Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat

Konflik Rumah Tangga Menghadapi Mertua Dan Ipar Jahat
24.


__ADS_3

Akhirnya, makan malam pun tiba lalu 4 orang duduk di meja makan saling berhadap-hadapan dan mereka makan malam bersama.


'Hah sepertinya ibu mertua menyetok banyak daun kemangi ini lagi hanya untuk membuatku tidak berselera makan.' ucap Cecilia dalam hati yang merasa kesal karena makanannya terus saja diberikan perasan daun kemangi yang entah bagaimana perempuan itu terus saja menyetoknya dalam kulkas.


Padahal, bahan-bahan makanan yang lain telah habis tetapi daun kemangi masih begitu banyak di dalam kulkas.


"Oya Bu, besok pembantu kita sudah kembali bukan?" Tanya Andika langsung mengejutkan Siska.


'Tentu saja tidak akan kembali karena aku sudah memecatnya,' ucap Siska dalam hati lalu dia menggelengkan kepalanya.


"Katanya dia sudah tidak bisa bekerja lagi karena tiba-tiba saja anaknya sakit." Ucap perempuan itu yang sebenarnya merasa dilema dalam hati dia ingin menghemat dengan tidak menggaji pembantu di rumah mereka Tetapi beberapa hari terakhir ini menantunya terus saja pergi dari rumah.


Entah alasan Apa yang membuat perempuan itu pergi dari rumah namun dia tidak bisa mencegahnya karena putranya sendiri tidak mengatakan apapun soal kepergian perempuan itu setiap hari.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu biar kami yang mencari pembantu baru." Ucap Andika langsung dijawab gelengan kepala Siska.


"Tidak perlu, Ibu bisa melakukan semuanya sendiri." Ucap Siska yang berpikir bahwa mungkin menyentuhnya hanya akan pergi dari rumah selama beberapa waktu saja.


Cecilia yang mendengar ucapan Ibu mertuanya langsung menatap suaminya sambil berkata, "kamu Jangan menghalangi kemauan ibu, aku tahu memang berat jika ibu melakukan semua pekerjaan rumah, tapi mungkin saja itu adalah salah satu cara ibu untuk menghibur dirinya yang kesepian di rumah. Hah,,,, apalagi mulai sekarang aku tidak bisa lagi menemani Ibu di rumah karena ada banyak urusan di luar rumah. Jadi--"


"Memangnya Apa yang kau urus di luar rumah sampai 1 minggu ini terakhir ini kau terus pergi setiap pagi dan pulang setiap sore, padahal kau bukan orang yang bekerja!" Sela Siska yang merasa kesal pada perempuan di depannya.


"Ahh, itu, aku pergi bertemu dengan teman-temanku karena sudah lama kami tidak bertemu, aku juga beberapa kali pergi ke restoran orang tuaku untuk membantu mereka berjualan." Ucap Cevilia yang memang beberapa kali dia pergi ke restoran orang tuanya yang ada di pinggir itu kota.


Meski untuk pergi ke restoran itu memberi itu kan perjalanan 2 jam pulang pergi, namun dia tidak keberatan karena berada di dekat orang tuanya adalah hal yang paling nyaman yang ia rasakan daripada harus bersama dengan ibu mertuanya yang merupakan ibu mertua kejam dan bermuka dua.


"Apa?!! Jadi selama ini kau keluar rumah hanya untuk bertemu dengan teman-temanmu dan juga pergi ke rumah orang tuamu? Kalau kau terus seperti itu maka kau akan lebih lambat untuk hamil karena kelelahan jadi sebaiknya mulai besok kau tidak usah keluar!!!" Tegas Siska yang merasa kesal pada perempuan di depannya, semua pekerjaan rumah tangga dibebankan padanya padahal ternyata perempuan itu hanya pergi hura-hura bersama dengan teman-temannya di luar rumah.

__ADS_1


Lebih parahnya lagi, Cecilia melakukan itu sepanjang hari dari pagi sampai sore hari.


Andika yang mendengar itu langsung tidak setuju dengan ucapan ibunya, jadi dia berkata, "Ibu tidak usah khawatir, dia bisa menjaga diri dengan baik lagi pula dia tidak melakukan pekerjaan yang berat-berat."


Melihat putranya yang membela menantunya maka Siska tahu bahwa tidak ada jalan baginya untuk menghentikan putranya sebab Dia pun harus terlihat sebagai mertua yang baik di depan putranya, Jadi tidak mungkin dia merusak image-nya itu.


'Kalau begini, maka tidak mau tidak mau harus tetap ada pembantu di rumah. Sebab jika perempuan itu terus keluar rumah dan tidak dihalangi oleh Putraku sendiri maka aku yang akan kelelahan di rumah serta uangku yang akan terkuras banyak!!!' kesal perempuan itu dalam hati lalu dia kembali menatap putranya.


"Kalau begitu, Ibu berubah berpikiran, Bagaimana kalau kita mencari pembantu lain saja?" Ucap Siska.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!

__ADS_1


__ADS_2