Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
34.


__ADS_3

Cecilia dirawat di rumah sakit selama 3 hari, dan selama itu pula Siska terus memaksa Andika untuk segera pergi ke kantor karena takutnya pria itu akan dipecat kalau dia membolos terlalu lama.


Namun Andika tidak mau meninggalkan istrinya, dia bahkan memaksa Ibu mertuanya agar tetap tinggal di rumah sakit supaya ketika dia keluar mengurus administrasi dan menembus obat-obatan maka istrinya tidak berduaan saja dengan ibunya.


Sampai akhirnya Cecilia sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan saat itu Siska begitu terkejut ketika mereka berada di dalam mobil dan putranya tidak menyetir ke arah rumah mereka.


"Kita mau ke mana?" Tanya Siska sembari menata putranya yang duduk dengan tenang di kursi kemudi.


"Mulai hari ini kami akan tinggal di apartemen istriku sembari mencari rumah yang cocok untuk kami tinggali." Ucap Andika sangat mengejutkan Siska karena tidak menyangka bahwa putranya tiba-tiba saja berubah pikiran sekembalinya Cecilia dari rumah sakit.


Perempuan itu hendak mengatakan sesuatu ketika Andika mendahuluinya berkata, "selama pemulihan istriku, aku harap ibu mertua bisa tinggal di apartemen kami beberapa lama untuk menjaga istriku."


Ibu Cecilia yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, "Tentu saja, aku sudah membicarakannya dengan ayahmu dan adik iparmu jadi ibu akan menemani Cecilia selama satu minggu ke depan atau sampai dia sudah bisa beraktivitas secara normal." Ucap perempuan paruh baya yang duduk di samping Cecilia langsung membuat Cecilia tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke bahu ibunya.


Tetapi Siska yang duduk di sisi lain dalam mobil tersebut langsung berkata, "tidak usah, kalian pergi ke rumah ibu saja, biar ibu yang menjaga Cecilia di rumah. Lagi pula ibu mertuamu harus kembali ke rumah mereka dan menjaga restoran."

__ADS_1


Namun Andika menggelengkan kepalanya dengan pelan, "tidak Bu, apartemen istriku lebih dekat dengan kantor jadi aku bisa pulang pergi saat jam makan siang untuk melihat keadaan istriku. Kalau aku kembali ke rumah itu terlalu jauh jadi kami akan tinggal di apartemen untuk sementara waktu sampai kami mendapatkan hunian kami yang baru." Kata Andika dengan tegas.


Ibu Cecilia pun tidak mau kalah jadi dia langsung berkata, "besan juga tidak perlu khawatir tentang restoran kami, lagi pula beberapa hari yang lalu kami sudah menemukan pekerja pada waktu yang bisa membantu di restoran, jadi tidak masalah jika saya menjaga putri saya. Lagi pula, dia ini putri saya yang paling cantik dan paling manja, jadi dia pasti akan kesulitan kalau ibunya tidak ada menemaninya saat dalam keadaan sulit."


Ucapan ibunya langsung membuat Cecilia tersenyum dan berkata, "aku tidak manja Bu, aku hanya selalu kangen sama Ibu setiap hari."


"Jangan membela dirimu di depan istri dan ibu mertuamu, Ibu jelas-jelas mengatakan yang sebenarnya!!!" Ucap Ibu Cecilia langsung membuat Andika tersenyum menahan tawanya.


Maka, mereka dengan cepat tiba di apartemen lalu Cecilia langsung diantar oleh Andika ke kamar agar perempuan itu beristirahat sementara Siska yang merasa kesal langsung berpamitan pada semua orang untuk kembali ke rumah menyiapkan makanan bagi putrinya.


Andika berada di kamar menemani istrinya dan memperhatikan perempuan yang langsung terlelap ketika mereka tiba di apartemen.


Setelah beberapa saat, Andika keluar dari kamar dan melihat ibu mertuanya sudah duduk menonton TV.


"Ibu, Aku ingin membicarakan sesuatu." Ucap Andika langsung duduk di depan sofa dan ibu Cecilia langsung memelankan suara TV lalu menatap menantunya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Ibu Cecilia.


"Itu,, memberitahu Ibu dan Ayah kalau sebenarnya sekarang istriku sedang mengandung." Ucap Andika sangat mengejutkan Ibu Cecilia karena dia tidak menyangka bahwa ternyata putrinya sedang mengandung.


"Apa? Jadi saat ini sudah ada calon cucuku di istrimu?" Tanya perempuan itu dengan raut wajah yang begitu tak percaya namun kebahagiaan jelas terpatri di wajahnya.


Andika mengganggukkan kepalanya dengan pelan, "iya, dia sedang mengandung, tapi dia juga belum diberitahu tentang hal tersebut karena aku takut dia akan cemas memikirkan bayinya. Jadi, bisakah nanti Ibu pelan-pelan memberitahunya?" Ucapkan Dika langsung diangguki oleh ibu Cecilia dengan perempuan itu begitu antusias langsung mengambil ponselnya untuk memberitahukan kabar tersebut pada suaminya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....


__ADS_1


__ADS_2