Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan

Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan
Chapter 37 : Bantuan


__ADS_3

Senyuman ramah di wajahnya itu belum hilang. Namun, apa yang dia lakukan itu jauh berbanding terbalik dengan raut wajahnya. Touya sendiri sampai terkejut ketika melihat bahwa gurunya melindungi dan membelah habis sebuah peluru.


“Uchida…-sensei?!” gumam Touya


Gumamannya itu terdengar di telinga Uchida. Dia berbalik dan menghampiri Touya.


“Maaf Touya, membuatmu terkejut. Tenang saja, aku akan mengurus dia untukmu,” ucap Uchida


“Sensei… sebenarnya siapa?” tanya Touya


“Mm… mungkin akan kujelaskan lain kali. Yang lebih penting dulu adalah kondisimu saat ini,” ucap Uchida


Ketika dia mengangkat tentang kondisi lengannya yang sedang tersiksa, Touya langsung tersengat akan rasa sakit yang sempat dia lupakan.


“Ugh!” erang Touya


“Ini-! Ternyata begitu ya, pedang kutukan Kigiri yang menyebabkan hal ini. Tenanglah sebentar,” ucap Uchida


Touya menarik nafasnya dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Selagi dia melakukan hal itu, Uchida mendekatkan telapak tangannya dan membentuk sebuah lingkaran sihir di depannya.


Krak…!!


Lingkaran sihir tersebut langsung pecah dan setiap kepingan pecahannya menempel pada Lethal Archaic milik Touya.


“Condesed”


Kilauan cahaya menerangi Lethal Arhaic Touya yang tertempel oleh lingkaran sihir. Perlahan-lahan, rasa sakit yang dia rasakan mulai memudar. Energi tak terkendalinya semakin mereda hingga gauntletnya itu kembali dalam bentuk semula. Tak lagi mengeluarkan sisik keras dan tajam yang bahkan melukai lengannya lagi.


Touya membuka kedua matanya begitu terkejut ketika melihat Uchida yang telah membantunya.


“He-hebat! Terima kasih, Uchida-sensei!” ucap Touya


“Aku hanya menekan kekuatannya untuk sementara. Tak tahu kapan, tetapi dalam waktu singkat kekuatan besar milik Vritra bisa mengamuk kembali kapan saja,” jelas Uchida


“La-lalu, apa yang harus aku lakukan?!” tanya Touya


“Pergilah dan temui Reina. Dia tahu apa yang harus di lakukan,” sahut Uchida


Ketika Uchida mengatakan hal itu, tentu saja Touya segan untuk meninggalkannya begitu saja.


“Bagaimana dengan sensei?” tanya Touya yang khawatir


Uchida merasa senang karena dia di khawatirkan olehnya. Namun, dia hanya mengelus pipi Touya dan tersenyum tipis padanya.

__ADS_1


“Tenanglah, gurumu ini bukan orang lemah. Dan juga, kau tidak boleh meninggalkan nonamu dalam keadaan berbahaya. Bukankah tugas seorang butler untuk tetap berada di sisi nona dan melindunginya?” sahut Uchida


Ucapannya memanglah masuk akal. Karena itu, Touya berusaha untuk mempercayai Uchida.


“Baiklah. Hati-hati, sensei!” ucap Touya


Dia segera berbalik dan berlari untuk keluar dari dalam hutan itu. Sedangkan Shalba yang melihat Touya ingin melarikan diri pun tidak akan melepaskannya begitu saja.


“Hah?! Kau mau kemana, sialan?!” teriak Shalba


Dor…!!


Tembakan itu kembali di lakukan untuk menyerang Touya selagi dia tak sadar. Namun, dengan adanya Uchida di belakangnya tidak akan semudah itu. Satu ayunan yang bahkan tak perlu menoleh untuk menahan peluru itu datang dari arah mana.


Trang…!!


Dia berdiri dan berbalik di mana Shalba sedang berdiri.


Aura dan raut wajah yang di keluarkan saat itu jauh berbeda dari sebelumnya. Shalba sendiri sampai gemetar dan tertegun diam saking ketakutannya.


“Berani menyakiti muridku, maka kau akan menanggung akibatnya!” gerutu Uchida


 


 


Di sisi lain, Touya yang berlari keluar dari hutan saat itu berharap akan keselamatan Reina dan juga teman-temannya. Ketika dia sedang berlari, tiba-tiba saja Touya merasakan sebuah firasat buruk yang datang cepat ke arahnya.


Dia menoleh ke belakang dan mengeluarkan Lethal Archaicnya.


Trang…!!


Sebuah jarum yang datang tepat ke arahnya itu sempat tertahan oleh Lethal Archaic. Touya mengangkat wajahnya dan berhenti melangkah maju.


“(Siapa?!)” batin Touya


“Mau kemana kau, Touya?”


Suara seorang perempuan bergema di tengah hutan yang lebat itu. Touya hanya bisa terdiam dengan posisi waspada terhadap sekitar.


Sampai suatu saat, sebuah lingkaran sihir muncul jauh di depannya. Touya melihat lingkaran sihir itu bergerak ke atas dan memunculkan wujud seseorang. Dan tak lain dari siapapun, orang itu adalah Ooyama Yuri.


Wajahnya mengernyit dan giginya menggertak kuat. Sorot mata menajam seperti penuh perasaan amarah.

__ADS_1


“Yuri!” gerutu Touya


“Ada apa, Touya? Kau merindukanku ya?” goda Yuri


“Berisik! Di mana nona?!” bentak Touya


“Aah, putri raja iblis itu? Dia sedang sibuk bermain bersama anak-anakku,” sahut Yuri


“Anak-anak?” gumamnya dengan heran


Di kala Touya sedang kebingungan, Yuri mengganti topik pembicaraannya dengan cepat.


“Hei, Touya. Lupakanlah putri raja iblis itu, dia tidak tulus membantumu. Kau hanya menjadi alat baginya,” ucap Yuri


“Hah?” sahut Touya


“Cobalah kau pikirkan. Kalau kau memang benar-benar putra dari iblis revolusioner, maka kau harusnya memiliki kebebasan dan kekuasaan yang hebat. Bahkan kau memiliki kekuatan dari Lethal Archaic, ksatria naga kegelapan. Namun, sekarang kau di minta menjadi butler seorang putri raja iblis yang palsu.”


“Apa kau tak pernah mencoba memikirkannya? Kalau mereka hanya menjilat dirimu dan ingin menguasaimu dalam telapak tangan mereka. Kau tidak ada bedanya seperti sebuah pion bagi mereka. Kau di gunakan demi kekuasaan mereka, sedangkan kau menjadi budak yang harus mematuhi seseorang yang bahkan mendapatkan tahta dengan ketidakpantasan,” ucap Yuri


Dia berusaha mencuci otak Touya dengan memberikan perspektif yang buruk terhadap Reina dan para iblis kerajaan baru. Memang benar, kalau dia yang di jadikan seorang butler itu adalah sebuah hal yang aneh.


Kenapa?


Putra dari iblis revolusioner, memiliki kekuatan yang dahsyat bersama ksatria naga kegelapan. Sang naga di takuti bahkan oleh surga dan neraka. Seharusnya Touya memiliki kuasa besar dan bahkan di angkat menjadi seorang raja iblis.


Itu memang logis. Tetapi, dunia tidak selalu bekerja hanya dengan logika saja. Touya sendiri sangat tahu dengan hal tersebut.


Kalau memang dunia itu berjalan dengan logika, lalu kenapa bisa ada iblis dan malaiakat bertarung di dalam sejarah yang tak pernah di ketahui manusia?


JIka dunia memang berjalan dengan logika, lalu kenapa ada pertarungan sihir dan para makhluk mitos lainnya?


Sayangnya, dunia sudah tidak bisa di nilai hanya sebatas logika saja. Dan Touya paham sekali hal itu. Niat Reina yang menolongnya saat itu adalah demi membantu Touya memperoleh kemampuan sejatinya sebagai seorang iblis.


Lalu, Touya juga percaya kepada para iblis di kerajaan baru. Karena semenjak dia datang ke sana, keputusannya tak pernah di ragukan. Melainkan di dukung oleh mereka ke dalam hal yang positif.


“Hentikan omong kosongmu itu!” gerutu Touya


Yuri tertegun diam ketika mendengar Touya membalasnya seperti itu.


“Kau pikir aku akan percaya pada omonganmu? Kau pernah menipuku dan bahkan mencoba untuk membunuhku. Sekarang kau ingin menghasutku agar percaya kalau nona hanya berbohong?!” bentak Touya


Hembusan nafas berat serta kepalan tangan yang kuat. Lethal Arhaicnya di hunuskan ke depan berupa tinju yang menantang Yuri untuk bertarung.

__ADS_1


“Jangan bercanda! Karena nona aku bisa sampai di tahap ini. Aku hidup untuknya, dia yang memberiku alasan untuk hidup lagi dan menjadi lebih kuat!”


“Karena itu, aku tidak akan mundur. Kali ini, aku akan membalaskan kematianku. Ooyama Yuri, aku akan mengalahkanmu!” teriak Touya


__ADS_2