk kuliahnya." Tegas Siska langsung diangguki oleh Cecilia dan Andika secara bersamaan.


Maka sarapan itu pun berjalan langsung dengan tenang lalu kemudian Cecilia dan Andika berpamit pada dua orang di depannya karena mereka hendak pergi.


Siska yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya menatap Cecilia yang dia sadari bahwa perempuan itu sudah berganti baju dan juga membawa sebuah tas tantangan.


"Kau juga mau pergi? Kau mau pergi ke mana?" Tanya Siska yang merasa heran dengan perempuan di depannya, dia berpikir kalau perempuan itu hendak pergi untuk berbelanja lagi.


Andika hendak menjawab bahwa istrinya mau pergi bekerja, tetapi Cecilia lebih dulu berkata, "aku hanya ada urusan di luar, jadi aku akan kembali lebih cepat kalau urusannya sudah selesai."


"Hah,, Baiklah, tapi kau harus menjaga diri baik-baik, jangan melukai dirimu sendiri karena nanti bisa merepotkan semua orang." Ucap Siska langsung diangguki oleh Cecilia, lalu kedua orang itu kemudian meninggalkan rumah.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


__ADS_2