
Sesuai dengan kata-kata Touya, Reina langsung tersenyum lebar mendengarnya.
Tetapi, tiba-tiba saja di tengah situasi tersebut terjadi kesalahan. Reina yang masih belum memakai pakaian dan hanya di tutupi selimut, sekarang menjadi terlihat jelas dari atas kepala hingga ujung kakinya.
Touya yang menyadari hal tersebut langsung membuka lebar matanya terkait insting laki-lakinya yang spontan menyala.
“Ara… Kita terlalu fokus berbicara sampai aku lupa masih belum memakai apa-apa ya~”
Reina tergilitik tawa seolah hal itu bukanlah masalah.
Namun, Touya mengalami perbedaan yang jauh dengan respon Reina. Walaupun yang memiliki tubuh tidak terlalu masalah, tetapi insting laki-lakinya itu membuat Touya menjadi mimisan dan wajahnya memerah malu.
“Pa-pakai lah sesuatu!!”
Brak…!!
Touya langsung keluar sembari mengambil pakaian atasnya yang terletak di atas meja. Pintu yang terbanting terbuka langsung menuntunnya belari di sebuah lorong yang begitu besar.
Di sisi lain, Reina hanya tersenyum melihat respon manis dari Touya.
“Khuhu, dia ini benar-benar lucu sekali”
***
Setelah apa yang telah terjadi, Touya berkeliling di dalam rumah besar itu seorang diri. Lebih tepatnya, dia sedang tersesat.
“Astaga… rumah ini besar sekali. Aku bahkan sudah berputar lebih dari 15 menit, dan aku tidak bisa menemukan jalan keluar!”
Selagi Touya berjalan, langkah kakinya terhenti ketika menoleh ke arah cahaya matahari yang terbias melalui kaca jendela.
Langkah kakinya itu menuntun Touya untuk pergi ke dekat jendela dan melihat pemadangan yang ada di baliknya. Berbeda dengan rumah pada umumnya, rumah tersebut terlihat sangat mewah dengan tamannya yang luas dan penuh pelayan yang sedang mengurus bunga dan tanaman.
Tak hanya itu, kolam dan juga air mancur sendiri pun terlihat seperti hiasan yang sangat biasa di taman luas itu. Dan dercipan burung kecil yang bernyanyi ria itu membuat Touya terasa sangat nyaman dan tenang.
“Yah, walaupun rumah ini kerasa terlalu besar. Tetapi rasanya sangat nyaman sekali”
Melihat taman yang indah itu, membuat Touya terbayangkan betapa mengerikannya saat tanaman tersebut berada di zaman para iblis di bawah kekuasaan Alforius.
Taman yang indah itu pasti berubah menjadi taman penuh darah. Dan warna bunga akan terlihat sama dengan merah darah. Serta terinjak-injak di tanah seperti tak memiliki keindahan yang patut di kagumi.
Mengingat cerita yang di jelaskan oleh Reina membuat Touya melihat kembali pada dirinya sendiri. Seseorang yang tak mengerti tentang iblis sama sekali, maupun sebuah pertarungan. Kini di katakan sebagai anak dari iblis yang menggulingkan raja paling kejam.
Tak mungkin bagi Touya untuk tidak gemetar setiap kali memikirkan hal tersebut. Dia bahkan melihat tangannya yang tak bisa berhenti gemetar seperti orang yang menyedihkan.
“Tidak. Aku sudah berjanji, kalau aku akan menempuhnya. Tak ada gunanya untuk mengeluh sekarang!”
Tekadnya yang sudah bulat itu tidak bisa di goyahkan oleh sebatas imaTouyaasi.
__ADS_1
Dan tiba-tiba, dari belakangnya terdengar suara seorang perempuan yang memanggilnya.
“Tuan Touya”
“Uh?!”
Touya berbalik ke belakang dan melihat adanya seorang pelayan yang sangat menawan. Walaupun tertutup oleh pakaian pelayannya, tetapi aura yang di keluarkan pelayan itu sangat dewasa dan memiliki daya tarik wajah serta tubuh yang dahsyat.
Touya sendiri sempat tertegun diam dan menatap kosong ketika melihat pelayan itu.
“Maaf menganggu anda. Nama saya adalah Alicia Fognar, kepala pelayan atau maid di dalam kediaman nona Reina”
“A-ah iya! A-ada apa ya?”
“Nona Reina sudah menunggu ada di ruangannya. Silahkan lewat sini, anda akan saya antar”
Sesuai dengan perkataan Alicia, Touya di bawa olehnya melewati lorong besar rumah tersebut. Selagi berjalan ke sana, Touya yang merasa canggung pun mulai membuka pembicaraan.
“He-hei… rumah ini sangat besar. Apa nona Reina hanya tinggal seorang diri dengan para pelayan?”
“Benar. Nona Reina di berikan rumah ini sebagai tempat tinggalnya di dalam dunia manusia oleh kedua orang tuanya”
“Ah, jadi tempat ini masih ada di dunia manusia ya? Ku kira aku sudah di pindahkan ke neraka. Ah-!”
Touya lupa dan mulutnya secara sembarang mengatakan kata ‘neraka’. Dia yang tak mengetahui identitas asli dari Alicia, telah menganggapnya membuat kesalahan.
“Tidak perlu khawatir, tuan Touya. Saya juga seorang iblis, sama seperti anda”
“E-eh, begitu ya… Kurasa aku yang memang terlalu khawatir ya….”
“Benar. Keluarga saya, Fognar adalah pelayan yang telah turun temurun melayani keluarga nona Reina. Dan para maid yang anda lihat di sini semua adalah seorang iblis juga”
Mendengar Alicia menjelaskan dirinya yang menjadi pelayan turun temurun, membuat Touya heran untuk satu hal.
“Tunggu, apa nama keluarga nona Reina itu bukan Kurashima?”
“Bukan. Kurashima hanyalah nama samaran yang nona gunakan untuk membaur dengan kehidupan manusia. Nama keluarga aslinya adalah Alloces. Putri pertama dari raja iblis Zephkiel Alloces”
“Jadi itu nama asli keluarganya ya….”
Dari percakapan singkat itu, tiba-tiba saja Touya merasakan sebuah tarikan yang menahan bajunya. Langkah kakinya langsung terhenti dalam sekejap dan membuatnya menoleh ke arah belakang.
“Kau… Siapa?”
Pertanyaan yang datang dari gadis yang Touya lihat dari depan matanya. Tubuhnya yang kecil seperti anak umur 10 tahun. Rambut panjang berwarna pirang yang di padu laras dengan kulit putihnya. Baju layaknya seperti sebuah seragam dengan rok pendek menutupi bagian paha ke atas.
Touya yang melihat anak kecil tersebut pun meresponnya dengan gaya bagaimana dengan dia menanggapi anak kecil pada umumnya. Yaitu, mengangkat tangan dan mengelus lembut kepalanya sembari menjawab dengan sennyuman.
__ADS_1
“Anak kecil? Tunggu, kau ini anak siapa?”
Wajah datar dari anak kecil itu memang terlihat tak berubah. Tetapi alisnya dan kelopak matanya yang berkedut itu menunjukan dirinya sedang kesal.
Tangannya mengepal kuat seolah bersiap untuk di lemparkan sebuah tinju dahsyat. Tetapi, Alicia yang datang dengan menyela pembicaraan pun….
“Nona Haru. Nona Reina memanggil anda ke dalam ruangannya juga. Mohon untuk ikut bersama saya dan tuan Touya”
Alicia sengaja memotong pembicaraan antara mereka berdua. Kalau tidak, Touya bisa berakhir sebagai keju cair dari kepalan tangannya.
Sedangkan di sisi Touya, dia sedikit terkejut terhadap Alicia yang memanggil gadis kecil itu dengan sebutan ‘nona’.
“Hm, nona?”
“Maaf membuat anda kebingungan, tuan Touya. Biar saya perkenalkan”
“Beliau adalah nona Miyazono Haru, salah satu orang yang tinggi di kediaman ini bersama nona Reina”
“Aahh, ternyata begitu. Haru ya….”
Haru melirik ke arah Touya dengan sorot mata yang sangat tidak ramah. Seolah dia sudah tidak menyukainya dari pandangan pertama.
Tetapi, Touya membalas sorot mata tajamnya itu dengan senyuman polosnya. Dia mengulurkan tangannya tepat di depan Haru.
“Senang bertemu denganmu. Namaku, Miyaji Touya”
Entah kenapa, sorot mata tajam dari Haru menghilang sepenuhnya. Uluran tangan dan juga senyuman polos dari Touya terasa begitu hangat. Tak ada niat apapun di baliknya. Hanya murni, sebuah sifat polos dan baiknya yang tertulis jelas dari aura dan kehadirannya.
Namun, tentu saja Haru tidak bersikap jujur secara langsung. Dengan malu-malu dia membuang muka dan berjalan melewatinya.
Sedangkan Touya sendiri, berdiri dengan patah hati kalau dia di tolak secara dingin oleh seorang gadis kecil.
“Ah… begitu ya….”
“(Biasanya, aku cukup akur dengan anak-anak kecil. Tetapi, kurasa tidak semua anak kecil itu sama)”
Perasaan kecewa itu masih terukir dalam dirinya karena terlalu shock.
Sedangkan di sisi lain, Haru yang berjalan melewatinya pun mendekati Alicia.
“Kak Alicia. Kata kak Reina kan tidak perlu memanggil dengan sebutan formal seperti itu”
“Mohon maaf sebesar-besarnya, nona Haru. Tetapi, saya adalah pelayan dari keluarga Alloces. Memanggil orang yang di anggap sebagai teman dekat ataupun tamu dari kediaman rumah ini langsung dengan namanya, itu akan sangat tidak sopan untuk saya”
Sifat Alicia yang sangat teguh pada pekerjaan sebagai seorang pelayan itu membuat Touya terkesan, sekaligus juga heran. Karena di lihat dari manapun, Alicia tidak terlihat begitu berbeda dengannya.
Walaupun dia memiliki tubuh dan aura yang dewasa, tetapi Touya merasa dengan yakin bahwa dia masih berada dalam umur yang tak jauh beda dengannya. Tetapi, perbedaan umur yang sedikit itu cukup menunjukan betapa berbedanya prinsip dan keteguhan Alicia dengan dirinya sendiri. Hanya dengan melihatnya sangat berpegang teguh pada pekerjaan turun temurun dari keluarganya.
__ADS_1