
“Vritra!” teriak Touya
Wush…!!
Lengan kirinya langsung di kelilingi oleh api hitam dan memadat hingga menjadi sebuah gauntlet sisik naga hitam. Lethal Arhaicnya di keluarkan sebagai pertanda bahwa Touya sudah muak dengan percakapan tersebut.
Yuri yang benar-benar gila dengan masa Alforius sudah tak bisa di selamatkan. Terlebih lagi, dendam Touya yang pernah di tipu dan di bunuh olehnya itu memicunya semakin memuncak.
“Akan ku akhiri sekarang juga!” gerutu Touya
Melihat Touya begitu bersemangat untuk bertarung membuat Yuri untuk mengeluarkan sihirnya. Energi berupa sihir hijau dengan lingkaran sihir di setiap ujung jarinya. Tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah jarum yang di himpit antar jarinya itu.
“Mari kita coba ulang pembunuhanmu, Asakura Touya,” ucap Yuri
“Enhance!”
Peningkatan sihir yang memasuki tubuh Touya itu membuat fisiknya menjadi lebih kuat. Tubuhnya di dorong sekuat tenaga untuk melompat dan melesat cepat ke arah Yuri yang berada di atas patung.
Wush…!!
Namun, saat sudah bertatapan mata begitu dekat. Yuri tidak terlihat panik sama sekali. Dia bahkan masih memiliki senyuman palsunya itu di hadapan Touya.
“Sayang sekali, Touya. Tapi ada orang yang ingin melawanmu di banding aku,” ucap Yuri
Dor…!!
Suara tembakan yang bergema di seluruh gereja tersebut membuat Touya terkejut. Matanya melirik ke samping dan di sana dia melihat sebuah energi sihir yang sedang melaju ke arah nya.
Duaar…!!
“Ugh!!” erang Touya
Dirinya yang di serang secara diam-diam itu tak sempat menggunakan Lethal Arhaic demi menetralisir sihirnya. Oleh karena itu, Touya terkena serangan tersebut dan terhempas hingga terbentur keluar dari dalam gereja.
Bruaak…!!
“Touya!” teriak Reina yang khawatir
“Aduh, mau kemana anda tuan putri?” sahut Yuri
Dia melempar satu jarumnya tepat di depan kakinya. Lemparan jarum yang menancap di tanah itu adalah sebuah peringatan agar tidak membantu atau ikut campur.
Namun, siapa dia berani memerintah Reina?
“Minggir!” bentak Reina
“Wah, menakutkan sekali! Tapi, maaf aku tidak bisa melakukannya,” sahut Yuri
“Bangkitlah!”
Sebuah lingkaran sihir muncul tepat di ujung jarum yang tertancap di tanah. Lingkaran sihir semakin membesar dan bahkan seperti menutupi satu luas tanah gereja. Hingga tak lama kemudian, pecahan dari lingkaran sihir mulai membentuk sekumpulan pasukan zombie yang mengepung Reina, Alicia dan juga Haru.
“Kalian akan sibuk melawan anak-anakku. Tolong hibur mereka ya. Kasihan, mereka baru saja mati di dalam gereja ini saat sedang berdoa,” ucap Yuri
“Kau… mereka umat gereja yang kau bunuh demi menjadi pasukan zombie?!” gerutu Haru
“Elf kecil, intuisimu hebat juga ya. Yah, selamat bersenang-senang ya,” sahut Yuri
Ctak…!!
Dengan jentikan jarinya saat itu, Yuri di telan oleh lingkaran sihir dan langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Reina, Haru dan Alicia terpaksa untuk berurusan dengan pasukan zombie yang dia bawa.
__ADS_1
“Tidak ada pilihan lain. Habisi mereka semua dan segera menyusul Touya!” ucap Reina
“Baik!” sahut Haru dan Alicia
* * *
Di kala teman-temannya sedang menangani zombie di dalam gereja, Touya yang terhempas keluar pun beranjak berdiri di tengah hutan. Serangan sihir berupa tembakan energi sebelumnya telah membuatnya terhempas jauh dari gereja. Belum lagi pepohonan yang di benturnya dan telah tumbang.
“Ugh! Sial, aku lengah. Sudah pasti kalau sihir tembakan itu berasal dari Shalba,” gumam Touya
Ketika dia berdiri, Touya masih bisa menahan rasa sakitnya itu walaupun ada sedikit pendarahan di bagian lengan kanannya.
“Aku harus segera kembali dan membantu nona,” gumam Touya
Dor…!!
Suara tembakan itu kembali terdengar di telinganya. Sumber yang berasal dari belakang itu dapat di sadari oleh Touya dan memahami lintasan tembakan itu datang. Karena itu hanya dengan menggeser kepalanya cukup untuk menghindarinya.
Dia melirik ke belakang dan tak lagi terkejut akan Shalba yang berada di jarak pandangnya.
“Itu tidak akan bekerja untuk kedua kalinya,” ucap Touya
“Hah, hanya beruntung saja banyak gaya!” gerutu Shalba sembari mengisi ulang pelurunya
Ceklek…!!
Senjata yang telah di isi penuh oleh peluru baru di todongkan kembali ke arahnya. Namun, Touya menyadari satu hal kalau ada yang berbeda. Terutama di bagian senjatanya yang hanya menggunakan satu buah pistol saja.
“Satu pistol saja? bahkan saat kau menggunakan dua pistol saja lari ketakutan saat melawanku,” ucap Touya berusaha untuk mendominasi suasana
Shalba menarik mundur pistolnya dan membuka satu telapak tangannya yang kosong.
“Datanglah!” teriak Shalba
Sebuah lingkaran sihir muncul di depan telapak tangannya. Sebuah bilah tajam keluar dari dalam lingkaran sihir itu. Dan secara perlahan, bentuknya yang utuh itu menunjukan sebuah pedang satu tangan. Warna merah kehitaman seperti sebuah bercak darah yang telah membusuk di bagian bawahnya.
Pedang itu di angkat dan di hunuskan ke arah Touya.
“Beri salam pada partner baruku. Lethal Arhaic pedang kutukan Kigiri!” ucap Shalba
“Lethal Arhaic?!” sahut Touya yang terkejut
“Benar. Memangnya hanya kau yang bisa memilikinya?!” sombong Shalba
Touya yang melihatnya saat itu berusaha untuk tidak terpengaruh akan ucapannya. Shalba terlihat hanya seperti orang yang ingin menggertaknya. Touya tak menanggapinya seperti tak peduli.
“Hanya mengganti senjata ke pedang saja. Tidak ada yang berbeda,” sahut Touya
“Benar. Sombonglah selagi kau bisa, Asakura Touya!” teriak Shalba
Dor…!!
Pelatuk di tarik dan menembakkan peluru ke depan. Touya yang berada di jarak lintasan itu segera berlari kesamping selagi bersembunyi di banyaknya pohon.
Dor…dor…!!
“Hei hei, kenapa?! Bersembunyi di belakang, apa kesombonganmu itu hanya untuk pajangan?!” teriak Shalba
“Tch, menyebalkan!” keluh Touya
__ADS_1
“Enhance!”
Sihir dari Lethal Arhaicnya mengalir dan memperkuat tubuh Touya. Kekuatannya di pusatkan di bagian lengan dan di ayunkan untuk meninju batang pohon dari belakang.
Buak…!!
Kraak…!!
Pukulan keras itu menghancurkan batang pohon dan membuatnya menjadi ingin tumbang ke depan. Shalba yang berdiri di arah pohon itu akan tumbang, langsung mengangkat pistolnya dan mengeluarkan tembakan sihir untuk melenyapkannya.
Duaar…!!
“Sebatas pohon dan kau ingin mengalahkanku?! Lucu sekali, bocah!” tawa Shalba
Srak…!!
Dari balik asap akibat ledakan sebelumnya, Touya keluar dengan ayunan tangan yang ingin menghantam Shalba. Namun, Shalba terlihat seperti sudah menduganya dan menggunakan pistolnya untuk menembak lagi.
Dor..!!
“Dor!!” ucap Shalba
Touya terpaksa untuk menghindar selagi di udara. Dia melompat mundur ke belakang untuk membuat sebuah jarak antara mereka berdua.
Srak…!!
“Cih, pengecut!” gerutu Touya
“Haha, intinya kau tak bisa menyerangku dengan mudah seperti sebelumnya. Dan sekarang, kau mungkin akan merasakan dampak besar di dalam tubuhmu,” ucap Shalba
Dia menyeringai lebar sembari menghunuskan pedangnya seperti sedang menunjuk. Namun, Touya terheran dengan maksud ucapannya. Hingga suatu saat, sebuah gejolak terasa dari dalam tubuhnya.
Deg…!!
“Ugh! Apa yang… terjadi?!” gumam Touya
Tubuhnya terasa seperti di aduk-aduk dari dalam. Hingga tak lama kemudian, Lethal Arhaic milik Touya mulai bergejolak akan energi sihir yang meluap-luap.
Gauntlet yang berupa sisik naganya itu terasa seperti menyakitinya. Dan bahkan mulai menancapkan sisik tajamnya seperti ingin menyatu dengan lengannya.
Jleb…!!
“Ugh!!” erang Touya menahan rasa sakit dari tajamnya sisik yang menusuknya
Di sisi lain, Shalba yang melihat Touya tersiksa pun tertawa lebar.
“Hahaha, menyedihkan sekali ya?! Seorang pemegang Lethal Arhaic Vritra, naga kegelapan pembawa kehampaan sedang kesakitan dan tidak bisa mengontrol kemampuannya!” ucap Shalba
“Apa yang… kau lakukan?!” gerutu Touya
“Hah? Oh, tidak banyak. Hanya menggunakan partner baru ku untuk menggores tubuhmu,” sahut Shalba sembari mengangkat pedangnya di depan wajah
Bekas darah yang menempel di pedangnya itu menetes sedikit demi sedikit. Ketika melihatnya, Touya tersadar kalau lengannya sempat tergores ketika ingin mencoba menyerang Shalba sebelumnya.
“Kau baru sadar? Pedang kutukan, Kigiri. Berbeda dengan pedang kutukan biasa yang membuat orang lain terkena racun atau sebuah kutukan biasa. Tetapi, ini membuat kutukan agar kekuatan yang berada di dalam tubuh seseorang mengamuk. Terutama seorang pengguna Lethal Arhaic ksatria naga kegelapan sepertimu, Asakura Touya!” jelas Shalba
Goresan yang di buat oleh pedang kutukan itu telah memicu kekuatan yang bersemayam di dalam tubuh Touya untuk lepas kendali. Dengan fisik dan mentalnya yang baru saja belajar mengendalikan sihir, tentu saja Touya susah untuk mengontrol kekuatan Vritra yang begitu dahsyat.
Rasa sakit itu menjadi semakin tak tertahankan. Gauntlet menjadi jauh lebih keras dan menyatu dengan lengannya dengan cara yang sangat menyakitkan. Sisik tajam itu menusuk dalam lengannya dan bahkan terasa hingga ke tulangnya. Satu lengannya itu yang tertutupi gauntlet mulai meneteskan darah yang tiada hentinya.
“Aghhh!!” erang Touya
“Hahaha! Sudah kubilang kan, kalau dadunya akan berpihak padaku?!” sahut Shalba
__ADS_1