
Theodore Elric dan Zephkiel Allocus. Keduanya adalah teman baik yang berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Zephkiel adalah seorang iblis bangsawan yang hidup dengan kemampuan yang berbeda. Ibaratnya, Zephkiel berasal dari keluarga konglomerat.
Apapun yang dia inginkan bisa di dapatkan. Mendapatkan pendidik terbaik, pelatihan yang terbaik dan juga kualitas hidup terbaik.
Sedangkan Theodore hanyalah iblis biasa. Dia hidup dalam kota dan menjalani kehidupan dalam keluarga yang kekurangan. Tidak memiliki pendidikan, maupun kuasa yang besar seperti Zephkiel.
Saat Zephkiel masih sekitaran umur 12 tahun dalam umur manusia, dia merasa iri dengan para anak-anak yang pernah dia lihat di perjalanan pulang melewati kota. Anak-anak lain menjalani hidup mereka dengan senang dan penuh senyuman. Sedangkan Zephkiel, sejak kecil harus mengemban tugas bangsawan penuh.
Karena perasaan irinya itu, dia pernah menyelinap keluar dari kediamannya untuk pergi ke kota. Walaupun dia berasal dari keluarga bangsawan, tetapi Zephkiel merasa sedikit terkurung karena status yang keluarganya miliki.
Zephkiel berharap bisa membaur dan bermain dengan para anak-anak yang dia lihat sebelumnya. Tetapi, semua itu ternyata tidak ada lagi.
Kota berubah seperti kota hantu. Orang-orang bertubuh lemas dan kekeringan. Tak ada makanan ataupun minuman yang di dapatkan. Senyuman dan harmonisnya para anak-anak kecil yang bermain tidak ada yang dia dapatkan. Hanya sebuah tangisan dan juga kota yang kumuh menunggu ajal menjemput mereka semua.
Zaman itu adalah masa pemerintahan raja iblis Alforius. Kekejaman yang dia lakukan itu berdasarkan kepentingan sendiri. Dia memperluas wilayah dengan berperang. Elf, manusia, dwarf, orc, goblin, entah apapun itu semua di libas habis olehnya demi kekuasaan yang lebih besar.
Karena hanya mementingkan kekuasaannya sendiri, Alforius tidak pernah peduli pada rakyat iblis jelata. Dia hanya melakukan apapun yang membuat dia dan orang-orang yang melayaninya bahagia.
Sedangkan iblis biasa sudah kesulitan untuk hidup, karena makanan mereka dan hasil panen selalu terpotong oleh kerakusan Alforius sebagai raja iblis.
Hingga suatu saat, Zephkiel yang sedang berjalan di kota di pukul tepat di kepala oleh salah satu iblis di kota. Pukulan keras yang mengenai kepala seorang anak umur 12 tahun itu tentu saja membuat kepalanya berdarah-darah.
Tapi mengapa? Mengapa mereka melakukan hal tersebut?
Jawabannya sangat mudah.
Karena, Zephkiel memakai pakaian mewah. Dia yang berasal dari keluarga bangsawan tidaklah memiliki kekurangan. Terlebih lagi dalam pakaiannya dan juga kekayaan.
__ADS_1
Oleh karena itu, rasa iri dan dengki para rakyat iblis dalam kota sudah memuncak. Mereka yang melihat Zephkiel terjatuh berusaha untuk mengambil apa yang dia miliki untuk di jual dan di tukar makanan.
Tetapi, seorang anak muda berpikir beda. Dia menyelamatkan Zephkiel dari kerumunan tersebut dan membawanya ke tempat yang aman. Lukanya di obati, walaupun berada tepat yang ada di dalam kumuh. Tak henti untuk di berikan makanan seadanya.
***
Zephkiel yang di tengah bercerita pada Touya, menarik pandangannya dan menatap padanya.
“Dan anak muda itu adalah ayahmu”
Touya tertegun diam ketika mendenagr cerita tersebut. Sedangkan Zephkiel melanjutkannya secara singkat.
“Ayahmu yang menolongku saat itu benar-benar telah membuka mataku. Kalau kami, para iblis bangsawaan saat itu hanya hidup di atas penderitaan orang lain. Mereka bahkan berani menusuk sesama untuk bisa bertahan hidup. Dunia neraka saat itu sangatlah kejam!”
“Tetapi, ayahmu berbeda. Dia tidak berniat untuk melakukan hal tersebut. Dia tidak memiliki keberanian untuk mencelakai orang lain demi kepentingannya sendiri. Dan dari sanalah aku dan Theo memiliki hubungan yang bisa sama kuatnya dengan seorang saudara”
“Jadi, tuan Zephkiel mengenal ayahku dari lama?”
“Benar. Aku juga membantu Theo untuk berlatih dan mengerti ilmu bela diri, sihir, dan bahkan strategi perang. Dengan ilmu yang kuberikan pada dia, Theo memunculkan bakat bertarungnya yang luar biasa. Hingga mimpi yang dia dambakan dulu, berhasil dia wujudkan untuk zaman ini”
“Mimpi?”
“Ayahmu dan aku mempunyai mimpi yang sama. Kami ingin merubah neraka demi menjadi lebih baik dan lepas dari pemerintahan keji Alforius. Dan ayahmu lah orang yang menggerakan para iblis untuk memberontak. Aku bertarung di sisinya seperti saudara, tetapi aku tak bisa melindunginya”
Dari sana, Touya sudah mengetahui bagaimana ayahnya mati. Walaupun dia tidak pernah bertemu dan menganggap selalu dirinya manusia hingga belum lama ini.
Sedangkan Zephkiel saat itu, belum selesai menceritakan kisahnya dengan Theo.
__ADS_1
“Jauh sebelum peperangan akan di mulai, Theo mengatakan padaku kalau dia memiliki anak. Dia menitipkan anak itu kepada seorang manusia di bumi. Dan memintaku untuk berjanji, bahwa aku akan melindungi anak itu apapun caranya”
“Dan anak itu adalah…. Aku?”
“Benar. Kamu adalah garis keturunan dari Theo. Sang iblis revolusioiner, pahlawan dunia neraka. Tanpa ayahmu, kita para iblis tidak akan bisa lepas dari pemerintahan Alforius saat itu”
Walaupun Touya sudah mendengar garis besarnya dari Reina, tetapi ini berada dalam level yang berbeda. Zephkiel menceritakan dari pandangannya yang mengenal Theo sudah begitu lama. Tentu saja ada banyak hal yang tidak di ketahui Reina dan hanya bisa Touya dapatkan dari mulut Zephkiel.
Namun, ada satu hal yang membuat Touya sedikit heran. Pikiran itu melintas dan tak bisa menghilang begitu saja. Sampai tak lama, dia pun membuka mulutnya.
“Tuan Zephkiel. Maaf jika aku bertanya lancang. Tetapi, kenapa ayahku menitipkanku di dunia manusia?”
“Jawabannya pasti kau sendiri sudah tahu kan? Itu untuk melindungimu dari perang saudara yang akan terjadi”
Jawaban Zephkiel sebenarnya sudah di ketahui oleh Touya. Tetapi, dia masih ingin memastikan terhadap perasaannya pada sosok ayah yang bahkan tidak dia ketahui wajah dan keberadaannya.
“Aku memberitahu keberadaan aslimu pada Reina, itu demi melindungimu juga. Saat Reina memberitahuku, kau sudah tertusuk dan hampir mati oleh seorang iblis bernama Yuri”
“Benar. Kalau saat itu tidak di tolong nona, maka aku pasti akan mati”
“Aku berniat untuk menyimpan identitasmu demi hidupmu yang tenang. Agar tidak terlibat dengan para iblis, dan juga menepati janjiku pada Theo untuk melindungimu. Tetapi, kurasa hal itu mustahil”
Touya tertegun diam ketika Zephkiel berkata bahwa hal itu mustahil.
“Mustahil? Kenapa bisa?”
“Ooyama Yuri, dia adalah iblis yang berbeda fraksi dengan iblis yang berada di dalam kekuasaan kerajaan ini. Dia berasal dari fraksi pembela Alforius, sisa dari para pemberontak”
__ADS_1