
Kepakan sayap kuat dari Felicia itu membuat hembusan angin yang menyadari Touya. Dia telah terbang tinggi dan mundur secepat mungkin.
“Takkan kubiarkan kau lolos!”
Tentu saja, Touya tidak ingin melepaskannya begitu saja. Dia ingin berlari dan menyusul Felicia secepat mungkin. Namun, tak di sangka kalau hanya dengan sekali dorong dari tenaga kakinya, Touya langsung melesat cepat ke udara hingga sudah berada tepat di belakangnya.
Wush…!!
Merasakan kehadiran menakutkan di belakangnya itu membuat Felicia terkejut saat menoleh.
“Ka-kau!”
Touya sendiri juga masih terkejut akan kekuatan fisiknya yang meningkat begitu dahsyat. Tetapi, hal itu dia kesampingkan terlebih dahulu. Felicia sudah berada di depan matanya. Dia tak akan melepaskan kesempatan tersebut.
“Kau tidak akan lolos dariku!” teriak Touya
“Tch, bocah sialan. Jangan sombong hanya karena kau memiliki Lethal Archaic!” gerutu Felica
Dia membentuk tombaknya lagi di dalam genggamannya. Tombak itu di hunuskan tepat ke arah Touya yang sedang berada di belakangnya.
Dan siapa sangka, bahwa Touya menggunakan lengan kirinya yang di lapisi oleh gauntlet tersebut dan menghancur habiskan tombak itu.
Kraak….!!
“A-apa?!”
Tinjunya yang menghancurkan tombak tersebut di dorong lebih kuat hingga menghantam Felicia di wajah.
Buaak…!!
“Aghh!”
“Huooo!!”
Dorongan kuat tinjunya itu membawa Felicia terhempas jatuh ke tanah sekuat tenaga.
Brakk….!!
Hantaman sekeras itu tak mungkin bisa di tahan oleh tubuhnya. Wajah dan seluruh tubuhnya bereaksi kesakitan luar biasa. Bahkan membuat Felicia terkapar tak sadarkan diri di atas permukaan tanah.
Touya yang mengeluarkan sayap iblisnya saat itu segera mendarat turun.
Wush…!!
Hanya dengan sebuah satu pukulan kuat. Dia berhasil membalikkan keadaan. Felicia terkapar dengan kondisi tak sadarkan diri dan wajahnya yang masih memiliki bekas pukulannya.
Dengan Felicia yang telah tumbang dari pertarungan, sihir yang dia gunakan pada perubahan bentuk gereja itu langsung ikut lenyap. Bentuk dari gereja kembali seperti semula dan membebaskan Haru yang terperangkap begitu tinggi di atas.
Klang klang…!!
Ketinggian itu membuat Haru yang tak memiliki tenaga terjatuh lepas di udara.
“Haru!”
Greb…!
Dan dalam sekejap mata, Touya langsung melesat dan menangkapnya dalam gendongan tangannya.
“Kau berhasil… kak Touya” ucap Haru dengan tersenyum tipis
“Terima kasih, Haru. Karena sudah percaya padaku”
Mereka berdua pun menepi untuk beristirahat. Haru di letakan untuk bersandar duduk dengan Touya yang berada di sisinya.
__ADS_1
“Bagaimana dengan lukamu?”
“Tenang saja. Luka ku sudah mulai kututup dengan sihir. Tetapi, ini hanya akan menutup luka luarnya saja. Tidak akan menyembuhkannya”
Walaupun tidak sembuh sepenuhnya, tetapi Touya bisa cukup menghela nafas lega ketika mengetahui kalau kondisi Haru tidaklah berbahaya.
“Syukurlah kalau begitu….”
Dia yang kelelahan pun meletakkan tubuhnya untuk tiduran di atas permukaan tanah. Tubuhnya yang pegal dan tiada tenaga berusaha dia renggangkan untuk melepaskan rasa lelah.
Di kala dia sedang di posisi paling enak dalam situasinya saat itu, Touya menjadi teringat akan lengannya yang berubah dengan sisik hitam yang keras. Mengangkat dan menatapi lengannya itu tak membuat Touya mengetahui informasi apapun.
Dia pun segera mengangkat tubuhnya dan bertanya pada Haru.
“Hei, Haru. Apa kau tahu kenapa tanganku bisa seperti ini?”
Haru sempat tertegun diam sesaat. Namun, tak lama kemudian dia mulai menjawab pertanyaan Touya.
“Itu adalah Lethal Archaic. Salah satu senjata legendaris yang berada di dalam dimensi sihir”
“Lethal… Archaic?”
“Benar. Yang kak Touya miliki saat ini adalah ksatria naga kegelapan, Vritra”
Mendengar kata-kata Haru membuat Touya kembali melihat lengannya. Dia masih tidak percaya kalau senjata yang di katakan legendaris bisa turun dan memilihnya. Kata-kata, ‘kenapa?’ itu terus muncul di dalam kepalanya. Meragukan dan bertanya tentang alasan dirinya terpilih.
Di kala dia sedang di landa kebingungan, tiba-tiba saja mereka berdua merasakan kehadiran seseorang yang sedang datang ke arah mereka. Keduanya menoleh ke arah yang sama di mana posisi keluar gereja itu terlihat.
Jauh di depan sana terdapat Reina dan Alicia yang terbang dengan sayap iblis mereka.
“Nona, kak Alicia!”
“Touya, Haru!”
“Nona, anda baik-!”
Touya baru saja ingin merasa senang melihat Reina baik-baik saja. Tetapi, kata-katanya terhenti saat melihatnya yang melompat memeluknya dan Haru secara bersamaan.
“Syukurlah kalian baik-baik saja!”
Tubuh Reina terasa gemetar tak karuan. Touya dan Haru tahu, kalau pelukannya itu adalah perasaan khawatir Reina yang tak terbayangkan. Apalagi, dia datang dan melihat mereka berdua dalam keadaan terluka.
Tak lama kemudian, Reina mulai menenangkan dirinya dan mundur perlahan.
“Maaf, mengejutkan kalian” lirih Reina
“Ti-tidak apa kok nona. Kami tahu kalau kau khawatir” sahut Touya
Di sisi lain, Alicia yang sedang memeriksa keadaan sekitar pun menyadari lengan Touya yang terlihat berbeda dari biasanya.
“Touya, lenganmu-!”
Saat Alicia membicarakan hal itu, Reina menjadi melihat ke arah yang sama. Dan reaksi mereka pun terlihat tak berbeda sama sekali. Mata melebar kuat menatap ke arah gauntlet tersebut, nafasnya yang di tarik dalam dari mulut seolah benar-benar terkejut.
“Lethal… Archaic?!” kejut Reina
“Terlebih lagi, itu bukan Lethal Archaic biasa. Itu adalah milik Vritra, ksatria naga kegelapan!” sambung Alicia
“J-Touya, kapan senjata itu turun ke tanganmu?!” tanya Reina
“E-eh?! Be-belum lama kok. Saat aku sedang melawan iblis itu, tak disangka kalau senjata ini turun dan menolongku untuk mengalahkannya”
Touya menjelaskan sesingkat mungkin sembari menunjuk ke arah Felicia yang tak sadarkan diri. Kedua mata Reina dan Alicia sontak melihat ke arah tersebut.
__ADS_1
“Alicia”
“Iya, nona”
Dengan satu panggilan nama, Alicia langsung memahami perintah yang Reina ingin berikan. Dia berjalan menghampiri tubuh Felicia dan menggunakan sihirnya untuk sesaat.
Saat pertukaran sihir yang telah dia rasakan itu, Alicia menoleh balik dengan sebuah laporan.
“Sasarannya tepat, nona. Dia memiliki sihir Ooyama Yuri yang menempel di tubuhnya. Kemungkinan besar, mereka berdua terlibat dalam satu rencana yang sama” jelas Alicia
“Ternyata benar….” gumam Reina
“No-nona?” panggil Touya
“Untuk saat ini kita akan kembali terlebih dahulu. Kalian berdua perlu perawatan segera” ucap Reina
“Ba-baik!”
***
Seperti apa yang telah terjadi, mereka semua pun kembali secepatnya ke ruang klub sulap. Haru yang mengalami luka cukup berat pun berakhir untuk istirahat total dengan perawatan penuh. Sedangkan Touya yang hanya luka ringan sudah terobati dan bisa beraktifitas kembali seperti biasa.
Di ruang utama klub tersebut, terdapat tiga orang anggota utama sedang berada di ruangan yang sama. Reina, Alicia dan juga Touya sedang berkumpul di sana dengan tenang. Reina yang duduk di balik meja kerjanya, sedangkan Alicia dan Touya yang duduk di sofa depan dengan secangkir teh di hadapan meja mereka.
Lengan kiri Touya saat itu belum juga kembali pada bentuk semula. Dan sedang di periksa oleh sihir Alicia. Sihirnya yang menghilang pun diikuti dengan kedua matanya yang terbuka.
“Bagaimana, Alicia?” tanya Reina
“Aku tidak bisa melakukannya” sahut Alicia sembari menggelengkan kepalanya
“Sepertinya benar ya….” gumam Reina
Mendengar Reina menyahut seperti itu memperlihatkan seolah dirinya sudah menebak hasilnya.
“E-eh?! Ma-maksudnya tanganku tangan bisa kembali normal lagi?! Walaupun terlihat keren, tetapi jari-jari naga ini benar-benar tajam dan menyakitkan jika tersentuh kulit!” ucap Touya
“Jangan panik. Lethal Archaic hanya bisa mendapatkan perintah dari pemiliknya. Kekuatan mereka yang berada di luar nalar itu tidak akan mungkin bisa dan mau menuruti perintah dari orang asing” jelas Reina
“Jadi… tanganku masih bisa kembali?” tanya Touya
“Bisa. Cobalah kau konsentrasi dulu” sahut Reina
Dengan menenangkan dirinya, Touya menutup kedua matanya dan berusaha untuk konsentrasi. Sama seperti saat dia berusaha untuk meraih sumber energi sihir di dalam dirinya sebelumnya. Tetapi, kali ini Touya memiliki energi sihir berkat kemunculan Lethal Archaicnya.
Sebuah kobaran api hitam yang sangat kelam seperti kegelapan yang tiada henti. Tangan Touya yang berusaha untuk meraih api tersebut pun perlahan di bakar olehnya.
Bagai hewan buas yang berusaha untuk di Touyaakkan. Seekor naga kegelapan yang berwujud akan api hitam itu mengamuk dahsyat dan membakar tubuhnya begitu cepat.
Woshh…!!
“Agh!”
Batin Touya yang merasakan rasa sakit itu bahkan hampir menganggu konsentrasi tubuh aslinya. Reina dan Alicia yang duduk melihatnya memicingkan matanya itu tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah aura mencekam di sekitarnya.
Sshh…!!
“I-ini-!”
“Alicia!”
“Baik!”
Sebuah lingkaran sihir yang terbentuk di tiga titik itu mengelilingi Touya. Reina dan Alicia langsung panik saat merasakan perasaan teror dari aura mencekam dari dalam tubuh Touya.
__ADS_1
“A-aura macam apa ini?! Bahkan… seorang iblis sekalipun tak pernah ada yang memiliki aura semenakutkan ini!”