
Setelah kakaknya dan kakak iparnya meninggalkan rumah, maka Dinda langsung melancarkan aksinya masuk ke kamar ibunya mengambil kunci serep, lalu perempuan itu kemudian pergi ke kamar kakaknya dan kakak iparnya lalu membongkar di sana mendapatkan barang-barang yang baru dibeli oleh Cecilia kemarin.
Setelah itu, perempuan itu keluar dari kamar dengan penuh bahagia lalu dia menyimpannya di dalam lemarinya dan memakai beberapa barang-barang itu untuk pergi ke kampus.
Sementara itu, sepanjang hari Siska menghabiskan waktunya menyiram tanaman lalu ketika dia sudah mulai merasa lapar perempuan itu kemudian baru teringat bahwa Cecilia belum kembali.
Dia merasa lapar jadi dia kemudian pergi ke dapur untuk memasak, Namun ternyata, belanjaan yang kemarin dibeli oleh pembantu sudah habis karena memang kemarin Cecilia hanya menyuruh Bibi untuk berbelanja sedikit saja.
"Apa ini??? Tidak ada satupun yang bisa dimakan?" Kesal Siska ketika dia membuka kulkas dan mendapati semua sayuran dalam kulkas telah hilang bahkan makanan-makanan kaleng yang ada di sana juga telah habis.
Tetapi untungnya, dia masih punya beberapa persediaan makanan yaitu ikan kering yang sempat dibawa dari kampung oleh kerabatnya.
"Hah,, ikan ini sudah tidak layak makan" gerutu Siska melihat ikan kering yang sudah mulai jamuran, Tetapi dia tidak punya hal lain untuk dimasak, jadi dia hanya menggoreng itu untuk dimakan.
"Hah,,, sebenarnya ke mana perempuan itu? Seharusnya dia sudah kembali sedari tadi karena tahu dia harus menyiapkan makan siang sebab membantu sudah tidak ada lagi di rumah ini!!!" Kesal Siska yang merasa tidak nyaman hanya makan ikan kering saja dia ingin makan daging ataupun ikan, atau sekedar makanan lain yang lebih enak dari makanan yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Lalu ia juga melihat bahwa seluruh piring yang tadi pagi digunakan untuk sarapan belum juga dibersihkan dan hanya tertumpuk di wastafel saja.
Hal itu terjadi karena dia pikir bahwa Cecilia akan kembali cepat Lalu nanti perempuan itulah yang akan membereskan semua pekerjaan.
Tapi sayang sekali, karena saat itu Cecilia sudah berada di apartemennya duduk santai sembari menikmati cemilan dan mengerjakan pekerjaannya dengan nyaman karena tidak ada gangguan.
Ding dong!
Ding dong!
"Selamat datang bibi, silakan masuk." Ucap Cecilia langsung membuat sang Bibi masuk.
"Apakah kau pindah lagi ke apartemen mu?" Tanya BIBI.
Cecilia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "tidak bi, aku hanya berada di sini kalau siang hari karena kalau di rumah tidak ada suamiku mertuaku memperlakukanku dengan sangat buruk. Oh ya Bibi aku juga minta maaf atas apa yang telah terjadi kemarin aku sangat menyesal karena Bibi harus mendapat omelan dari ibu mertuaku." Ucap Cecilia sembari membungkuk pada perempuan itu karena dia benar-benar merasa bersalah pada Bibi tersebut.
__ADS_1
Sang Bibi yang melihat sikap sopan Cecilia di depannya langsung menganggukkan kepalanya, "tidak perlu minta maaf, lagi pula itu sudah menjadi resiko ku saat bekerja." Ucap Bibi yang jelas tahu bahwa Cecilia Tentu saja tidak mau hal seperti kemarin terjadi, tetapi meskipun dia tidak mau maka segala sesuatu tidak mungkin terjadi menurut kehendak seseorang.
"Sebagai permintaan maaf ku aku sudah membelikan beberapa makanan untuk bibi dan anak-anak Bibi, aku menaruhnya di kulkas, Jadi Bibi bisa langsung membawanya nanti setelah selesai bersih-bersih." Ucap Cecilia langsung diangguki oleh Bibi tersebut lalu mereka kemudian berpisah.
Bibi kemudian pergi ke dapur dan membuka kulkas selalu melihat banyak sekali makanan yang ternyata sudah disediakan Cecilia untuknya.
Perempuan itu hanya tersenyum menutup kulkas lalu dia kemudian membuat minuman untuk dirinya sendiri karena sudah kebiasaan baginya ketika dia datang di apartemen Cecilia dia akan membuat minuman sebelum memulai pekerjaannya.
Hal itu pun dia lakukan karena Cecilia lah yang menyuruhnya, Bahkan minuman yang sering ia minum selalu di stok Cecilia di apartemen itu.
'Seandainya mertua Nona Cecilia mengetahui bagaimana sikap nona, maka dia pasti tidak akan memperlakukan Cecilia dengan buruk.' ucap perempuan itu dalam hati sembari duduk di bar mini menatap ke ruang tamu yang luas di apartemen tersebut.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1