Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan

Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan
Chapter 32 : Disergap


__ADS_3

Shalba langsung terkejut ketika melihat Touya berhasil menghancurkan pelindung sihirnya dengan sebatas pukulan saja. Memang dia sadar kalau Touya memiliki lethal archaic, tetapi dia tak menyangka kalau serangannya bisa menghancurkan pelindung sihir secara paksa.


“Wah, kau ternyata bisa menghancurkannya dengan sebatas pukulan ya,” gumam Shalba


“Terima kasih. Memang kalau aku tidak terlalu hebat dalam mengendalikan sihir, tapi aku cukup hebat berurusan dengan pekerjaan keras,” sahut Touya


Melihatnya yang tegar dan tak berniat untuk mundur dari pertarungan membuat Shalba tersenyum tipis.


“Haha! Percaya diri ya, bagus sekali. Kau bahkan bisa mengalahkan Felicia yang merupakan seorang jenderal iblis. Memang tidak diragukan untuk pemilik lethal Archaic, ksatria naga kegelapan,” ucap Shalba


Ketika Shalba membawa nama Felicia, Touya langsung menyadari kalau dia adalah salah satu bagian dari iblis pemberontak. Niatnya yang datang untuk menyergapnya kemungkinan untuk membalaskan dendam Felicia yang telah dia kalahkan.


Touya tak lagi banyak bicara. Tubuhnya segera di tingkatkan dengan sihir Vritra yang memasuki tubuhnya melalui Lethal Archaic.


“Enhance”


Tanpa ada gerakan awal, Touya langsung mendorong tubuhnya sekuat tenaga dan berlari cepat menyerang Shalba.


“Hyaah!!”


“Wah, agresif sekali ya.”


Trang…!!


Kedua pistol dia gunakan untuk menahan pukulan Touya. Keduanya bertatap mata begitu dekat, dan menunjukan ekspresi berbeda. Touya yang penuh perasaan tidak ramah, sedangkan Shalba tersenyum lebar seperti sedang merasa bahagia.


Buaak…!!


Di kala sedang lengah, Touya menghantam samping perut Shalba dengan tendangannya. Tubuh Shalba terbawa ke samping bersamaan dengan rasa sakit yang dia terima.


“Ugh!” erang Shalba


“Tak boleh fokus hanya pada kedua tangan. Itulah yang Haru ajarkan padaku!” ucap Touya


Saat itu, Touya melihat bahwa Shalba sedang kesakitan dan tak fokus terhadap sekitarnya. Dia ingin melesat lagi dan menyerang untuk kedua kalinya.


Namun, tiba-tiba saja Shalba mengangkat pistolnya dan menembak.


Dor…!!


Langkah kaki Touya sontak terhenti dan kepalanya menghindar ke samping.


“Ah, tak kena ya,” gumam Shalba dengan kecewa


“Dia memancingku?!” gumam Touya


Dor…dor…!!


Dua pistol itu kembali bernyanti ria dengan suara tembakan mereka. Pelatuk yang tiada henti di tarik oleh Shalba memaksa Touya untuk mundur dan menghindari setiap peluru yang datang.


“Sial, aku tak bisa mendekat!” gerutu Touya


“Duh duh, jangan dekat-dekat dong. Sudah kubilang kalau aku ini pengecut. Menyerang dari jauh adalah kesukaanku,” ucap Shalba


“Tch, merepotkan sekali!” keluh Touya


“Haha! Maaf, aku tidak ada niat untuk bermain denganmu sebenarnya. Aku hanya ingin membunuh seorang pemilik lethal archaic yang menganggu rencana kami,” sahut Shalba


Ceklek…!!


Kedua pistol itu kembali di arahkan pada Touya. Peluru yang sebelumnya ingin dia tembakan, kini berubah menjadi sebuah bola sihir biru yang muncul tepat di depan lubang pistolnya.

__ADS_1


“Karena itu, matilah!”


Dor…!!


Kedua tembakan sihir yang di lepaskan oleh pelatuk senjata Shalba. Mengarah cepat dan membuat energi kuat berdampak hempasan angin di sekitarnya.


Namun, Touya tak mundur dari serangan tersebut. Dia membuka telapak tangannya yang di lapisi Lethal Archaic ke depan. Serangan sihir milik Shalba datang cepat ke arahnya, dan tanpa lama sihir milik Lethal Arhaicnya menetralisir sihir tersebut.


Zruutt…!!


“A-apa?! Sihirku… lenyap?!” heran shalba


Kenapa sihirnya bisa menghilang? Di hindari? Atau memang dia salah membidik?


Namun, Shalba sendiri sangat yakin bahwa dia membidik ke arah yang tepat. Lalu kenapa?


Di sisi lain, Touya menyingkirkan tangannya dan berbalas tatap dengan wajah sombong.


“Huh, terkejut?” sahut Touya


“Grrr! Jangan sombong kau bocah. Keberuntungan seperti itu tidak akan datang untuk kedua kalinya!” gerutu Shalba


Ceklek…!!


Kedua senjata api itu kembali di arahkan pada Touya. Sihir yang sama di kumpulkan tempat di depannya dan langsung di lepaskannya lagi.


Dorr…!!


Serangan sihir yang sama kembali mengarah pada Touya. Namun kali ini, Touya tak berdiam diri menunggu sihir itu datang. Dia segera berlari menuju ke arah sihir itu datang sembari membuka telapak tangannya ke depan.


Ketika tangan dan sihirnya hampir tersentuh, lagi-lagi sihir penetralannya itu berhasil melenyapkan serangan Shalba.


Zruut…!!


Saat Shalba terkejut dan panik di saat yang sama, tubuhnya menjadi membeku diam. Sedangkan Touya yang berlari sebelumnya mencapai tepat di depannya dan menghantam Shalba begitu keras di wajah.


Buaakk…!!


“Uagghh!!” erang Shalba terpukul mundur


Rasa sakit di wajahnya itu bahkan membuat bekas merah bengkak. Dia yang memegangnya penuh rasa amarah dan menatap tajam ke arah Touya.


“Sialan! Kau… kau menetralkan sihir?!” teriak Shalba


“Tepat,” sahut Touya


Di saat itu, Shalba langsung tahu kalau dia sebenarnya sudah tidak beruntung dari awal. Pelindung sihirnya yang bahkan bisa di hancurkan secara paksa, itu kemungkinan berkat sihir Lethal Arhaic Touya yang bisa menetralkan sihir.


Terlebih lagi, dia melihat sosok lain yang bersemayam dalam tubuh Touya. Sang ksatria naga kegelapan, Vritra menunjukan aura menakutkan melalui tubuhnya dan membuat Shalba semakin ketakutan.


Satu-satunya hal yang ada di dalam kepalanya adalah rasa takut dan niat untuk melarikan diri. Namun, dia yang sudah begitu takut itu bahkan sulit untuk menggerakan kakinya. Tubuhnya terasa seperti di bekukan oleh telekinesis dengan kehadiran Vritra yang haus membunuh.


“(A-aku… aku harus melarikan diri!)”


Pada akhirnya, langkah kaki Shalba mulai terangkat mundur secara perlahan. Dan tak lama setelah itu dia menjadi lebih cepat hingga berlari terbirit-birit.


“Ah-! Sialan, mau lari kemana kau?!” teriak Touya yang berlari mengejarnya


Dengan nafas yang tak teratur dan juga langkah kaki tak karuan, Shalba berbalik sembari terus menembakkan senjatanya demi memperlambatnya.


Dor…dor…!!

__ADS_1


“Menjauh kau brengsek!” teriak Shalba


“Uwa!” teriak Touya


Tak lama kemudian, Shalba menarik pandangannya dan berteriak keras.


“Hei iblis brengsek! Bawa aku keluar dari sini!” teriak Shalba


Touya sempat terkejut dengan apa yang di lakukan Shalba. Sampai kemudian, sebuah portal muncul jauh di depannya.


“Portal?!” gumam Touya


“Hei bocah. Dia mau melarikan diri dengan teleportasi portal itu. Hentikan dia!” ucap Vritra melalui Lethal Arhaic di tangannya


“Aku mengerti!” sahut Touya


“Enhance! Enhance! Enhance!”


Tubuh Touya langsung di perkuat dengan begitu banyak sihir yang mengalir di dalam dirinya. Dengan satu dorongan kakinya, dia melesat dan menyusul Shalba sangat cepat.


Wush…!!


Shalba yang mendengar dan merasakan pergerakan cepat itu menjadi semakin panik. Pergerakan Touya yang terlalu cepat dapat menyusulnya dan memberikan pukulan telak dari belakang.


Buaak…!!


“Agghh!!” erang Shalba hingga muntah darah


Namun, dia berusaha agar tidak terjatuh ataupun terhempas. Dengan amarah yang terlukis di wajahnya, Shalba berbalik dan menodongkan senjatanya.


“Bocah sialan!” teriak Shalba


Dor…!!


Touya yang terkejut sempat untuk melompat ke samping demi menghindari tembakan itu. Namun, dengannya yang menghindar telah membuat Shalba lolos. Portal itu langsung tertutup dan lenyap tak meninggalkan jejak.


“Sial, dia lolos!” keluh Touya


 


 


* * *


Di sisi lain portal itu, Shalba keluar dan langsung terjatuh di lantai coklat sembari mengerang kesakitan.


“Uughh! Sial, sial, sial! Bocah sialan itu benar-benar melakukannya!”


Dia berusaha untuk bangkit berdiri sembari memegang bagian belakang tubuhnya. Pukulan keras dari Touya itu sangatlah fatal. Dia bahkan sulit untuk berdiri tegak seperti kakek tua yang encok.


Di kala dia sedang berusaha untuk berdiri, terdapat suara seorang perempuan yang menyambutnya.


“Wah, kau bahkan bisa di buat kewalahan olehnya? Memang pemilik Lethal Arhaic Vritra itu berbeda ya.”


Shalba mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah sumber suara itu datang. Ruang interior seperti gereja yang cukup terawat dan luas. Dan di bagian altar gereja itu, terdapat seorang gadis yang sedang duduk di atas meja khotbah dengan pakaian tidak senonohnya.


Tidaklah lain dari sosok iblis yang pertama kali muncul. Itu adalah Ooyama Yuri, atau bisa di bilang dengan nama iblisnya yaitu Forifus Yuria.


“Menyedihkan sekali ya, Shalba. Padahal aku sudah memberikanmu pistol khusus itu,” ucap Yuri


“Berisik! Kau sendiri cobalah lawan dia!” bentak Shalba

__ADS_1


“Yah, untuk manusia normal sepertimu yang hanya mengandalkan pistol sihir itu takkan bisa mengimbanginya. Tetapi tenang saja, aku punya cara lain mengatasi naga ganas itu,” sahut Yuri dengan ekspresi menggoda


__ADS_2