Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
32.


__ADS_3

Sembari menunggu Dinda yang pergi membeli makanan, maka Andika terus duduk di samping istrinya sembari mengelus-ngelus tangan istrinya dan memandangi wajah istrinya yang bagian pelipisnya diberi perban karena sempat terluka.


"Kau membuatku sangat khawatir, sebenarnya Bagaimana caramu sampai bisa terjatuh di tangga? Haruskah aku melepaskan semua tangga yang ada di rumah supaya kau tetap aman?" Ucap Andika yang merasa begitu marah pada dirinya sendiri.


Karena kelalaiannya tidak menjaga istrinya maka istrinya terjatuh sampai bayi Mereka hampir saja meninggal dan bahkan Sekarang istrinya tampak begitu menyedihkan berbaring di ranjang rumah sakit.


Siska yang sedang mengatur barang di lemari langsung menoleh ke arah Cecilia untuk memberi tatapan peringatan pada perempuan itu agar menjaga wujud ucapannya.


Dan sesuai dengan peringatan Siska maka Cecilia tidak mengatakan apapun tentang kejadian yang sebenarnya dan hanya berkata, "Aku hanya tidak berhati-hati, tapi lain kali aku pasti berhati-hati."


"Hah,,, aku sudah menyuruh seseorang untuk memasang pagar di sana Aku juga sudah menghubungi ayah dan ibu supaya mereka datang kemari melihatmu." Ucap Andika langsung diangguki Cecilia dengan perempuan itu tersenyum.


Tak berapa lama ponsel Cecilia yang diletakkan di lintas perempuan itu kemudian berbunyi jadi Andika langsung mengambil tas Cecilia dan melihat panggilan yang masuk ialah panggilan dari ibu mertuanya.

__ADS_1


"Halo Bu," ucapkan Dika menjawab panggilan itu.


"Kami sudah berada di lantai 3 tapi di ruangan mana kalian berada?" Tanya seorang perempuan paruh baya dari seberang telepon dengan nada suara perempuan itu terdengar begitu cemas.


"Ahh, aku akan keluar ruangan," ucapkan Dika segera membuka pintu dan menoleh ke arah lift lalu melihat ayah dan ibu mertuanya serta seorang adik iparnya sudah berdiri di sana.


Begitu ketiga orang itu melihat Andika maka mereka langsung berlari dan masuk ke ruangan melihat Cecilia yang pucat berada di atas ranjang.


"Ya ampun putriku,," ucap Ibu Cecilia langsung mendekati perempuan itu dan melihat keadaan putrinya dengan seksama.


Dia memperhatikan keluarga Cecilia yang semuanya tampak cemas, jadi pria itu menghela nafas lalu dia kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu sembari memperhatikan 3 orang yang terus mengelilingi Cecilia.


Tak berapa lama, akhirnya Dinda datang membawa makanan maka Ibu Cecilia langsung menyuapi Cecilia, sementara semua orang kembali duduk di sofa dan ikut makan bersama.

__ADS_1


Andika yang tidak nafsu makan hanya duduk di sofa sembari memainkan ponsel istrinya.


'Hah, dia masih menyimpan video ini?' ucap Andika langsung membuka laman video ketika di bagian layar ponsel Cecilia memang selalu terputar video Cecilia dengan Andika ketika mereka masih berpacaran.


Andika langsung tersenyum melihat video itu dan setelah video itu habis dia dikejutkan dengan rekaman CCTV yang ada di rumah yang dipasang oleh Cecilia.


Rekaman itu berada di dalam kamar memperlihatkan istrinya sedang sibuk bernyanyi-nyanyi sambil menari di depan meja rias.


Andika yang melihat itu langsung tersenyum lalu dia mengobrak-abrik CCTV itu untuk melihat tingkah konyol istrinya yang lain, dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat adiknya sedang memasuki kamar lalu mengambil banyak sekali barang-barang istrinya yang ada di atas meja.


'Apa ini???' ucap pria itu melihat Dinda juga membongkar lemari dan mengambil baju-baju milik istrinya dan terlebih dia mengambil beberapa sepatu milik Cecilia.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan.


Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


__ADS_2