
Melihatnya yang sangat percaya kepada Reina tidak bisa di ganggu gugat lagi. Mau Yuri berbicara atau bertindak segala cara juga dia tahu kalau hal itu percuma.
Hembusan nafas ringan namun panjang. Raut wajahnya yang biasa tenang dan penuh senyuman palsu, kini berubah menjadi dingin dan mematikan. Sorot matanya yang menajam dan dahinya mengerut.
“Sepertinya apa yang kukatakan itu semua percuma ya,” gumam Yuri
Saat dia memahami semuanya, Yuri tidak segan lagi untuk berbincang dengannya. Dia membuka telapak tangannya dan mengeluarkan sepuluh jarum sebelumnya di setiap himpit sela jarinya.
“Kalau begitu, matilah untuk kedua kalinya. Asakura Touya!” teriak Yuri
Yuri melemparkan jarumnya. Hanya sebatas jarum, Touya dapat menangkisnya dengan satu kali ayunan Lethal Arhaic dan pergerakan tubuhnya yang lihai dalam menghindar.
Slep…slep…!!
“Enhance!”
Tubuhnya di perkuat dengan sihir Vritra yang mengalir di dalam tubuhnya. Dengan dorongan dari kedua kakinya, Touya melesat cepat ke arah Yuri.
Grak…!
“Huoo!!”
Pukulannya yang ingin mendarat pun di tahan oleh lingkaran sihir yang di bentuk oleh kedua tangan Yuri.
Krak…!!
“Ugh!” erang Touya sembari berusaha keras untuk menembus dinding sihir tersebut
“Kau pikir serangan fisik saja cukup untuk mengalahkanku?” sahut Yuri
Dia membuat sebuah lapisan lingkaran sihir kedua di belakangnya. Sihir tersebut terlihat bercahaya terang dan menembakkan serangannya.
Zuoorr…!!
Kekuatannya terlihat sangat dahsyat dan bahkan menutupi tubuh Touya seperti tertelan dalam tembakan sihir laser itu. Namun, gauntlet naganya itu meraih keluar hingga menembus lingkaran sihirnya.
Slep…!!
“Apa?!” teriak Yuri yang terkejut
Dengan kekuatan penetralan sihir yang dia miliki, Touya tak terkena luka sama sekali dan sihir yang datang berhasil dia netralisir secara sempurna. Selagi Yuri sedang terkejut, dia mengambil kesempatan untuk menghantamnya tepat di perut.
Buaakk…!!
“Uaaghh!” erang Yuri
Tubuhnya terhempas mundur ke belakang selagi menahan dengan kedua sayapnya itu.
Flap..flap…!!
“Ugh, kurang ajar!” gerutu Yuri
__ADS_1
“Masih belum. Di banding kata-katamu yang menghina nona, itu tidak ada apa-apa!” teriak Touya
Dia kembali berlari dan ingin melemparkan pukulannya lagi pada Yuri. Namun, Yuri terpaksa harus mengepakkan sayapnya untuk mundur sembari melemparkan jarumnya ke arah Touya.
Wush…wush…!!
Namun, Touya dapat dengan mudah menghindarinya secara bersamaan. Selagi dia menghindar, dia juga tak lepas meningkatkan tubuhnya dengan Enhance. Satu dorongan kuat dari kakinya membuatnya menyusul Yuri sekejap mata lagi.
“Kena kau!” teriak Touya
“Jangan sombong!” bentak Yuri
Kepakan sayapnya yang begitu kuat membuatnya terbang tinggi ke atas. Membuat pukulan Touya menjadi meleset pada udara.
“Cih! Pengecut, turun kau sini!” keluh Touya
“Pengecut katamu? Hah! Kau sendiri seorang laki-laki, tapi mau menghajar seorang perempuan?!” sahut Yuri
“Aku tak peduli!” teriak Touya
“Enhance!”
Sekali lagi, tubuhnya di perkuat dengan sihir dari Lethal Archaicnya. Touya melompat sekuat tenaga hingga melayang tinggi di udara.
Wush…!!
Memang kalau dia bisa menyusul hanya dengan lompatan saja. Namun, raut wajah Yuri saat itu membuatnya terkejut. Senyuman tipis dengan mata yang menipis tajam ke arahnya.
“Ikan mengambil umpan!” gumam Yuri
Nyatanya, jarum-jarum yang sebelumnya di lempar Yuri itu telah membentuk sebuah sudut yang sesuai dengan lingkaran sihir pada umumnya. Hanya dengan satu jentikan jari, lingkaran sihir tersebut langsung aktif.
Cahaya sihir berwarna hitam kelam menyala di setiap jarum dan mengeluarkan sebuah sihir berupa rantai.
Klang…klang…!!
Saat Touya ingin mendaratkan pukulannya tepat di wajah Yuri, tubuhnya langsung tertangkap oleh rantai-rantai tersebut.
“Apa?!” gumam Touya
Tangan, kaki, leher, tidak ada satupun yang di biarkan oleh rantai-rantai itu dalam menjeratnya. Tubuh Touya langsung membatu di udara dan berada di hadapan Yuri yang tersenyum sombong di hadapannya.
“Hmm… Kekuatanmu memang hebat, tetapi pengalaman bertarungmu masih sama seperti anak kecil,” ucap Yuri dengan membelai dagu Touya
Kata-katanya itu membuat Touya teringat pada latihannya bersama Haru. Dia juga pernah mengatakan hal yang sama pada Touya, bahwa kemampuannya itu tak sesuai dengan keterampilannya. Terutama pengalaman bertarung yang sangatlah kurang baginya.
Ctak…!!
Jentikan jari itu kembali di bunyikan oleh Yuri. Dalam sekejap, rantai-rantai itu menarik tubuh Touya sekuat tenaga hingga terbentur ke atas permukaan tanah.
Bruaak…!!
__ADS_1
“Uagh!’ erang Touya
Klang…klang…!!
Rantai itu tak membiarkannya untuk bisa bergerak sedikitpun. Posisinya tertahan seperti seorang hewan liar yang di jerat di dalam kandang. Di saat dia berpikir situasinya tidak bisa menjadi lebih buruk, Touya merasakan gejolak dahsyat di dalam tubuhnya.
Sihir Uchida yang sempat menahan sihirnya yang mengamuk itu telah lepas. Lethal Arhaicnya kembali berubah dalam mode berserk. Sisiknya menjadi semakin tajam dan menghancurkan lengannya secara perlahan.
Zrat…zrat…!!
“Arghhh!!”
“Sial! DI saat seperti ini… aku malah- ugh!”
Amukan sihir di dalamnya itu menjadi jauh lebih para di bandingkan sebelumnya. Bahkan Lethal Arhaicnya itu berubah dari sebuah gauntlet, menjadi seperti menyatu dengan tangannya. Sisik naganya itu menjulur seperti sebuah parasit hingga menutupi satu lengannya.
Tak terlepas di sana saja, tetapi sisik itu juga ikut melukai kulit dan daging di dalam tubuhnya. Darah yang tiada henti mengalir itu terus menetes keluar seperti pipa bocor.
Di sisi lain, Yuri yang turun dari posisi terbangnya kembali menginjakkan kaki di tanah. Dia berjalan perlahan mendekatinya dan mengangkat wajah Touya untuk menatapnya dengan satu kaki.
“Menyedihkan. Hanya dengan sedikit goresan pedang kutukan Kigiri saja kau sudah tidak bisa mengendalikan kekuatanmu. Apakah pantas seseorang sepertimu memiliki kekuatan ksatria naga kegelapan?” ucap Yuri
Dia hanya bisa menggertakan giginya. Setiap kali tubuhnya ingin bergerak, rantai sihir itu langsung bereaksi dan menariknya mundur.
Klang…klang…!!
Selagi Touya tak bisa bergerak, Yuri yang melihatnya tak berdaya pun menjadi semangat. Tangannya di buka dan membentuk satu buah jarum sihir di tangannya.
“Hei, jarum sekecil ini tidak akan membunuhmu kan?” tanya Yuri
Jleb…!!
“Urgh!” erang Touya
Rasa sakit dari jarum yang di tusuk ke pahanya. Touya hanya bisa menahan karena tubuhnya tidak bisa bergerak bebas. Dan di situasi itu, Yuri tidak menahan dirinya. Dia membuat begitu banyak jarum dan tak berhenti menusuk bagian-bagian tubuhnya.
Paha, lengan, kaki, betis, apapun itu tidak di lewatkannya. Yang di sisakan olehnya hanyalah wajah tampan Touya yang sedang berdarah-darah.
“Haaah… melihatmu berdarah-darah seperti ini membuatku sangat bernafsu tahu, Touya,” ucap Yuri sembari menjilat bibirnya sendiri
Namun, kondisi tubuh Touya saat itu sudah berada di ambang akhir. Oleh karena itu, Yuri mulai berjalan mundur dan membuka telapak tangannya dengan sebuah lingkaran sihir di depannya.
Wush…!!
“Yah, jika kau bukan putra iblis revolusioner dan memiliki ksatria naga kegelapan, sudah pasti aku akan membawamu untuk bersenang-senang di ranjang. Selamat tinggal untuk kedua kalinya, Asakura Touya,” ucap Yuri
Zuorr…!!
Sihir itu di lepaskan sekuat tenaga ke arah Touya. Dia yang terjerat pun tak bisa melakukan apapun selain melihat sihir itu datang.
Hingga tiba-tiba, orang yang pernah menyelamatkannya datang menyelamatkannya untuk kedua kali. Reina muncul tepat di hadapan Touya dan membentuk sebuah dinding sihir yang menahan habis serangan itu.
__ADS_1
Duarr…!!
“Nona?!” teriak Touya