
Sebelumnya, Touya dan Haru di panggil untuk datang ke ruangan Reina. Alicia, kepala pelayan dirumah tersebut mengantar mereka ke ruangan yang telah di sebutkan.
Mereka bertiga berdiri tepat di depan sebuah pintu coklat yang besar. Jika pintu itu di buka, maka akan terbuka melalui dua sisi. Bahkan pintu saja terlihat seperti milik orang kaya, begitu pikir Touya saat pertama kali melihatnya.
Kreak…!!
Suara pintu yang di buka itu menunjukan interor di dalam ruangan yang cukup luas. Penuh dengan lemari besar penuh buku-buku. Dan juga, meja seolah tempat orang bekerja dengan Reina yang duduk di belakangnya.
“Nona Reina, maaf menganggu”
“Tidak apa. Terima kasih, Alicia”
“Kalau begitu, saya permisi dulu nona”
Kreak…!!
Suara pintu yang tertutup serta kepergian Alicia dari dalam ruangan tersebut. Meninggalkan Touya dan Haru di dalam sana.
Berbeda dengan sebelumnya, Touya melihat Reina yang sekarang berpakaian seperti gadis kantoran yang sedang menjalani bisnis. Dan melihatnya dalam pakaian tersebut membuat Touya merasa daya tarik Reina meningkat drastis.
Wajahnya menatap kosong seperti orang bodoh yang tak bisa berpikir. Sedangkan Haru….
“Kak Reina”
“Ah, Haru. Maaf ya, memanggilmu secara tiba-tiba. Tetapi ada yang ingin kubicarakan”
“Tidak apa kok. Jika itu kak Reina, maka aku tidak masalah”
“Terima kasih”
Sekarang, Reina menarik pandangannya dan menatap ke arah Touya.
“Nah, Haru. Apa kau sudah kenal dengan laki-laki di sebelahmu?”
“Su-sudah”
Sahut haru yang menjawab dengan membuang muka dan sedikit malu.
“Baiklah. Berarti tidak perlu ada perkenalan lagi ya. Sekarang, Touya-!”
Kata-kata Reina terhenti di tengah-tengah. Karena dia menyadari bahwa Touya menatap kosong seolah sedang tidak fokus sama sekali. Dengan tubuh yang elok dan memiliki daya pikat kuat di bagian dada, Reina berjalan menghampirinya.
“Touya, kau tak apa?”
Lembutnya tangan dan jari-jari yang lentik itu, membelai pelan wajah Touya. Dan di sanalah, tatapan kosongnya langsung menghilang dan membuatnya kembali sadar.
“A-aah!! Ti-tidak, maafkan aku nona!”
“Khuhu. Belum beberapa saat, tetapi kau sudah sangat menaati kesepakatan kita dalam menjadi butlerku”
“To-tolong jangan menggodaku seperti itu….”
“Aku tidak menggodamu kok. Justru aku memujimu karena sangat antusias untuk tetap bersamaku menjadi butler”
Wajah Touya sontak memerah karena godaan tambahan yang di berikan oleh Reina. Namun, Reina menarik kembali wajahnya dan kini mulai turun ke topik utama dalam mengumpulkannya dengan Haru di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
“Baiklah. Aku mengumpulkan kalian di sini, karena Touya adalah butler baru yang akan berada di dalam awasanku. Jadi aku berharap kalau Haru dan kau akan saling akur”
“Kalau kak Reina bilang begitu, maka aku akan menurutinya”
“Aku juga!”
“Terima kasih, Haru, Touya”
Setelah percakapan awal telah selesai, Touya merasa sedikit kebingungan. Dia tidak merasa kalau Reina akan menyuruhnya datang hanya karena sebatas ingin mengenalkannya dengan Haru.
“Um, nona tidak memanggil kami hanya untuk perkenalan saja kan?”
“Oh, tentu tidak. Sebenarnya, aku memanggil kau dan Haru untuk membuatmu berlatih dengannya”
“Berlatih?”
Touya memiringkan kepalanya penuh rasa heran. Karena, yang Reina maksud adalah Haru. Di lihat darimanapun, dia masih seperti anak SD ataupun SMP tingkat awal. Dan juga wajahnya yang mungul dan imut itu tidak menunjukan apapun tentang kemampuan bertarung.
“Tu-tunggu dulu. Dengan Haru?!”
“Benar. Ah, kau tidak tahu ya!”
“Tentang apa?”
“Haru itu bukan seorang manusia, ataupun iblis. Dia berasal dari ras Elf”
Reina berjalan hingga berada tepat di belakang Haru. Dan kedua tangannya meraih kedalam rambut pirang nan panjang itu. Menariknya ke belakang dan memperlihatkan sisi leher ke atas hingga telinga tajam milik Haru.
“A-ah! Telinga itu-!”
Touya tak bisa berhenti terkejut setelah bisa bertemu dengan Reina yang seorang iblis. Tetapi sekarang, ada seorang elf dengan tubuh anak kecil. Dan yang membuat Touya kepikiran saat ini adalah….
“Be-berarti… tubuh kecilmu ini hanyalah ti-!”
Buaak…!!
“Uagh!!
Pukulan keras berupa energi sihir yang membentuk sebuah sarung tinju memukul Touya tepat di perutnya. Dia terhempas dan bahkan terbentur ke lemari di belakangnya.
Braak…!!
“Aduh duh. Touya, tidak sopan untuk membicarakan tentang umur seorang perempuan loh….”
Tubuh Touya terlihat terbalik dengan posisi terkapar. Rasa sakit dari serangan itu cukup membuatnya tak bisa berpikir jernih.
“Ta-tapi kan… Elf berumur sangat panjang. Jadi aku kira….”
“Jangan sembarangan bicara. Aku masih berumur 113 tahu”
Sahut Haru dengan nada datar namun menyiratkan aura membunuh yang dahsyat.
“(113 tahun?! Itu termasuk masih muda dan imut seperti anak kecil di tingkat SD?!)”
Touya berusaha untuk bangkit berdiri sembari menghilangkan rasa sakitnya. Sedangkan Reina pun berusaha untuk menjelaskan situasinya itu.
__ADS_1
“Elf memang memiliki kemampuan penuaan yang sangat lambat. Umur mereka juga sangat panjang. Yah, walaupun umur Haru terlihat sangat banyak, tetapi tubuhnya masih terlihat seperti anak SD. Sedangkan pikirannya sudah sama seperti kita”
“Jadi begitu ternyata. Lalu, tentang latihan tadi….”
“Ah, kalau itu kau akan berlatih dengan Haru. Untuk melatih energi sihir itu tidaklah mudah, jadi karena Haru berasal dari ras Elf. Dia memiliki keistimewaan dalam hal sihir. Atau lebih mudahnya, ras Elf itu sangat di sayang dan melekat dengan energi sihir”
“Benarkah?! Jadi aku bisa menggunakan tipe sihir seperti Haru yang lakukan tadi?!”
Mata Touya langsung berbinar-binar seperti anak anTouyag yang antusias untuk bermain dengan majikannya. Melihat Touya yang sangat semangat itu membuat Reina menjadi ikut senang.
“Tentu saja. Karena itu, Haru tolong ajarkan Touya ya?”
“Iya”
Haru mengangguk seolah menurut apapun kata yang di berikan oleh Reina.
Dia langsung berbalik dan berjalan menghampiri Touya.
“Ayo mulai latihannya”
“Ya! Pertama-tama apa yang harus di lakukan? Melatih fisik? Melatih daya pikiran, atau bermeditasi?!”
“Lebih singkatnya adalah, menarik keluar energi yang ada di dalam tubuhmu”
Saat mendengar kata-kata Haru, Touya langsung diam dan memiringkan kepalanya.
“Menarik… keluar energi?”
“Benar. Setiap iblis atau makhluk memiliki titik energi di dalam tubuhnya. Mereka memiliki keunikan dalam hal energi. Seperti punyaku, aku bisa membentuk energi menjadi serangan yang memperkuat atau mereplika kekuatan fisik”
Wush…!!
Haru mengeluarkan energinya serupa dengan aura atau udara yang berwarna. Tak lama baginya langsung dibuat memandat dan membentuk sarung tinju yang sebelumnya di gunakan untuk menyerang Touya.
“Waah!”
“Sekarang kau coba”
“Baik!”
Touya menutup matanya dan segera berkonsentrasi penuh.
“Rasakan energi yang mengalir itu di dalam darahmu. Dan pusatkan ke dalam tangan”
Bagi Touya, dia merasakan sesuatu yang mengalir dalam tubuhnya. Dan saat dia merasa sudah terkumpul di dalam tangannya….
“Ini dia, hyaahh!!”
….
Tidak terjadi apa-apa. Touya membuka matanya dengan tatapan mata kosong dan sekaligus mati. Haru dan Reina yang melihatnya seperti itu pun ikut merasa bingung dalam sekejap mata.
“Ya-yah…tidak semua orang bisa di awal percobaan kok, jadi jangan malu seperti itu Touya….” ucap Reina dengan canggung
“I…iya….”
__ADS_1
“(Huuh… rasanya aku ingin mati!)” batin Touya