Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan

Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan
Chapter 28 : Hampa dan Sihir


__ADS_3

Umumnya, dalam dunia sihir akan terbagi dalam berbagai macam kemampuan sihir yang di wariskan. Seperti kemampuan sihir elf milik Haru, itu memiliki keunikan yang hanya di miliki oleh sedikit orang.


Tipe sihirnya bisa berubah-ubah dan terpusat pada sihir tipe serangan. Dia juga memiliki keunikan dalam merubah tipe sihirnya menjadi bentuk yang dia inginkan.


Sedangkan sihir seperti Alicia adalah tipe elemen. Dia memiliki kemampuan elemen petir yang bisa di manipulasi dalam berbagai hal. Oleh karena itu, sihir komunikasi atau pengolahan data dengan cepat menjadi keahliannya.


Alicia bisa mengambil informasi dan juga meninggalkan jejak elemen petirnya untuk membuat beragam macam sihir.


Itu adalah penjelasan singkat yang di berikan Alicia terhadap macam-macam sihir dengan contoh nyatanya.


“Jadi… sihirku tidak seperti milik kak Alicia ataupun Haru?” tanya Touya


“Tepat. Sejarah dan juga sihir milik ras naga itu sedikit unik. Kurasa kita harus mencari metode lain demi memusatkan sihirmu ini,” jelas Alicia


Mereka mengalami jalan buntu. Alicia yang baru menemukan kasus seperti ini juga tak bisa langsung mendapatkan jalan keluar dengan cepat.


Namun, Touya memiliki suatu hal yang terlintas dalam kepalanya. Raut wajahnya terlihat lebih penuh harapan seolah ada ide yang mengganggu isi otaknya.


“Ah-!”


“Ada apa?”


“Tidak. Mungkin seharusnya….”


Touya membuka telapak tangan kirinya dan memusatkan sihirnya ke seluruh lengan kirinya.


Wush…!!


Asap hitam muncul dari dalam lengan kirinya. Mengelilingi untuk sesaat dan memadat hingga membentuk sisik hitam dan keras berupa gauntlet naga.


Touya mengeluarkan Lethal Archaicnya dalam wujud pertama kali muncul.


“Lethal Archaic? Apa yang mau kau lakukan?”


“Latihan pertarungan.”


Kedua mata Alicia sontak terbuka lebar dan tubuhnya tertegun diam. Kata-kata Touya itu tidaklah masuk akal bagi seseorang yang baru saja ingin memulai tahap pelajaran dasar dari pengendalian sihir.


“Kak Alicia akan melawanku seperti berada di pertarungan nyata.


“Touya, jangan ceroboh. Kau sendiri belum mengetahui metode pengendalian sihirmu!”


“Kalau kita tidak mencobanya maka tidak akan ada hasilnya. Saat melawan Felicia, aku secara tidak sadar menggunakan kekuatan Vritra dengan Lethal Archaic ini. Mungkin jawabannya akan ku temukan saat langsung mempraktekkannya.”


“Tapi itu tetap berbahaya. Kalau kau sampai terluka, tak hanya Reina yang akan khawatir! Haru dan aku juga-!”


“Kak Alicia, aku hanya bisa memikirkan ini satu-satunya cara. Tolong bantu aku!”


Alicia menunduk dan menekan dahinya dengan dua jari. Kepalanya pusing dan bingung atas keputusan apa yang seharusnya dia ambil.


Walaupun dia sedikit senang dengan Touya yang berusaha keras untuk berlatih, tetapi resiko yang dia ambil sedikit besar. Sekalipun Alicia menahan diri dalam melakukan serangannya, dia tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi di dalam pertarungan itu.


Namun, setelah memikirkannya begitu lama. Alicia pun tunduk juga pada permintaannya.

__ADS_1


“Haah… baiklah. Aku akan melakukannya.”


“Benarkah?! Terima kasih, kak Alicia!”


Apa yang telah Alicia ucapkan itu tidak akan dia tarik kembali. Dia berjalan menjauhi Touya untuk mengambil jarak pertarungan yang sesuai.


Srak…!!


“Segini cukup?”


“Cukup sekali!”


“Baiklah.”


Alicia mengangkat satu tangannya dan membuka lebar kelima jari yang di arahkan ke depan. Kilatan petir kecil yang mulai menyambar di setiap ujung jari seolah bersiap untuk menyerang.


Bzzt…bzztt…!!


“Aku mulai!”


Kilatan petir di antara kelima jarinya itu, salah satunya menyambar kuat ke arah Touya yang berdiri di depan. Touya melompat ke samping dengan celah sempit, dan berakhir membuat petir itu menyerang pohon di belakangnya.


Duaar…!!


Ledakan petir yang menyambar pohon tersebut membuatnya menjadi tumbang seketika.


Bruaak…!!


“Lihat kemana?” sahut Alicia


Bzzt…!!


“Ugh!”


Serangan petir yang tidak di hentikan itu terus mengarah pada Touya secara beruntun. Sekeras apapun Touya berusaha menghindar, pasti akan ada petir yang menggores dan melukai sedikit tubuhnya.


Alicia tak berniat untuk memberikannya waktu untuk istirahat dan berpikir. Serangan petir itu memaksa Touya untuk berlari dan berada di posisi bertahan.


“Kau yang meminta untuk pertarungan latihan ya. Jangan salahkan aku karena tidak memberi keringanan,” ucap Alicia


“Haha, tentu saja!” sahut Touya


“(Sial, kak Alicia benar-benar serius. Dia tidak memberikanku kesempatan untuk menyusun rencana serangan balik sama sekali!)”


Bzztt…bzztt….!!


Walaupun dia menjawab seperti itu, tetapi itu tidak membuat Touya merasa lebih tenang dari situasi buruknya. Saking terdesaknya Touya, Vritra yang melihat kondisinya itu langsung berbicara melalui pikirannya.


“(Hei, bocah)”


“Vritra?!”


“(Ya, ini aku. Kelihatannya kau sedang kesulitan ya)”

__ADS_1


“Apa dengan matamu sendiri itu tak bisa melihatnya ya?!”


“(Haha, tak usah panik seperti itu. Biar kuberi satu saran. Jika serangan itu datang padamu, buka lengan kirimu dan cobalah untuk tangkap petir tersebut)”


Apa yang di katakan Vritra sangatlah tidak logis. Walaupun dia memiliki gauntlet Lethal Archaic, tapi serangan yang datang mengarah padanya itu adalah sihir petir tingkat tinggi. Maka, wajar bagi Touya untuk membantah sarannya itu.


“Melawan balik sihir dengan tangan kosong?! Kau ini menyuruhku untuk cepat mati?!”


“Sudahlah, jangan banyak tanya. Lakukan saja.”


“Aku tak tahu apa niatmu, tetapi baiklah!”


Srakk…!!


Touya menahan tubuhnya dan berhenti berlari dari serangan Alicia. Lengan kirinya yang di lapisi gauntlet sisik naga itu di  arahkan ke depan dengan telapak tangan yang terbuka.


 


 


Alicia yang melihat posisi tubuh Touya sempat terkejut. Tetapi, itu tak menghentikannya untuk bersiap mengeluarkan serangan selanjutnya.


“Apa yang kau berniat lakukan?” gumam Alicia


Bzztt…bzztt….!!


Sedangkan Touya sendiri dengan keringat dingin tak tahu harus melakukan apa. Dia hanya berdiam diri dengan lengannya yang terbuka ke depan.


“Hei, Vritra!”


“(Tenang saja. Naga kegelapan tidak akan kalah hanya karena sengatan listrik kecil)”


Bzztt…!!


Serangan petir dari Alicia menyambar dengan cepat ke arah Touya. Matanya yang terbuka lebar dengan keringat dingin yang tak berhenti menetes. Petir yang datang membuatnya takut tak karuan.


Namun, saat petir itu mendekati lengannya. Sisik hitam dari gauntlet tersebut menyala akan api ungu seperti sebuah corak.


“Neutral.”


Suara dari Vritra muncul dari gauntlet tersebut. Dan petir yang datang pun terhisap dan menghilang sepenuhnya di depan telapak tangan Touya.


Zruutt….!!


Hilang, tanpa jejak. Membuat tak hanya Alicia, tetapi juga Touya terkejut terheran-heran.


“Apa?!” teriak Alicia


“Hah?! Pe… petirnya… menghilang?!” gumam Touya


Keduanya di landa kebingungan dan suasana hening untuk sesaat. Sampai suatu saat, Vritra kembali berbicara melalui pikiran Touya.


“(Ini adalah kekuatan naga kegelapan. Semua yang memicu dan mendekat pada kegelapan, hanya akan di telan kehampaan. Mereka akan di hisap hingga menjadi tak bermateri dan hilang sepenuhnya. Neutral, kemampuan netralisasi sihir)”

__ADS_1


__ADS_2