
Siska yang berdiri di depan kulkas langsung menghampiri perempuan itu dan melihat bahwa semua barang belanjaan yang dibeli oleh Bibi ternyata didapatkan dari supermarket!!!
"Apa ini?!!!" Teriak Siska langsung melototi Bibi yang sedang sibuk membongkar barang belanjaannya untuk disusun ke dalam kulkas.
Bibi yang mendengar teriakan itu langsung terkejut di tempatnya dan dia baru menyadari bahwa seharusnya dia tidak boleh menunjukkan barang belanjaan itu pada perempuan di depannya.
... * * * ...
"Ini,,, ini,,," Bibi tidak tahu harus berkata apa kau jadi dia gelanggapan di tempatnya sembari mengepal erat tangannya karena dia begitu takut dimarahi oleh perempuan yang sangat mirip dengan anak iblis.
Dingin, kejam dan tidak berperasaan bahkan terhadap menantunya sendiri dia bersikap sangat buruk apalagi pada dirinya yang hanyalah orang asing di rumah itu.
"Apakah menantuku yang menyuruhmu untuk berbelanja di supermarket?" Tanya Siska langsung membuat sang Bibi terdiam di tempatnya karena dia tidak tahu harus berkata apa.
Namun ketika Siska melihat wajah perempuan di depannya, maka Siska langsung mengetahui bahwa dugaannya sudah 1000% benar.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Siska langsung berjalan pergi dari tempat itu meninggalkan Bibi yang langsung runtuh ke kursi dan duduk di sana dengan tubuh yang lemas.
'Aku harap Nona Cecilia tidak mendapat masalah.' ucap perempuan itu dalam hati berusaha menyenangkan dirinya sendiri lalu beberapa saat kemudian dia kembali mengatur semua barang ke dalam kulkas dan lemari.
Sementara itu, Cecilia yang berada di kamarnya masih sibuk menggambar dengan wajah yang terpasang masker untuk merawat kulit wajahnya.
Tok tok tok....
Tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk membuat perempuan itu kembali menghela nafas karena dia tahu bahwa yang ada di luar tentunya adalah ibu mertuanya.
Jadi Cecilia langsung berdiri dan membuka pintu.
"Kau masih sibuk perawatan di dalam kamar sementara kau sudah menghamburkan begitu banyak uang pada hari ini!!! Menyewa pembantu, pergi berbelanja membeli barang-barang mahal, dan menyuruh pembantu untuk berbelanja di swalayan!!!
"Dan sekarang kau terlihat seperti perempuan yang tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun setelah menghabiskan begitu banyak uang suamimu? Apakah Kau pikir aku membesarkan anakku hanya untuk diporoti olehmu?" Kesal Siska sembari menatap perempuan di depannya dengan tatapan penuh kemarahan.
__ADS_1
Sementara Cecilia yang mendengar itu, dia hanya bisa menggerutu dalam hati, 'orang ini benar-benar tidak mengerti meski aku sudah berbicara berulang kali.'
"Ibu, kalau ibu kecewa dengan pengaturan ku maka katakan saja pada Putra Ibu supaya kami pindah dari tempat ini. Kalau aku tinggal di apartemenku aku akan mengaturnya seperti yang kulakukan hari ini, jadi kalau Ibu tidak suka katakanlah pada suamiku dan jangan padaku." Ucap Cecilia lalu dia menatap pintu kamar dengan penuh perasaan kesal.
'Persetan dengan ibu mertua itu, entah dia mau marah atau meledak atau apapun itu Aku tidak akan perduli!! Aku sudah cukup bersabar menghadapinya, tapi sekarang aku merasa kepalaku akan meledak seperti bom atom jika terus berdebat dengannya!' geram Cecilia dalam hati sembari kembali duduk di kursinya lalu dia melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Siska yang melihat kelakuan menantunya, dia merasa sangat marah jadi perempuan itu duduk di TV sembari menunggu putranya kembali dari kantor.
"Pokoknya aku harus mengatakan sesuatu yang buruk tentang Cecilia agar Putraku mau membelaku!!! Aku tidak Sudi kalau perempuan itu tetap berada di rumah ini sepanjang waktu dan menginjak-injak aku, bahkan mengambil alih perhatian putraku!!!" Ucap perempuan itu sembari memegang remote dengan sangat erat.
Begitu Andika kembali dari kantor, dia langsung menghampiri putranya sambil berkata, "Ibu mau berbicara denganmu!"
Andika yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, "kalau begitu aku akan mandi dulu lalu kita berbicara." Ucap Andika yang sebenarnya sudah sangat ingin masuk ke kamar memeluk istrinya yang cantik sebab dia terlalu merindukan perempuan itu meski mereka hanya berpisah beberapa jam saja.
Tetapi Siska tidak bisa menunda-nunda permasalahan yang sedang ia hadapi, jadi dia langsung menarik putranya ke arah sofa agar mereka duduk berdua untuk berbincang.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!