
Selagi masih berada di dalam ruangan itu, Reina kembali duduk di kursinya seperti sebelumnya. Sedangkan Touya duduk di sofa bersama Alicia yang bersebelahan.
Ada satu hal yang menarik perhatian Touya saat bertemu dengan Vritra.
“Hei, nona.”
“Ada apa, Touya?”
“Tentang lethal archaic dan semua hal berhubungan dengan ksatria naga kegelapan. Sebenarnya mereka semua itu apa?”
“Kurasa memang salahku karena tidak menjelaskanmu di awal-awal. Tapi, ini akan sedikit rumit.”
“Tidak apa. Aku akan mendengarkannya.”
“Baiklah….”
Pada saat itu, Reina mulai berusaha untuk menjelaskan kepada Touya mengenai Lethal Archaic beserta sejarahnya.
Lethal Archaic adalah senjata maha dahsyat yang tersebar di dalam dunia. Tak hanya satu atau dua, tetapi bahkan lebih dari hitungan jari kita sendiri. Setiap Lethal Archaic, itu memiliki kekuatan yang di luar akal sehat. Mereka juga memiliki tuan yang terpilih atau menarik perhatian mereka.
Vritra, sang ksatria naga kegelapan. Dia adalah sosok naga yang memiliki kemampuan dahsyat di dalam sejarah Lethal Archaic. Namun, dalam ribuan tahun selama Vritra hidup. Dia belum pernah sama sekali memiliki seorang tuan. Kekuatan besar dari Vritra, membuatnya merasa seolah dirinya sangatlah hebat dan tidak ada makhluk yang menarik perhatiannya.
Namun, seorang iblis yang baru saja mengetahui identitas aslinya di ketahui tidak memiliki energi sihir sama sekali. Lemah dan tak berguna, hanya bisa berlindung di balik orang yang kuat.
Kini, iblis tersebut memiliki nama Asakura Touya. Iblis pertama, satu-satunya makhluk yang terpilih setelah ribuan tahun oleh Vritra, sang ksatria naga kegelapan.
Reina berusaha menjelaskan secara singkat tentang keberadaan Vritra yang muncul di dalam tubuh Touya. Walaupun dia tidak tahu apa alasannya, tetapi kenyataannya Vritra memilih Touya sebagai tuannya.
“Selama ribuan tahun… tidak ada makhluk yang terpilih oleh Vritra?”
Reina menggelengkan kepalanya.
“Sama sekali tidak ada. Kau adalah orang yang pertama kali di pilih olehnya.”
“Tapi, kenapa aku?”
Ya, kenapa Touya?
Semua orang pasti akan bingung jika mengetahui kalau Touya yang terpilih oleh Vritra. Bagaimana bisa seorang iblis yang bahkan tak tahu asal usulnya sendiri, dan tak memiliki energi sihir bisa terpilih oleh sang ksatria naga kegelapan?
“Aku juga tidak tahu alasannya. Yang tahu alasannya itu hanya Vritra, sang naga kegelapan sendiri,” sahut Reina
Suasana ruangan tersebut langsung hening untuk sesaat. Touya yang kebingungan terus bertanya-tanya dalam pikirannya sendiri.
Tiba-tiba saja, suara familiar dari Vritra itu muncul dan terdengar lagi.
“Jangan di pikirkan terlalu berat, Asakura Touya.”
Suara itu tak terdengar melalui pikiran Touya seorang diri. Namun, suaranya itu terdengar seperti berbicara dan berada di dalam ruangan tersebut. Bahkan Reina dan Alicia sendiri juga sampai mendengarnya.
“Su-suara itu-!” gumam Reina
“Ksatria naga kegelapan?!” sambung Alicia
__ADS_1
“Vritra?! Di mana kau?!” ucap Touya
“Di bawah sini.”
Jawaban Vritra membuat Touya menoleh ke bawah. Tepat di bagian punggung tangan kirinya, Touya memiliki aura hitam yang memancar kuat. Sihir dan aura tersebut sangatlah khas dan dahsyat, sehingga dapat di kenali dengan mudah bahwa Vritra muncul dengan wujud itu.
“Kau… menjadi asap hitam?” tanya Touya
“Ya. Ini bentuk paling mudah yang bisa kuambil untuk berbicara secara langsung dengan dunia luar. Sihirku berkumpul dalam gauntlet yang menyatu dengan lengan kirimu. Jadi bagian yang paling terpusat oleh sihirku saat ini adalah lengan kirimu ini,” jelas Vritra
Di kala mereka berdua sedang berbincang, perhatian Vritra berpindah pada Reina yang berada satu dalam ruangan itu.
“Ah, putri raja iblis Zephkiel Alloces. Reina Alloces. Ini pertama kalinya kita bertemu ya,” ucap Vritra
“Ksatria naga kegelapan, Vritra. Sebuah kehormatan bagiku untuk bisa berbicara denganmu,” gumam Reina
“Huh, seorang putri raja iblis bilang terhormat. Agak klise mendengarnya,” sahut Vritra
“Anda di kenal sebagai naga egois yang tak pernah memiliki tuan selama ribuan tahun. Dan setelah selama itu hidup, anda memilih Touya sebagai tuan pertama anda. Bolehkan aku tanya mengapa?” tanya Reina
“Jawabanku hanyalah kalau aku tertarik dengan bocah ini. Kenapa, kau tidak puas dengan jawabanku?” sahut Vritra
“Sama sekali tidak. Hanya saja, sedikit penasaran,” ucap Reina
Percakapan singkat mereka terhenti di sana. Vritra kembali berbicara pada Touya yang selalu mendengarkan.
“Hei, Asakura Touya.”
“A-ada apa?”
“Ya!”
Jawaban Touya penuh semangat itu membuat semua orang di dalam ruangan merasakannya. Dan Vritra sendiri….
“Baiklah. Aku menunggu perkembangan yang kau berikan padaku. Jangan mengecewakanku!”
Wush…!!
Asap hitam yang mengelilingi lengan Touya, menghilang secara perlahan hingga tak meninggalkan jejak. Tubuh Vritra yang berwujud asap itu pun diikuti dengan suara dan kehadirannya yang ikut menghilang sepenuhnya.
Sesuai dengan apa katanya, Touya berkata pada Reina.
“Nona….”
“Ada apa?”
“Aku… ingin memulai latihan sihirku!”
Senyuman lebar di wajahnya. Kepalan tangan dan tekad kuat yang tersirat jelas dari sorot matanya. Perasaan itu mengalir langsung ke dalam diri Reina dan membuatnya memahami Touya lebih dalam.
“Alicia!”
“Ya, nona.”
__ADS_1
“Kuserahkan pelatihan Touya padamu.”
“Serahkan padaku, nona!”
***
Dengan perintah Reina yang telah menyuruh Alicia untuk melatih Touya, mereka berdua pergi ke luar ruang klub. Tepat di belakang bangunan klub, terdapat sebuah hutan yang cukup luas dari sekolah.
Keduanya berada tak jauh di depan hutan tersebut. Alicia yang berdiri di hadapan Touya berusaha untuk melatihnya tentang energi sihir.
“Penggunaan sihir di perlukan konsentrasi yang kuat. Kunci utama yang harus di kau kuasai adalah pengendalian diri dan juga energi sihir. Cobalah untuk memusatkan energi sihirmu pada satu titik terlebih dahulu,” ucap Alicia
“Pada satu titik?” tanya Touya
“Ya, seperti ini.”
Alicia mengangkat satu jari telunjuknya ke atas. Dan dalam sekejap mata, energi sihir yang dia keluarkan itu berupa kilatan petir yang menyambar kecil di atasnya.
Bzztt…bzztt…!!
“Woah! Keren sekali!”
“Haru sudah pernah mengajarkanmu dasarnya bukan?”
“Ya, waktu itu sudah pernah.”
“Bagus. Sekarang, dengan energi sihir yang kau miliki cobalah lakukan hal yang sama.”
“Aku mengerti!”
Posisi tubuhnya di tegakkan. Touya membuka telapak tangan kirinya dan mencoba untuk mengkonsentrasikan seluruh energi sihir ke atas telapak tangannya.
“Ughh!!”
Hampir beberapa menit berlalu dan belum ada perkembangan sama sekali. Bahkan Touya sendiri sampai berkeringat karena terlalu berusaha untuk konsentrasi dan tak menghasilkan apapun.
Alicia yang melihat sebuah keanehan pun menghentikannya dulu.
“Coba berhenti dulu,” ucap Alicia
“Haah…haah… aneh. Kenapa tidak bekerja?” keluh Touya
Alicia berjalan perlahan menghampiri Touya. Dia memegang lengannya dan mencoba untuk memeriksanya dari segala sisi.
“Hmm….,”
“A-ah, kak Alicia? Apa yang kau lakukan?”
“Kelihatannya, sihirmu ini bukan tipe sihirbiasa.”
__ADS_1
“Bukan tipe sihir biasa? Apa maksudnya?”