Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
16.


__ADS_3

Begitu Andika kembali dari kantor, ia langsung menghampiri putranya sambil berkata, "Ibu mau berbicara denganmu!"


Andika yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, "kalau begitu aku akan mandi dulu lalu kita berbicara." Ucapkan Dika yang sebenarnya sudah sangat ingin masuk ke kamar memeluk istrinya yang cantik sebab dia terlalu merindukan perempuan itu meski mereka hanya berpisah beberapa jam saja.


Tetapi Siska tidak bisa menunda-nunda permasalahan yang sedang ia hadapi jadi dia langsung menarik putranya ke arah sofa agar mereka duduk berdua untuk berbincang.


... * * * ...


Andika sedikit bingung dengan sikap ibunya, namun dia tetap mengikuti perempuan itu dan duduk di sana sembari memperhatikan Ibu mertuanya yang menatapnya dengan kening berkerut.


"Ada apa Bu?" Tanya Andika.


Siska mendengus kesal, "Apa kau tahu kalau hari ini istrimu sudah memperlakukan ibu dengan sangat buruk? Dia mengundang pembantu ke rumah ini tanpa sepertujuan Ibu, jadi ibu merasa agak tidak dihargai karena dia melakukan hal tersebut.

__ADS_1


"Padahal ibu sudah bertekad untuk melakukan semua pekerjaan rumah selama pembantu kita mengambil cuti satu minggu. Tetapi dia malah membentak ibu dan berkata bahwa ibu sengaja menyuruh pembantu kita kembali ke kampung supaya dia yang mengerjakan semua pekerjaan rumah.


"Padahal ibu tidak pernah memikirkan untuk menyuruhnya mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, kau lihat saja tadi pagi, ibu lah yang mau masuk sarapan untuk kalian itu semua, karena Ibu tahu ibu bertanggung jawab atas semua anak-anak ibu.


"Tapi istrimu itu dia sangat tidak menghargai Ibu, bahkan Ibu menangis selama seharian ini karena ucapan istrimu yang mengatakan bahwa ibu ini adalah orang yang tua dan sudah dekat dengan tanah, jadi tidak perlu mengurusi urusan di rumah ini lagi karena dia sudah berada di sini untuk menggantikan ibu mengurus semuanya!!!" Ucap Siska dengan wajah yang begitu sedih.


Andika yang melihat itu kemudian memegang kedua tangan ibunya sambil berkata, "ibu, istriku pasti tidak bermaksud begitu, dia hanya tidak ingin Ibu kelelahan bekerja, makanya dia memesan seorang pembantu untuk bekerja di rumah ini."


"Jadi kau tidak masalah kalau ibu menangis terus-menerus di rumah ini? Dia benar-benar tidak menghargai Ibu, Pokoknya Ibu tidak setuju jika ada pembantu di rumah ini selama satu minggu ke depan, karena Ibu bisa melakukan seluruh pekerjaan rumah sendirian!!" Ucap Siska dengan tegas selalu dia melepaskan genggaman tangan putranya lalu dia kemudian pergi ke kamarnya sembari membanting pintu.


Andika yang melihat itu hanya bisa menghela nafas lalu dia kemudian berdiri dan masuk ke kamar.


"Na na na...." Suara Cecilia yang sedang bersenandung ria merias kukunya di dekat jendela langsung menyambut Andika.

__ADS_1


"Sayang," ucap Andika langsung menghampiri istrinya kemudian membuat Cecilia menata pria itu dengan senyum paling hangatnya.


"Kau sudah pulang, Cepat beri aku ciuman karena aku sangat merindukanmu!!!" Ucap Cecilia yang tidak boleh bergerak sembarang karena tangan dan kukunya sudah diberi kuteks dan sekarang hanya perlu menunggu kuteks kuteks itu kering di kukunya.


Andika yang melihat itu langsung tersenyum lalu dia mendekatkan diri ke arah Cecilia memegang kepala perempuan itu dan mendaratkan ciuman di bibir istrinya.


Cup!


Satu ciuman singkat lalu ciuman yang kedua adalah ciuman yang panjang yang begitu lembut dan santai membuat Cecilia merasa bahwa seluruh bebannya hari itu langsung terangkat.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!

__ADS_1


__ADS_2