Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
14.


__ADS_3

Begitu memasuki rumah, Cecilia langsung disambut oleh Siska yang baru saja kembali dari dapur.


Sementara itu, Dinda duduk di depan TV sembari memegang remote dengan mata perempuan itu langsung tertuju pada semua paperbag yang ada di tangan Cecilia.


'OMG!!! Kakak ipar pergi membeli barang dari brand xx!!! Itu kan brand terkenal yang selama ini ku incar-incar juga barang-barangnya. Tapi karena kakak tidak pernah memberi uang yang cukup untuk berbelanja di sana Aku hanya bisa menelan air liurku.


'Tapi bagaimana bisa kakak memberikan uang yang begitu banyak pada kakak ipar sehingga dia pergi berbelanja ke sana, dan Bahkan bukan hanya brand xx saja, itu juga ada brand xk!!!' ucap Dinda dalam hati sembari memperhatikan setiap logo pada paper bag yang dibawa oleh Cecilia.


... * * * ...


Sementara Siska yang melihat pemborosan menantunya langsung menghampiri perempuan itu sambil bertolak pinggang melototkan matanya menatap semua paperbag di tangan Cecilia.


"Kau baru saja membuang-buang uang dengan menyewa seorang pembantu selama satu minggu, dan sekarang kau kembali berbelanja?!!!" Tanya perempuan itu yang merasa amat kesal melihat barang belanjaan di tangan Cecilia.

__ADS_1


"Hm, kalau aku masih punya uang maka aku akan membelanjakannya. Tapi,,, sebenarnya belanjaanku ini kurang karena beberapa barang yang sebelumnya hilang di kamarku belum ku beli, jadi Mungkin besok aku akan pergi lagi untuk berbelanja." Ucap Cecilia sembari menoleh ke arah Dinda dan dia langsung melihat wajah perempuan itu agak terkejut.


"Kenapa kakak ipar langsung melihatku? Apakah kakak ipar berpikir bahwa aku yang mencuri barang-barang kakak?" Tanya Dinda yang kini merasa gugup di tempatnya karena dia tentu saja tidak mau ketahuan bahwa dialah yang telah mencuri barang-barang di kamar Cecilia.


Cecilia tersenyum, "ah,, kapan aku bilang kalau kau yang mencuri? Aku hanya bilang bahwa beberapa barangku hilang di kamar, mungkin aku menaruhnya di suatu tempat sehingga terselip, atau mungkin memang ada yang mengambilnya." Kata Cecilia dengan santai langsung membuat Dinda menghela nafas, lalu dia kemudian berdiri dan berjalan ke kamar supaya raut wajahnya tidak semakin kelihatan bahwa dia sedang panik.


Sementara Siska yang berdiri di depan Cecilia, dia langsung berkata, "Jangan pernah mengungkit soal barang-barang yang hilang di rumah ini, karena selama aku tinggal di rumah ini belum pernah ada barang-barang yang hilang. Atau jika ada, mungkin saja yang mengambilnya adalah pembantu yang kau bawa ke rumah ini!!!!"


Ucapan perempuan di depannya tentu saja membuat Cecilia menjadi kaget, tetapi untungnya dia mengetahui bahwa saat itu Bibi yang dia panggil untuk membantunya bekerja sedang tidak berada di rumah, karena sedang pergi ke swalayan untuk berbelanja.


"Juga Bu, kalau Ibu tidak suka aku berbelanja banyak, maka Ibu bisa membicarakannya Dengan Suamiku agar dia mengurangi uang belanja yang ia berikan padaku." Ucap Cecilia lalu dia berjalan pergi meninggalkan Siska yang begitu tercengang di tempatnya, karena lagi-lagi perempuan itu membawa bahwa nama putranya untuk berdebat dengannya.


Jadi dia langsung menggertakan giginya, lalu dia segera memikirkan cara supaya putranya tidak lagi memberi uang pada Cecilia.

__ADS_1


'Pokoknya nanti, aku harus berbicara dengan Putraku.' ucap Siska dalam hati sembari menggerakkan giginya untuk pergi ke dapur mendapatkan air minum demi menenangkan dirinya yang sedang panas karena kemarahan nya pada menantunya.


Baru saja perempuan itu tiba di dapur ketika pintu rumah kembali terbuka, lalu bibi langsung masuk sembari membawa barang belanjaan yang dipesan oleh Cecilia.


Bibi langsung meletakkannya di atas meja, lalu dia membongkarnya satu persatu dari dalam plastik.


Siska yang berdiri di depan kulkas langsung menghampiri perempuan itu dan melihat bahwa semua barang belanjaan yang dibeli oleh Bibi ternyata didapatkan dari supermarket!!!


"Apa ini?!!!" Teriak Siska langsung melototi Bibi yang sedang sibuk membongkar barang belanjaannya untuk disusun ke dalam kulkas.


Bibi yang mendengar teriakan itu langsung terkejut di tempatnya dan dia baru menyadari bahwa seharusnya dia tidak boleh menunjukkan barang belanjaan itu pada perempuan di depannya.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


__ADS_2