
Aura tersebut bahkan membuat Reina yang seorang putri raja iblis merasakan teror yang luar biasa.
Tak hampir dari sejentik jari kekuatan yang keluar dari aura tersebut. Itu adalah bayangan dari setetes kemampuan asli yang beranung di dalam diri Touya. Sang ksatria naga kegelapan, Vritra.
“Vritra… naga kegelapan yang benar-benar menakutkan!” gumam Reina
**
Di sisi lain, Touya masih berkonsentrasi dalam menTouyaakan kobaran api hitam itu. Perlahan-lahan, tubuh yang berada di alam kesadarannya itu terbakar dan terkikis hancur oleh kobaran api yang tidak mereda-reda.
“Ughh! Sialan, api ini benar-benar kuat sekali! Tenanglah, hei!”
Tubuh Touya yang tak henti di bakar itu mulai kesulitan untuk bertahan. Tubuhnya terjatuh dan di topang oleh kedua lututnya. Walau rasa sakit itu menghancurkannya, tetapi Touya berusaha untuk tetap tegar.
“Huoo!!”
Wooshh… slep!
Transisi dari kobaran api yang membara itu tiba-tiba saja menghilang seperti tak meninggalkan jejak. Tubuh Touya yang terbebas dari kobaran api itu juga menjadi jauh lebih tenang.
“Me-menghilang? Apa aku berhasil?!”
Tubuhnya yang hancur sebelumnya itu ternyata kembali sembuh seperti tak pernah ada luka. Touya sontak terkejut ketika melihatnya. Dan di balik hal itu, ada sebuah suara berat yang sangat kuat dan juga bergema.
“Siapa bilang kau berhasil?”
Suara itu membuat pandangan Touya segera terangkat dan menatap ke depan. Tak begitu jauh di depannya, ruang hitam tanpa batas itu memperlihat sebuah kelopak mata yang terbuka.
Ukuran mata yang bahkan jauh lebih besar dari tubuhnya. Mata oranye dengan pupil vertikal tajam menatap balik padanya. Dan perlahan, kedua mata Touya mulai terbiasa akan lingkungannya yang gelap.
Kelopak mata yang besar telah menjelaskan sebagian kecil dari seberapa besarnya tubuh makhluk itu. Tetapi, saat Touya melihatnya secara langsung sangatlah tak masuk akal. Seekor naga hitam dengan tubuh setinggi gedung tingkat lima.
Sisik hitam yang keras, serta taring tajam dan hembusan nafas api hitam yang keluar dari kedua hidungnya. Sayap hitam raksasa yang di kibas seolah menunjukkan kesombongan yang begitu besar di hadapannya.
Wush….!!
“Hei, ini pertama kalinya kita bertemu ya. Asakura Touya"
“Se-seekor naga?!”
Sosok naga itu membuat Touya teringat akan ucapan Reina yang membahas tentang naga yang bersemayam sebagai Lethal Archaic miliknya.
“Ka-kau… jangan-jangan kau Vritra?!”
“Kau cepat tanggap juga ya, bocah. Benar, aku adalah Vritra. Naga kegelapan yang membawa kehancuran dan amarah di dalam seluruh dimensi. Siapapun yang berani melawanku, akan kulenyapkan!”
__ADS_1
Touya terdiam dengan menatap tak henti pada Vritra yang muncul di hadapannya. Itu bukanlah tatapan takut, melainkan sebuah tatapan kagum.
“Hm? Ada apa? Kau terlalu takut sampai tak bisa berkata-kata?”
“Tidak. Aku hanya mengira kalau kau seharusnya jauh lebih besar lagi. Tetapi ternyata hanya segini”
Touya mengatakan hal tersebut dengan muka polos dan nada datar. Seolah dia benar-benar tidak memikirkan hal lain dan tak berusaha untuk tegar. Melainkan, dia jadi terlihat bodoh di depan Vritra.
“Hah? Dengar ya, ini bukanlah wujudku sepenuhnya. Yang aku perlihatkan padamu hanyalah wujud yang sesuai dengan imaTouyaasimu saja. Jika aku mengeluarkan wujudmu sepenuhnya, kau akan mati dan hancur sepenuhnya karena tak bisa menampung sihirku. Bahkan kau bisa berubah menjadi seekor naga tak berakal!”
“Seekor naga juga?! Woah, kelihatannya keren. Apa aku akan jadi setengah naga dan memiliki sisik naga di tubuhku?!”
Vritra menjadi semakin terpancing kesal saat mendengar tanggapan Touya yang seolah sedang bercanda.
“Kau dengar aku tidak?! Kau bisa mati dengan berubah menjadi naga tak berakal! Kau ini… sedang meremehkanku ya?!”
“Tidak, sama sekali tidak seperti itu. Nona bilang kalau kau adalah naga legendaris, tentu saja aku percaya. Dan….”
Raut wajah Vritra berubah ketika di akhir kata tersebut Touya mulai merubah nada bicaranya.
“Aku ingin berterima kasih padamu”
“Hah? Berterima kasih?”
Vritra tertegun diam saat mendengar kata-kata Touya. Matanya yang sangat besar dan menakutkan itu bahkan menunjukan kalau dia sedang kehilangan hal untuk bisa meresponnya.
Sampai tak lama kemudian, dia menjadi tertawa terbahak-bahak.
“Gyahahaha!”
Touya menatap heran terhadap kadal besar itu kenapa dia tertawa besar. Sedangkan Vritra sendiri yang sebelumnya selalu menunjukan aura mencekam dan tekanan membunuh pun berubah dalam sekejap.
“Kau menarik sekali! Aku menyukainya!
“Eh?”
“Aku tertarik padamu!”
“Hah?! Tu-tunggu dulu! Aku tahu kau ini gagah dan hebat. Tetapi kau ini naga laki-laki kan?! Aku tidak suka bermain batang!”
“Bicara apa kau dasar bodoh!”
Duak…!!
“Agh, sakit sekali tahu!” Kesal Touya karena Vritra menyentil kepalanya dengan cakar besar
__ADS_1
“Yah, intinya aku akan berada di dalam tubuhmu. Biar kuperingati padamu di awal-awal Asakura Touya, menjadi seorang pemilik Lethal Archaic ksatria naga kegelapan bukanlah hal yang mudah. Jalan terpal yang akan kau lalui sangatlah berat”
Umumnya, orang-orang akan mundur dan takut ketika mendapatkan ucapan seperti itu. Namun, Touya sudah bukan pertama kali di hadapi dinding keras yang menghalangi tujuannya.
“Bawa saja tantangannya. Kalau itu demi menjadi lebih kuat dan berada di sisi nona, aku rela melewatinya!”
Mendengar komitmen dari Touya membuat Vritra tersenyum lebar dengan taringnya itu.
“Gyahaha, semangat yang bagus. Jangan mengecewakanku, Asakura Touya!”
Tubuh Vritra mulai menghilang dan menyatu dengan kegelapan seperti sebelumnya. Sedangkan Touya sendiri mengeluarkan sebuah api hitam dari dalam tubuhnya. Api hitam itu menarik kesadarannya keluar dari alam bawah sadar hingga dia membuka kedua mata.
Kelopak mata yang tergerak buka ke depan, membuatnya melihat ruangan sekitarnya yang telah berubah. Dari sebuah ruang hitam tanpa batas, menjadi ruang klub sulap dengan Reina dan Alicia yang menunggu kedatangannya kembali.
“Touya!” panggil Reina yang begitu khawatir
“Nona….” sahut Touya
“Kau baik-baik saja?!”
“Ya, aku tidak pernah merasa lebih baik!”
Touya tersenyum lebar sesuai dengan kondisinya yang benar-benar tenang. Hal ini membuat Reina dan Alicia ikut tenang bersamanya. Hembusan nafas lega itu keluar dari mulut dan hidung mereka secara langsung.
“Syukurlah kalau begitu….”
Saat Reina sedang menghela nafas, matanya yang menunduk ke bawah itu melihat ke arah tangan Touya. Tangannya yang berubah dengan lapisan sisik gauntlet naga hitam telah berubah dan kembali seperti lengannya.
“Touya, tanganmu-!”
“Ah… Hehe, kelihatannya aku sudah bisa mengendalikannya walaupun belum seberapa!”
“Benarkah?!”
“Tentu saja!”
“Hebat sekali. Aku salah karena sempat mengkhawatirkanmu!”
__ADS_1